Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Film The Fourth Kind kisah nyata atau hoax?

The Fourth Kind
The Fourth Kind (Photo credit: Wikipedia)
Dari sekian banyak film yang membahas mengenai UFO & Aliens, film "The Fourth Kind" bisa jadi yang paling memancing pertanyaan dari para penonton Indonesia, karena bisa jadi inilah filmyang bertema semi-dokumenter mengenai peristiwa Alien abduction (penculikan oleh Alien), atau yang dunia Ufologi klasifikasikan sebagai penampakan UFO dari kategori "CE4" alias "Close Encounter of the 4th Kind".

Adapun film-film lainnya yang berkisah mengenai Alien Abduction misalnya "Close Encounters of The Third Kind (1977)", "Communion (1989)", dan "Fire in The Sky (1993)"; dua judul terakhir tersebut berbasis pada kisah nyata, tidak ditayangkan di bioskop Indonesia sehingga luput dari perhatian penonton film-film sci-fi Indonesia.

Terkait judul film "The Fourth Kind sendiri", istilah ini sendiri muncul mengacu pada hasil penelusuran Ufolog kenamaan J. Allen Hynek, yang menjadi konsultan utama Project Blue Book AU AS, dan menyelidiki sekitar 12,000 kasus penampakan UFO yang diterima AU AS di era tahun 1950an. Dari hasil penyelidikan tersebut, Hynek menerbitkan klasifikasi penampakan UFO kedalam beberapa golongan berdasarkan karakteristik dari penampakan yang terjadi (1).

Sedangkan mengenai keaslian dan klaim dari film The Fourth Kind sebagai berbasis pada kisah nyata, ternyata tak lebih dari sekedar marketing gimmick, mengikuti jejak kesuksesan cara marketing serupa yang dilakukan oleh film "The Blair Witch Project (1989)", dan "Paranormal Activity (2007)" film ini bukanlah "berdasarkan kisah nyata" ataupun film semi-dokumenter, tapi fiksi.

Cover of
Cover of The Blair Witch Project
Baik tokoh cerita utama, Dr. Abigail Tyler, kasus kehilangan anaknya karena Alien Abduction, maupun banyaknya warga Nome, Alaska, yang hilang karena diculik Alien, termasuk footage yang ditampilkan di beberapa bagian film, semuanya fiktif, alias rekayasa belaka (2)(3).

Lantas apakah seluruh elemen dalam film ini merupakan hoax? Sebenarnya tidak, setidaknya dalam hal-hal berikut ini:
  1. Kasus Alien Abduction adalah salahsatu fenomena yang dipelajari dalam Ufologi dan dipercaya sebagai nyata 
  2. Kemampuan Alien untuk menghapus pikiran para korban abduction, atau melakukan False Memory Implantation (FMI) - penanaman ingatan yang berbeda sebagai selubung atas kejadian yang sebenarnya, ini juga merupakan kejadian yang berbasis pada kisah nyata para korban Alien abduction 
  3. Kemungkinan seorang psikolog untuk melakukan hypnosis regression untuk membuka ingatan korban abduction mengenai apa yang terjadi sebenarnya, adalah praktik yang banyak dipakai Ufolog dalam menyelidiki kasus kemungkinan Alien abduction 
Adapun mengenai korban Abduction yang terus menerus kerasukan Alien, lalu melakukan hal-hal diluar kewajaran seperti terbang atau mematahkan diri sendiri, sejauh ini tidak ada padanannya dalam kasus di dunia nyata. Begitu juga mengenai komunikasi Alien dalam bahasa Sumeria Kuno, ini adalah kisah fiktif yang mengakar pada legenda Anunnaki: dewa Sumeria kuno. Sejauh yang Ufologi ketahui, banyak jenis Alien lebih memilih berkomunikasi secara telepatik, atau kalaupun secara verbal maka yang mereka pakai adalah bahasa yang terkini yang dikenal oleh saksi, bukan bahasa kuno yang sudah tidak pernah dipakai lagi.

Saya pribadi jika pada awalnya cukup terhanyut dengan aneka ragam footage yang ditampilkan, serta munculnya ciri-ciri telah terjadinya FMI, mulai buyar konsentrasi dan rusak ilusi filmnya, ketika korban Abduction yang diwawancara menunjukkan tanda-tanda kerasukan ala film "The Exorcist (1973)", dan Alien yang dibicarakan berbicara dalam bahasa Sumeria kuno. Padahal baik premise maupun prolog filmnya cukup menarik.

Jadi apakah film "The Fourth Kind" ini berdasar kisah nyata? Secara faktual tidak, tapi sebagian elemen cerita yang dipakai betul mengacu pada kasus-kasus Alien abduction yang asli.


Jika anda tertarik dengan film mengenai kisah Alien Abduction yang berdasar kisah nyata, silakan tonton "Fire in The Sky" yang bercerita mengenai kisah penculikan Travis Walton, salahsatu kasus Alien abduction paling terkenal di dunia Ufologi, atau "Communion" yang mengisahkan kasus Alien abduction terhadap Whitley Strieber. (byms)


Referensi:
Enhanced by Zemanta

Selasa, 24 Juli 2012

Cakram neon di langit Denpasar, Bali, 24 Juli 2012

Jam 00:30 tadi terlihat seberkas cahaya di langit, bentuk seperti lampu cakram neon putih kebiruan.

Awalnya saya kira ini bintang jatuh, secara kemunculannya yang tiba-tiba, tapi tidak ada ekor, tak ada perubahan intensitas cahaya, terlalu pelan, dan yang paling menggugurkan adalah ketinggiannya sangat dekat: di bawah awan.

Karena itu sempat terpikirkan juga barangkali ada yang main kembang api, tapi intensitas cahayanya terlalu konstan dan tidak seterang flare phospor, muncul dan hilangnya juga seperti diatur saklar on/off sedangkan flare kembang api biasanya meredup dan mati.

