Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Lingkaran merah biru memutar teramati di Karanganyar, Jawa Tengah, Oktober 2011

No. 1110xx-01-u-karanganyar-jateng
Timestamp:  11/2/2011 22:53:22 (mm/dd/yy)
Nama Pelapor: Rahasia
Profesi: Rahasia
Deskripsi penampakan:  Lingkaran berwarna biru merah dengan merah memutar, sering terlihat tiap subuh. kadang bergerak dari timur jauh ke barat terus belok ke utara dan bergerak jauh. dan  pernah menemui hanya muter2 di atas langit saja. berada di langit agak tinggi. cahaya dari jauh birunya sangat terang. tp masih ragu apa itu layang2 atau bukan, soalnya bergerak dari timur jauh ke barat terus belok ke utara dan jauh.
Bentuk UFO:  Piringan, Lingkaran
Lokasi penampakan:  Palur, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah
Waktu penampakan: 04:00 Pagi (subuh)
Lama penampakan: cepat (bergerak) & lama (muter2)
Tanggal penampakan: Minggu2 akhir bulan oktober 2011
Saksi Mata: Dua
Pengalaman pertama: Ya
Data pendukung:
Informasi lainnya:  Anehnya di langit tinggi dan muncul tiap subuh, ada perkiraan ada 2 benda.. yg pertama dan bergerak dari timur dan belok saya aneh, cz seperti pesawat bergerak tp bentuk lingkaran. sedangkan yang muter2 kyk layang2.. 2 penampakan itu berada dihari yang berbeda tp seringnya yang bergerak

Senin, 12 Maret 2012

Dua cahaya melintas cepat tanpa suara di Serdang, Sumatera Utara, Januari 2011

No. 1101xx-01-u-serdang-sumut
Timestamp:  8/3/2011 14:41:14
Nama Pelapor: Fitra Surya Perdana
Profesi: Karyawan Swasta
Deskripsi penampakan:  Saat itu malam bulan purnama , ketika keluar dari rumah saya lihat dibawah bulan  ada dua cahaha sebesar lampu pijar dengan kecepatan seperti pesawat jet tempur melintas dari arah barat menuju ketimur yang mengherankan , kedua cahaya tersebut tidak bersuara. 
Bentuk UFO:  Dua bola cahaya yang besar lalu semakin jauh makin mengecil
Lokasi penampakan:  Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin Lorong Dua Kelapa Sawit, Sumatera Utara
Waktu penampakan: 21.00 WIB
Lama penampakan: 30 detik
Tanggal penampakan: Januari 2011
Saksi Mata: Sendiri
Pengalaman pertama: Ya

Rabu, 08 Juni 2011

Kemungkinan Nikel sebagai kunci untuk memahami Crop Circle Sleman, DI Yogyakarta, 2011

Setelah membaca buku "Menguak Misteri Crop Circle di Indonesia", yang dieditori oleh Muhammad Nur, ahli Fisika Plasma dari FMIPA UNDIP, terkait hasil penelitian dari tim FMIPA UNDIP, bisa diketahui kalau karakteristik-karakteristik khas dari Crop Circle (CC) yang asli, teramati juga pada CC yang terjadi di Sleman ini (CC1-2011 Sleman) sebagai berikut:

  • Batang padi membengkok pada ruasnya, tidak patah
  • Terjadi kerusakan dalam level mikroskopis terhadap sel epidermis padi
  • Hancurnya amilum padi
  • Menggembungnya ruas batang padi yang dibengkokkan
  • Adanya bekas kecoklatan pada batang padi yang menunjukkan adanya pemanasan
  • Melonjaknya kadar Nitrogen pada batang padi dan tanah di lokasi CC
  • Berubahnya bentuk sel dari silinder menjadi lonjong pada bagian padi yang membengkok
  • Kerusakan sel pada permukaan daun padi
  • Ditemukannya jejak partikel nikel di tanaman padi dalam lokasi CC
  • Dll.

Dari hasil penelitian laboratorium tersebut maka bisa disimpulkan kalau CC Sleman ini bukanlah buatan manusia dengan menggunakan papan, tali, dan pasak; walaupun pola yang terbentuk sendiri sangat mungkin dirancang oleh manusia biasa karena tidak melibatkan perhitungan yang terlalu rumit.

BUKAN BUATAN UFO?