Kecepatannya juga cukup tinggi untuk kembang api, terlihat ada tenaga di sana: bukan sekedar jatuh karena ditarik gravitasi. Arah lintasan diagonal konstan, sementara angin sedang kencang karena terlihat awan bergerak cukup cepat.

Ukurannya juga terlalu besar untuk flare kembang api, yaitu sekitar 1/2 bulan purnama.

Lokasi: Renon, Denpasar, Bali. Arah: Barat Laut. Lama penampakan: 2 detik. Saksi: sendirian.

Metode: Aktif, sugesti positif: tegur sapa. (byms)

Enhanced by Zemanta

Rabu, 25 April 2012

Keaslian foto UFO di Kebumen Selatan, 26 February 1932

Sudah beberapa waktu ini beredar gambar diantara situs-situs yang memuat artikel mengenai pemunculan UFO di Indonesia, yang konon berasal dari Kebumen Selatan, 26 February 1932 sebagai berikut:



Adapun saya, selama aktif di BETA-UFO merasa tidak pernah menemukan foto serupa dari penampakan-penampakan UFO di Indonesia yang lebih tua dari penampakan UFO di Gunung Agung, Bali, 17 Agustus 1973, tergerak untuk mencari tahu mengenai keabsahan dari foto tersebut.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ketahuanlah bahwa ternyata foto tersebut bukan berasal dari Kebumen Selatan, 16 February 1932, melainkan dari Trindade Island, Brazil, 16 January 1958 (sumber).

Kerancuan yang muncul sendiri, rupanya terjadi karena banyaknya situs-situs blog yang menulis mengenai sejarah penampakan UFO di Indonesia, namun seringkali hanya saling copy satu sama lain tanpa ada upaya untuk melakukan verifikasi lebih lanjut, atau sekedar pilih acak foto UFO yang tidak terkait, namun dianggap sebagai foto dari salahsatu penampakan UFO di Indonesia oleh penyalin konten berikutnya.

Jika anda tertarik untuk mengetahui foto-foto penampakan UFO terkini dari Indonesia, silakan kunjungi bagian gallery dari situs web BETA-UFO di alamat berikut ini: http://www.beta-ufo.org/foto-ufo. (byms)
Enhanced by Zemanta

Kamis, 09 Februari 2012

Bintang Berjalan Merah Redup di atas Pulau Serangan, 6 Feb 2012

Senin 6 Feb 2012 lalu, saat itu pulang kantor sekitar jam 7an, dan udara jarang-jarang cerah. Dari pelataran parkir belakang kantor di dekat Pulau Serangan, Bali ini, terlihat sang rembulan menyala gagah menerangi langit malam di atas Pulau Serangan. Sedikit disayangkan, adalah kondisinya yang belum purnama sempurna karena berdasarkan penanggalan Hijriah, malam itu baru tanggal 13 Rabiul Awal, sehari setelah Maulid Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.

Sesuai juklak, maka jika kondisi "malam hari" bertemu dengan "langit cerah", maka hasilnya adalah: waktunya berburu UFO! Segera sayapun keluarkan dari tas ransel, bagian-bagian dari pena laser 200 mW (mili Watt) untuk disusun. Sengaja saya simpan terpisah karena ternyata perangkat ini terus menerus memakan baterai saat tidak dipakai sekalipun jika disimpan dalam keadaan utuh. Dengan cara ini, saya bisa berhemat penggunaan baterai AAA dari sekitar 1 mingguan ke berbulan-bulan.

Segera setelah pena siap, sayapun mengarahkan laser ke beberapa awan yang terbang rendah. Di kejauhan tampak titik kuning redup dengan iringan flashing dari lampu-lampu merah dan hijau: pesawat terbang komersil. Bukan ini yang saya cari. Sinar lasernya sendiri, ternyata bisa menjangkau hingga ke awan rendah, terbukti dari adanya bulatan (spot) teramati di awan yang kena tembak laser.

Setelah secara acak menembakkan laser ke berbagai penjuru langit, sayapun fokus ke bagian langit di atas kepala dan mulai membiasakan mata terhadap kondisi langit yang gelap ini.

Kamis, 29 September 2011

Panduan Identifikasi UFO: Layang-Layang Berlampu

Salahsatu masalah dalam identifikasi penampakan UFO secara visual, adalah semakin banyaknya benda terbang buatan manusia yang entah disengaja atau tidak, memiliki penampilan mirip UFO. Karena itu sebagai seorang pengamat UFO, merupakan hal yang sangat penting untuk selalu memperbarui pengetahuannya dengan perkembangan terkini, terutama terkait benda terbang buatan; baik itu yang dibuat dengan teknologi tinggi, maupun dengan teknologi relatif sederhana, dan bisa dibuat dengan mudah sehingga populer di masyarakat umum.

Salahsatu benda terbang yang masuk kategori terakhir tersebut, dan seringkali diduga oleh pengamat sebagai UFO, adalah layang-layang/layangan/wau berlampu.

Seiring mudahnya dan murahnya memperoleh lampu LED beserta sumber listriknya, maka melengkapi sebuah layang-layang dengan sumber cahaya bukanlah lagi masalah sekarang. Terlebih dengan ukuran layang-layang yang kadang bisa mencapai rentang tiga meter, maka sumber cahaya yang lebih kuat, sekaligus rangkaian elektronik untuk memanipulasi pola tampilan cahayanya, bisa juga dipakai.

Namun demikian, walaupun dari penampilan di waktu malam sama-sama misterius seperti UFO sungguhan, ada beberapa karakteristik yang konsisten teramati pada layang-layang berlampu ini, terutama karena ketergantugannya pada adanya tali pengikat ke bumi, dan cara terbangnya yang sepenuhnya memanfaatkan hembusan angin.

Secara umum, penampakan layang-layang berlampu ini marak di sekitar mulainya musim kemarau, hingga berakhirnya, yaitu antara bulan Juli hingga Desember. Di beberapa tempat, semisal di Bali, malah bulan-bulan ini dimanfaatkan untuk mengadakan lomba layangan, memanfaatkan kondisi langit cerah tak berawan, dan besarnya angin yang berhembus.

Karena besarnya layang-layang yang diperlombakan di ajang seperti ini, maka seringkali untuk menerbangkannya pun perlu usaha ekstra keras menggunakan bantuan seperti kendaraan bermotor, atau orang banyak, sehingga umumnya jika telah terbang maka akan dibiarkan terbang selama beberapa hari tanpa diturunkan.
Berikut ini beberapa karakteristik khas penampakan layang-layang berlampu: 
  1. Pola pergerakannya monoton, tidak ada perubahan dalam waktu relatif lama
  2. Bentuk pola lintasan antara ellips, lingkaran, atau lingkaran ganda/angka 8
  3. Tidak ada perubahan kecepatan yang mendadak ataupun ekstrim, misalnya dari bergerak lincah ke diam, atau sebaliknya
  4. Arah pergerakan relatif mulus, tidak zigzag ataupun acak
  5. Posisi relatif stasioner, alias di bagian langit yang itu-itu saja, tidak berkelana ke bagian langit lain yang jauh
  6. Teramati secara konstan dalam waktu relatif lama
  7. Sumber cahaya berupa titik, ukuran relatif kecil (bukan layang2nya sendiri yang bercahaya)
  8. Intensitas cahaya relatif lemah
  9. Perubahan intensitas warna relatif konstan, antara tidak meredup atau menerang sama sekali, atau meredup dan menerang dalam jarak waktu yang sama
  10. Warna cenderung "mentah"; merah murni, hijau murni, biru murni, dll.
Apakah anda pernah menyaksikan penampakan serupa? Atau memiliki komentar terkait karakteristik-karakteristik yang diungkapkan di sini? Silakan berbagi komentar. (byms)

Senin, 28 Februari 2011

Cahaya kelap-kelip teramati dalam penerbangan Bandung - Denpasar 24 Feb 11

Dalam penerbangan sore Bandung-Denpasar hari Kamis lalu (24 Feb 11), adik saya melaporkan bahwa pada suatu saat ia melihat keluar jendela pesawat dan menemukan pemandangan aneh di kejauhan; sumber cahaya yang berganti warna dan berkelip cepat, tidak bergerak, di ketinggian hampir sama dengan pesawat, yang saat itu sedang sama-sama berada di atas awan, serta tidak kelihatan bentuk bendanya seperti apa; hanya cahayanya saja.

Semula ia kira ini cahaya dari tiang pemancar radio, namun dalam pemikiran saya mengingat ketinggian jelajah pesawat komersil adalah sekitar 28,000 kaki (sekitar 8,5 km) rasanya sangat kecil kemungkinan ada tiang pemancar radio yang menjulang hampir setinggi dari Mt. Everest, Himalaya (8,8 km), di tanah Jawa pula.

Kemungkinan pesawat lain juga bisa dihapus karena obyek teramati tidak bergerak, sedangkan untuk balon udara saya kurang tahu apa ada jenis balon udara yang bisa mengambang stasioner maupun dilengkapi dengan piranti lampu dengan karakteristik sedemikian. Jadi kemungkinan besar yang dilihat si adik memang UFO.

Sayangnya ia tidak tahu persis posisi pesawat saat itu (wajar saja), maupun mengetahui dengan tepat waktu saat itu, sehingga posisi pesawat di peta tidak bisa dipastikan. (byms)

Kamis, 26 Agustus 2010

Kemungkinan UFO di atas Pulau Serangan - Agustus 2010

Spherical UFO over Serangan Island, Bali, August 26 2010
Pagi ini ceritanya saya berusaha mengabadikan burung-burung bangau yang biasanya bertengger di halaman belakang kantor. Sewaktu diunduh hasilnya, ternyata ada satu foto yang menunjukkan adanya obyek lain selain burung yang ikut terekam. Awalnya saya duga burung kecil, karena memang ada beberapa yang ikut berkeliaran waktu pemotretan berlangsung, namun setelah diteliti lebih lanjut sepertinya obyek lebih mirip piringan daripada burung, cukup solid, dan berada tidak terlalu jauh dari posisi pengambilan gambar. Juga menimbang shutter speed yang lumayan tinggi; 1/500 detik, maka sepertinya kalau sekedar burung dalam kecepatan normal maka ia bakalan tertangkap dalam kondisi cukup beku.

Dari arah pengambilan gambar (Selatan), berarti obyek berada di sekitar Pulau Serangan, Bali.

Setelah diperbesar sekitar 20X, obyek misterius ini menunjukkan kalau ia memiliki semburat warna ungu di bagian atas, dan hijau di bagian bawah; setelah saya cek ke bagian lain foto, ternyata memang ada sedikit iluminasi/bayangan warna semu pada bagian dengan kontras tinggi, tapi lebih ke warna coklat atau merah, bukan ungu apalagi dua warna.

Sekitar dua minggu sebelumnya sebenarnya saya pernah menyaksikan juga penampakan yang rada unik; sebuah benda hitam terbang cepat di atas laut dari arah timur, dengan lintasan horizontal menurun arah selatan ke sekitar Pelabuhan Benoa; sayangnya terlalu jauh untuk diperhatikan detailnya, yang pasti kecepatannya lumayan tinggi, sekitar 5-6 kali kecepatan parasailing yang biasa terlihat di daerah sana. Satu hal unik lainnya, di ujung perjalanannya, saat masih berada di udara, si obyek mendadak hilang.