Kesimpulan yang tertuang dalam buku ini sendiri menyatakan kalau CC tersebut terbentuk karena "angin ion dan vortex plasma". Walaupun ini terkesan mengeliminasi keberadaan UFO sebenarnya tidak juga, karena pertanyaan berikutnya yang pasti akan muncul adalah:

"Siapakah di Indonesia yang memiliki teknologi (penciptaan), pengendalian, dan pemanfaatan angin ion dan vortex plasma untuk membengkokkan tanaman padi secara selektif, dan membentuk pola yang kompleks?"

Dalam buku tersebut dinyatakan pula bahwa ada kemungkinan kuat kalau CC ini terbentuk oleh perangkat yang terbang melayang di udara, di atas terbentuknya formasi CC, karena jika dilakukan dengan alat berat yang dipancang di tanah maka akan menimbulkan jejak yang jelas, sedangkan perangkat yang mereka miliki di laboratorium untuk menciptakan petir buatan saja sangat rumit dan memiliki ukuran yang tidak kecil.

Adapun komentar buku ini mengenai kemungkinan CC dibuat oleh UFO adalah "Keberadaan UFO belum bisa diterima oleh dunia akademis".

Jadi sebenarnya buku ini sudah memaparkan dengan cukup pintar bahwa:

  • Teknologi pembuatan CC tidak dimiliki manusia (sejauh yang mereka ketahui)
  • Namun untuk bisa menyatakan kalau CC ini dibuat oleh UFO mereka tidak bisa, karena kurangnya data untuk penelitian ke arah ini, dan didukung pula oleh kondisi dimana keberadaan UFO belum diakui oleh dunia akademis, termasuk di Indonesia.


Jadi dalam hal ini bisa dibilang bahwa ini adalah jawaban yang "aman" namun kritis dan berbobot.

MENGAPA NIKEL?

Adapun faktor yang kemudian membedakan dari CC lainnya di dunia adalah sebagai berikut:

  • Terjadi di lahan padi (walaupun bukan satu-satunya kejadian di dunia)
  • Mengandung partikel nikel, sementara biasanya besi

Jika faktor lahan padi dianggap keterbatasan tempat dan pilihan (karena di Indonesia tidak terdapat lahan gandum atau jagung dalam skala besar?), maka faktor pembeda yang khas, bisa jadi adalah adanya kandungan partikel nikel ini; yang mana menimbulkan pertanyaan, mengapa nikel?

Apakah dalam kemunculan partikel Nikel, bukannya Besi, terdapat suatu unsur kesengajaan, yang bisa diartikan sebagai pesan? Inikah kunci pemecah teka-teki kemunculan Crop Circle di Sleman ini? (byms)

Gambar buku dari: http://www.grahailmu.co.id/index/buku/detil/0/1/2/29/buku759.html

Senin, 28 Februari 2011

Cahaya kelap-kelip teramati dalam penerbangan Bandung - Denpasar 24 Feb 11

Dalam penerbangan sore Bandung-Denpasar hari Kamis lalu (24 Feb 11), adik saya melaporkan bahwa pada suatu saat ia melihat keluar jendela pesawat dan menemukan pemandangan aneh di kejauhan; sumber cahaya yang berganti warna dan berkelip cepat, tidak bergerak, di ketinggian hampir sama dengan pesawat, yang saat itu sedang sama-sama berada di atas awan, serta tidak kelihatan bentuk bendanya seperti apa; hanya cahayanya saja.

Semula ia kira ini cahaya dari tiang pemancar radio, namun dalam pemikiran saya mengingat ketinggian jelajah pesawat komersil adalah sekitar 28,000 kaki (sekitar 8,5 km) rasanya sangat kecil kemungkinan ada tiang pemancar radio yang menjulang hampir setinggi dari Mt. Everest, Himalaya (8,8 km), di tanah Jawa pula.

Kemungkinan pesawat lain juga bisa dihapus karena obyek teramati tidak bergerak, sedangkan untuk balon udara saya kurang tahu apa ada jenis balon udara yang bisa mengambang stasioner maupun dilengkapi dengan piranti lampu dengan karakteristik sedemikian. Jadi kemungkinan besar yang dilihat si adik memang UFO.

Sayangnya ia tidak tahu persis posisi pesawat saat itu (wajar saja), maupun mengetahui dengan tepat waktu saat itu, sehingga posisi pesawat di peta tidak bisa dipastikan. (byms)