UFO kah? Bagaimana menurut anda? (bay)

Jumat, 30 Juli 2010

Bintang Berjalan Merah Redup di Langit Denpasar

Setelah lama absen, akhirnya ngeliat lagi UFO.

Selasa malam, sekitar jam 8. Pulang dari kantor dan markir motor, lalu masuk kamar dan disambut ceria si kecil yang baru berusia 1.5 tahun. Rencananya malem itu mau makan di luar karena isteri nggak masak, sambil nunggu isteri siap-siap, sayapun ke luar lagi ke tempat parkir, karena si kecil naga-naganya pengen maen-maen di motor. Sambil jalan ke arah motor, seperti biasa menyempatkan diri buat melongok ke langit dulu, memperhatikan suasana langit malam itu sekaligus berburu, siapa tau ada sesuatu yang lewat.

Mata yang masih belum terbiasa dengan gelapnya langit, lama kelamaan mendapati ada beberapa bintang bersinar di langit, walaupun sebagian besarnya ditutupi awan tipis. Kemudian pandangan tertuju pada sebuah titik sinar redup tepat di arah tegak lurus di atas; awalnya dikira bintang... lho tapi koq bergerak?

Jumat, 19 Maret 2010

UFO di Indonesia

Banyak diantara kita menyangka, UFO hanya muncul di belahan dunia Barat saja, atau tepatnya di Amerika Serikat. Betulkah ini yang terjadi? Pada kenyataannya UFO bisa muncul dimana saja; dimanapun ada orang tertarik mengenai UFO, dan ia mencari tahu ke sekitarnya, maka akan ada satu atau dua orang yang mengaku pernah melihat sesuatu yang asing di langit, walaupun di Indonesia, pemahaman mereka akan peristiwa tersebut mungkin lebih terkait kepada hal mistis atau spiritual, bukan teknologi asing.


Menurut organisasi tertua pengamat UFO di AS, MUFON (Mutual UFO Network), eksklusivitas kemunculan UFO di Amerika Serikat adalah salahsatu pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat kepada mereka.

Dan faktanya dari hasil banyak penelitian, UFO telah teramati dimanapun disana ada manusia. Setiap benua memiliki sumbangsihnya masing-masing, sebagaimana terjadi di seluruh negara, walaupun ketertarikan warga setempat turut berperan kepada kejelasan akurat mengenai aktivitas UFO di daerah tersebut. Dimanapun ada seseorang yang tertarik untuk menyelidiki laporan penampakan UFO, maka mereka akan menemukannya; walaupun tidak otomatis berarti si peneliti tersebut hidup di daerah pusat aktivitas UFO.

Beberapa dari laporan pertama penampakan UFO datang dari Eropa dan Pasifik. Sejak saat itu, penampakan UFO telah dilaporkan dari semua benua dan bisa jadi semua negara. Dari catatan sejarah, telah terjadi gelombang besar penampakan tidak hanya di AS, melainkan juga di Inggris, Perancis, Belgia, Rusia, dan negara-negara lainnya. Organisasi resmi dan pribadi telah didirikan di banyak negara untuk mempelajari penampakan mereka, dan hasilnya adalah terdapat kemiripan antara penampakan UFO di suatu negara dengan negara lainnya. Jenis dan variasi yang sama dari UFO telah dilihat di banyak tempat, dan ini telah berubah sedikit saja selama bertahun-tahun.

Penampakan UFO di Jerman

Pada akhir 1944, menyusul meningkatnya aktifitas Perang Dunia II, laporan penampakan "Foo Fighters" meningkat tajam. Pilot dari persawat pembom AS dan UK dan peterbang malam di daerah pendudukan Perancis dan Jerman menggambarkan munculnya bola-bola bercahaya yang terbang dalam formasi bersama mereka dalam kurun waktu lama, untuk kemudian sekedar terbang menjauh dan menghilang. Penjelasan pertama atas fenomena ini adalah mereka ini pastinya sejenis senjata anti pesawat terbang buatan Jerman, yang sedang di-tes sebelum diterjunkan untuk beraksi; namun perang berakhir tanpa satupun "foo-fighter" yang menunjukkan aktivitas tidak bersahabat.

Para peneliti lalu mencoba untuk menyalahkan pesawat tempur jet dan roket Jerman yang beroperasi di malam hari. Namun kemudian diketahui bahwa selama masa penampakan "Foo Fighters" berlangsung, bisa jadi hanya ada satu penerbangan malam oleh pesawat tempur jet Jerman, dan tidak ada penerbangan pesawat tempur bertenaga roket.

Penampakan UFO di Indonesia


Pada waktu yang kurang lebih sama di Teater perang Pasifik, pesawat pembom AS seringkali diikuti selama berjam-jam oleh cahaya terang yang kemudian berbalik arah dan menjauh. Seperti diulas dalam tulisan "UFO - Senjata Rahasia Perang", pada masa ini Indonesia pun telah menjadi salahsatu tempat penampakan UFO, seperti terekam dalam catatan pihak Sekutu sebagai berikut:

Dalam suatu misi pengeboman Palembang tanggal 10 Agustus 1944, pilot pembom B-29 Sekutu Kapten Alvah M. Reida yang berpangkalan di Kharagaphur, India, dikejutkan oleh munculnya piringan metalik bercahaya oranye di samping kanan sayap ketika pesawat telah meninggalkan sasaran [8]. Pilot lalu mencoba melakukan manuver menghindar namun ternyata bisa diikuti piringan asing begaris tengah 1,5 - 2 meter tersebut dengan mudah. Setelah delapan menit mengikuti, benda asing tersebut tiba-tiba berbelok tajam dan menghilang dalam waktu sangat cepat.

Para petinggi militer menyatakan mereka adalah pesawat bunuh diri Jepang, dan inilah keterangan yang muncul di laporan-laporan resmi. Namun pesawat jenis tersebut tidak pernah terbang di waktu malam, dan mereka tidak pernah membuntuti pesawat pembom dalam waktu lama tanpa melakukan apapun. Perang berakhir dengan ratusan laporan penampakan yang masih tidak bisa dijelaskan hingga kini. (bay)

Jumat, 12 Maret 2010

UFO Lembang Feb 2010

Berikut ini rekaman penampakan UFO di langit daerah Lembang, Bandung Utara sekitar Februari 2010




Video ini diambil oleh "Thekangdicky", alias kang Dicky Zaenal Arifin dari Hikmatul Iman (HI).

Analisis Penampakan UFO

Pada awal film terlihat sebuah titik terang cahaya di langit malam hari, diambil dengan mode low-light (tampilan hijau), dalam posisi UFO yang sepertinya stasioner. Pada bagian pertengahan film, terlihat benda tersebut melaju dengan kecepatan konstan, dan dengan pijaran cahaya yang juga stabil. Di bagian akhir film terlihat langit sudah lebih terang, dan UFO bergerak masih dengan kecepatan yang sama dengan arah lurus, diantara lapisan awan tipis.

Secara umum, rekaman ini menangkap sebuah benda terbang tak dikenal dengan karakteristik mengarah ke indikasi positif UFO dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Benda terbang memiliki satu sumber cahaya terang berwarna putih, mirip seperti karakteristik penampakan UFO jenis Scout
  2. Benda terbang tersebut bisa mengapung stasioner, sekaligus bisa bergerak dan traveling dengan kecepatan konstan
Hal yang menyulitkan untuk pengambilan kesimpulan adalah kurangnya data yang bisa digali dari rekaman penampakan. Tidak ada extreme zoom untuk memperlihatkan detail benda terbang asing tersebut, maupun continuous shot yang menunjukkan bahwa itu adalah benda terbang yang sama dari awal hingga akhir rekaman.

Catatan:

Kang Dicky adalah Guru Utama sekaligus pendiri Hikmatul Iman, Lembaga Seni Bela Diri yang berpusat di daerah Bandung. Selain bela diri, kang Dicky juga mengajarkan penguasaan tenaga dalam, tenaga metafisik, termasuk pengobatan alternatif. Kang Dicky juga mengaku memiliki pengalaman perjumpaan dengan UFO dalam beberapa kesempatan lain. (bay)

Jumat, 22 Januari 2010

Benda Terbang Misterius di kaki Gunung Cikurai, 2008


Image ini diambil pada tahun 2008 lalu, di kaki Gunung Cikurai, Garut. Obyek terlihat sedang menurun perlahan dalam arah diagonal nyaris horizontal. Setelah diteliti dari hasil foto, obyek terlihat seperti sebuah balon udara berbentuk kenari (click gambar untuk memperbesar), namun tanpa terlihat adanya obyek yang tergantung dari balon tersebut. Ada yang tahu apa di daerah Cikuray sana beroperasi balon udara seperti ini? (bay)

Senin, 29 Desember 2008

Historical Sightings 1942 - 1946 - The Bible UFO Connection

Historical Sightings
1942 - 1946

1942
  • Japan: An Imperial Japanese Sally bomber aircraft, on a mission over the Sea of Japan, was approached by a small dark spherical object which flew around and between the aircraft in the formation. An alert gun-cameraman snapped one photograph.
  • Solomon Islands: While in the Solomon Islands US Marine Corp Sgt. Stephen J. Brickner sighted a staggering number of UFOs, laid out in virtually an enormous rectangle. They were in rows of 15 objects long by ten objects deep. The formation was 15 craft long and 10 deep. Formation sightings have been reported before but the rectangle shape is unique.
  • Timor Sea: The cruiser Tromp was approached by a large aluminum disc that flew at tremendous speed. It then circled the Dutch vessel for about three to four hours. Finally, it flew off at an estimated speed of 3,000-3,500 mph.
  • USA, California, Los Angeles: A gigantic black-out, covering the area from Bakersfield south to San Diego and eastward to Boulder City and Las Vegas, Nev., went into effect shortly after 8 o’clock last night on orders from the Army Fourth Interceptor Command. It continued until 11:03 p.m. As Los Angeles went dark amongst considerable confusion and uncertainty, The Interceptor Command announced, “this is not a practice black-out.” A yellow signal, indicating the approach of enemy air raiders, was flashed on the state-wide teletype at 7:35p.m.. Police said the signal indicated the presence of unidentified airplanes approaching Los Angeles from the sea but did not necessarily mean they were enemy. Anti-aircraft and machine gunners scrambled to their weapons at Ft. Mac Arthur, which was promptly placed on alert basis. Reports that the sound of gunfire could be heard could not be verified from listening posts at the beach or at the harbor. Definite indication that the Interceptor Command meant business by calling for the black-out was contained in a statement from a spokesman who said: “There are planes over the south of Los Angeles that are unidentified. The area will be blacked out until we can identify them.” When asked if Army planes had been sent aloft to contact these aircraft the spokesman said: “You can assume there have been.” Thousands of Angelinos, listening for straining ears for sounds of aircraft, were unable to distinguish sounds of motors, however. A few minutes after the black-out was ordered, the flashing of what appeared to be Army searchlights was visible in the higher portions of Los Angeles, 25 miles from the water front. Headquarters of the Fourth Interceptor Command, calling the blackout a success, said they had a report that unidentified planes were in the vicinity of Los Angeles.
1943
  • Burma: US bomber pilots flying missions from Burma to China reported being buzzed and circled by 'glittering' objects. Instruments failed to operate until the objects flew off.
  • China, Qing Xian, Hebet Province: A domed UFO that emitted a white light was seen flying less than 20 feet above the ground.
  • Germany, Schweinfurt: On October 14, 1943, US B-17s of the 348th Bomb Group had started a bombing run over Schweinfurt, Germany, when they ran into a formation of 'scores' of small, silvery disks, about one inch thick and four inches in diameter, flying toward the bombers. Major E.R.T. Holmes reported that one struck the tail of one aircraft, but without effect.
  • Russia, Pushkino: Soldiers saw a disc-shaped object hovering high in the air above aircraft.
1944
  • Austria, Klagenfurt: Major Leet, a bomber pilot, saw a luminous disc follow his plane and its maneuvers.
  • Germany, Hagenau: On December 22, 1944, Lt. David McFalls of the US 415 th night fighter squadron was over Hagenau, Germany. At 6:00 am, he saw two 'hug, bright orange lights' climbing toward the plane. McFalls dived, banked and turned his plane, but the UFOs stuck with him for two minutes, then peeled off and blinked out.
  • India, Kharagapur: On August 10, 1944, Captain Alvah M. Reida was piloting a B-29 bomber based at Kharagapur, India, on a mission over Palembang, Sumatra, when his right gunner and co-pilot noticed a sphere 'probably five or six feet in diameter, of a very bright and intense red or orange in color' that constantly throbbed, about 12,500 ft off the starboard wing. It kept up with the B-29, then flying at 210 mph. Reida tried to shake it off his plane, but it stayed in the same relative position until , after eight minutes, it 'made an abrupt 90 degree turn and accelerated rapidly, disappearing in the overcast.'
  • USA, Washington, DC. On February 22, Franklin D. Roosevelt writes a Top Secret memo on White House stationary for "The special committee on non-terrestrial science and technology." Both the title and the content clearly allude to extraterrestrial life, the former using the word "non-terrestrial" and the latter talks about "coming to grips with the reality that our planet is not the only one harboring intelligent life the universe.
  • World War II pilots on both sides of the conflict reported, "Foo fighters," bright, unidentified flying objects that move in the sky in a strange manner.
1945
  • North Korea, Wonsan: Three Japanese Zeroes engage two daylight discs in a dogfight. One Zero is shot down, and the UFOs flee into space.
  • USA, Alaska, Aleutian Islands: Fourteen men on the USAT Delarof saw a dark spherical object rise out of the water, circle their ship and fly off to the south.
1946
  • Sweden: The well-documented 'Ghost Rocket' invasion of Sweden took place as cigar-shaped objects rained down on land and lake in this area of northern Europe.
  • USA, Florida: Pilot and crew of a C-47 aircraft 30 miles north-east of Tampa, saw a cigar-shaped object with luminous portholes hurtle towards them in horizontal flight at the same altitude of 4,000ft. At 1,000 yards distant it swerved to avoid them. Estimated size of object was twice that of a B-29 bomber.

Source: http://www.bibleufo.com/ufos902.htm

Rabu, 10 Desember 2008

Berita: UFO Sighting di Petukangan Selatan, Jakarta

Baru saja tayang di RCTI sekitar jam 00.00 tadi.

Saksi mata bernama Jufri, bersama seorang temannya pada hari Senin malam sekitar pukul 8:30 malam melihat formasi cahaya aneka warna di langit diatas rumahnya. Formasi tersebut berupa tujuh titik cahaya aneka warna yang kerlap-kerlip, bergerak pelan kemudian melayang stasioner. Setelah dua-tiga menit formasi cahaya lalu menjauh dan menghilang.

Tak berapa lama kemudian formasi cahaya tersebut kembali muncul, kali ini berupa delapan titik cahaya.

Ada rekaman video nya, tujuh titik sinar dengan formasi belah ketupat (empat dan tiga) berwarna oranye, putih, dll. Sekilas terlihat mirip sighting UFO diatas Bandara Surabaya yang kemudian dinyatakan sebagai cahaya LED dari layang-layang. Analisis untuk sighting kali inipun tidak jauh berbeda: balon udara!

Any comments? (bay)

Senin, 07 April 2008

Berita: UFO Terekam di Foto -- Dago Atas, Bandung

Source: DetikBandung

04/04/2008 11:55 WIB

Berfoto Bersama Alien di Bandung Utara

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - Tidak hanya rekaman UFO yang tersebar secara luas, salah seorang warga yang sedang berkunjung ke Bandung Utara mengaku tidak sengaja memotret sosok yang tampak seperti alien.

Darmawan (25) mengungkapkan hal ini ketika ditemui detikbandung di kediamannya di Jalan Pasirluyu 292 RT 05 RW 05 Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol, Jumat (4/4/2008). Menurut Darmawan, ada sosok yang mirip alien terpotret ketika dirinya berkunjung ke Dago Atas. Pada Sabtu malam (22/3/2008) Darmawan bersama kakaknya, Warman (34) dan 5 orang teman kakaknya mengunjungi salah satu restoran di Dago Atas.

Seusai bersantap sekitar pukul 22.00 WIB, mereka berfoto di pelataran parkir restoran tersebut. Darmawan menuturkan kamera yang digunakan adalah milik teman kakaknya bernama Amir, jenis kameranya Nikon D80. Setelah memotret beberapa kali, mereka kembali ke penginapan di Padalarang, tiba pukul 24.00 WIB.

"Di penginapan, Amir mentransfer foto ke laptop. Beberapa foto diamati bersama. Ada salah satu foto yang mengejutkan, yaitu foto yang memuat mereka berenam, dan di belakangnya ada satu benda berbentuk lancip menyerupai pesawat. Di ujung lancipnya mengeluarkan sinar warna merah," tutur Darmawan.

Posisi benda itu, lanjut Darmawan, seperti sedang bergerak menembus langit, mengarah ke satu titik cahaya. Beberapa foto lain juga menangkap hal serupa. Bahkan salah satu foto, ada bayangan merah di sebelah kiri. Setelah diperbesar, ada sosok kepala sedikit panjang.

"Sosok itu mirip alien yang sering digambarkan di media," jelasnya.

Meski memiliki bukti otentik, Darmawan mengaku sedikit ragu dengan keberadaan UFO. Dirinya mengungkapkan sudah sering mendengar isu tentang penampakan UFO di Bandung Utara. Namun Darmawan belum yakin sampai ada pakar yang membenarkan keberadaan UFO.

"Saya sudah mengirimkan foto ini ke beberapa pakar, termasuk juga ke Beta-UFO. Namun belum ada tanggapan. Saya sih berharap secepatnya, karena saya juga penasaran," jelasnya. ( twi / ern ) 

Berita: UFO Terlihat di Buahbatu Bandung

Catatan: Cerita pendukung untuk video sighting ogiefreak yang ini:
http://ufosiana.multiply.com/video/item/5/UFO_di_Bandung_Selatan_0108
Source: DetikBandung

04/04/2008 09:51 WIB

Penampakan UFO di Buahbatu Bandung

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - The truth is out there. Tagline ini menjadi pembuka serial TV The X Files, tentang keberadaan dunia asing di angkasa. Tidak harus menjadi Mulder dan Scully untuk bisa melihat keanehan-keanehan angkasa. Belum lama ini warga Ciburial, Ogi Taryadi melihat penampakan UFO (unidentified flying object) di kawasan Buahbatu.

Ogi menuturkan penampakan tersebut terjadi pada Januari lalu, Sabtu siang (19/1/2008) di Jalan Gurame, Buahbatu. Awalnya yang melihat penampakan tersebut adalah tiga orang teman Ogi yakni, Agung Priyatna (26), Angga dan Wail. Ketiga temannya ini sedang berada di kosan di Jalan Bali, melihat benda berwarna hitam yang terbang memutar dan bergerak ke atas.

"Kata Agung bergeraknya seperti balon, ke atas. Dia juga yakin kalau itu bukan helikopter," ujar Ogi kepada detikbandung ketika ditemui di kantornya di Jalan Gurame, Kamis (3/4/2008).

Menurut Ogi, Agung mengamati benda tersebut sekitar 10 menit. Tak lama, lanjut Ogi, sekitar pukul 12.00 WIB, Agung menghubungi untuk memberitahukan tentang penampakan yang dilihatnya.

"Saya langsung melihat ke langit, mencari-cari kalau-kalau masih ada, karena Jalan Bali dan Jalan Gurame kan jauh. Eh tak lama baru benda itu muncul lagi, saya langsung lihat pakai teropong," tuturnya.

Ogi meyakini benda yang dia lihat melalui teropong tersebut merupakan UFO. Diungkapkannya bahwa bentuk benda tersebut seperti piringan, berbeda dengan bentuk pesawat pada umumnya.

"Saya melihat benda itu sekitar 10 menit. Baru kemudian saya teringat untuk merekamnya dengan handycam," kata Ogi.

Meski berhasil merekam, Ogi menyayangkan rekamannya hanya berdurasi lima menit. Selain itu hasil rekamannya kurang memuaskan karena penampakan UFO terlihat jauh.

"Saya sedikit terlambat, harusnya saya rekam ketika benda itu terlihat jelas," ungkapnya.

Video penampakan UFO tersebut telah disebarkan Ogi di internet melalui situs YouTube. Penampakan pada 19 Januari 2008 bukanlah yang pertama kali bagi Ogi. Tahun lalu, tepatnya 12 Agustus 2007, dirinya mengaku pernah melihat penampakan UFO dan sempat merekamnya juga.
( twi / ern )

Berita: Ciburial, Bandung -- UFO Hotspot

Source: DetikBandung

04/04/2008 10:28 WIB

Ciburial Langganan Dikunjungi UFO

Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Saksi hidup penampakan UFO ternyata bukan hanya satu dua orang. Salah satu saksi, Ogi Taryadi (29) menuturkan bahwa di kawasan Ciburial tempat tinggalnya, merupakan langganan penampakan UFO atau benda asing luar angkasa.

Hal ini dikemukakan Ogi kepada detikbandung, ketika ditemui di kantornya di Jalan Gurame, Kamis (3/4/2008). Ogi menuturkan bahwa sejak kecil dirinya sering melihat UFO dari rumahnya di Jalan Bukit Pakar Timur Ciburial.

"Sejak SMP saya sudah sering melihat UFO, tapi dulu saya tidak tahu apa-apa. Saya pikir itu pesawatnya pemerintah," jelas Ogi.

Kala itu Ogi melihat benda besar menukik dari langit ke bawah, warnanya terang dan setelah itu terbang kembali. Tidak hanya Ogi, keluarga dan tetangga yang bermukim di kawasan Ciburial juga sudah sering melihat fenomena ini.

"Keluarga saya pernah melihat UFO yang besar dari jarak yang sangat dekat. Sekitar 100 meter dari atap rumah. Waktu itu saya sedang tidak di rumah. Kata keluarga saya, ada pesawat-pesawat kecil yang masuk ke pesawat itu," ungkapnya.

Tahun 2003 lalu, kata Ogi, hampir setiap hari ada penampakan UFO di kawasan Ciburial. Bentuk yang sering dia lihat seperti cerutu, sampai yang berbentuk scoutship atau segitiga. "Jadi warga mencurigai keberadaan UFO di kawasan itu," jelasnya.

Ogi juga menambahkan, Ciburial memang sudah dikenal oleh para pemburu UFO. Orang-orang yang penasaran ingin melihat penampakan UFO secara langsung, sering datang ke kawasan tempat tinggalnya.

Berita: UFO Terlihat di Jl. Pajajaran, Bandung

Sumber: DetikBandung

04/04/2008 13:15 WIB

UFO di Bandung

Hari Ini Pukul 07.40 WIB, UFO Terlihat di Jalan Pajajaran
Erna Mardiana - detikBandung

Bandung - Keberadaan Unidentified flying object (UFO) hingga kini masih disangsikan. Namun kesaksian penampakan UFO makin gencar. Hari ini (4/4/2008) sekitar pukul 07.40 WIB, seorang warga Bandung menyaksikan munculnya UFO di Jalan Pajajaran.

Berdasarkan penuturan Boby Hendrawan (35), pegawai salah satu agen perjalanan di daerah Surya Sumantri, kepada detikbandung, seperti biasa dia bersama sang istri keluar rumah di Ciganitri, Bojongsoang, Buahbatu, sekitar pukul 07.00 WIB

"Saya mau mengantar istri saya dulu yang kerja di daerah Ciroyom," ujarnya.

Rute jalan yang diambil melalui Jalan Pasirkaliki lalu belok kiri menuju Jalan Pajajaran. Tepat di dekat taman Jalan Arjuna atau persisnya di depan STM Penerbangan, Boby melihat di atas langit ada benda aneh.

"Saat itu langit cerah sekali, berwarna biru. Saya melihat benda berwarna putih seperti lampu tangan sebesar kepalangan tangan. Benda itu tidak bergerak sama sekali," tuturnya yang mengaku menghentikan kendarannya.

Melihat hal itu, Boby langsung mengabadikannya dengan kamera handphonenya. "Namun sayang pas dilihat di HP, engga terlihat. Mungkin karena pixel kamera saya kecil," ujarnya.

Menurutnya saat itu waktu menunjukkan pukuln 07.40 WIB. Boby mengaku memang sudah sejak lama tertarik dengan fenomena UFO, sehingga secara refleks dia pasti melihat jam saat melihat benda aneh di langit. Dia mengaku ini kejadian kedua kalinya setelah 2004 silam.

"Saya melihat benda itu hingga 15 menit. Nah benda itu sempat bergeser ke kiri, lalu diam lagi. Trus dia bergeser ke atas, dan di atas benda itu keluar cahaya merah, mirip bintang," tutur Boby.

Karena diburu waktu, akhirnya Boby melanjutkan perjalanan sebelum benda itu hilang. "Pas saya pergi pun saya sempat melihat ke atas dan benda itu masih ada. Saya sempat lambaikan tangan, hehe kali saja ada respon," ujar Boby sambil tertawa.

Dia mengaku banyak orang yang menyangsikannya. Hal itu menurutnya sangat wajar. "Saya terima konsekuensinya. Kalau bagi saya yang melihat langsung, sulit untuk tidak percaya," pungkasnya. ( ern / ern )

Rabu, 20 Februari 2008

Arsip: BETA-UFO di HU Kompas, 20/01/08

Kebenaran Ada di Luar Sana...


Kompas/Priyambodo/Kompas Images

Komunitas BETA-UFO Indonesia.

Minggu, 20 januari 2008 | 10:51 WIB
DAHONO FITRIANTO

Pernah melihat UFO? Atau diculik ”alien”? Tapi Anda kemudian diolok-olok saat menceritakan hal itu? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri....

Sebaris kalimat itu menjadi semacam semboyan atau tag line di brosur komunitas BETA-UFO, sebuah komunitas pengamat fenomena benda terbang tak dikenal (disingkat UFO-unidentified flying object atau benda terbang aneh—BETA—dalam bahasa Indonesia). Tanpa banyak diketahui orang, komunitas tersebut telah aktif mengamati fenomena UFO selama sepuluh tahun belakangan ini.

Nur Agustinus (41), salah seorang pendiri komunitas ini pada 26 Oktober 1997, mengatakan, BETA-UFO adalah komunitas yang serius mengamati fenomena UFO dengan mencatat, menyelidiki, dan menyusun laporan penampakan atau pengalaman yang berhubungan dengan UFO di seluruh Indonesia. ”Tujuannya adalah untuk edukasi publik. Jadi kami bukan kelompok pemuja UFO atau UFO cult,” kata Nur, yang sehari-hari berprofesi sebagai psikolog di Surabaya ini.

Komunitas tersebut saat ini memiliki dua ajang komunikasi, yakni melalui laman mereka di www.betaufo.org dan milis yang beralamat di beta-ufo@yahoogroups.com. Hingga hari Sabtu (19/1), anggota milis tersebut telah mencapai 596 orang dan bertambah terus tiap hari.

Nur dan BETA-UFO sempat menerbitkan majalah INFO UFO, tetapi tak bertahan lama karena kekurangan tenaga redaksi dan dana. Untuk memperingati ulang tahun ke-10 komunitas BETA-UFO, akhir tahun lalu, mereka juga menerbitkan buku berjudul Satu Dekade Perjalanan Komunitas BETA-UFO Indonesia Melacak Fenomena UFO.

Buku yang ditulis Nur dan rekannya sesama anggota BETA-UFO, Gatot Tri R (31), itu diterbitkan sendiri dengan dana patungan dari anggota lain.

Laporan UFO

Segala informasi berkaitan dengan UFO dapat ditemukan pada laman, milis, dan buku tersebut, mulai dari laporan-laporan penampakan UFO, jenis-jenis UFO, sampai usaha untuk menjelaskan apa sebenarnya UFO dan dari mana dia berasal. Di www.betaufo.org, misalnya, orang dapat melihat berbagai foto dan laporan penampakan UFO terbaru dari seluruh Indonesia.

Dalam situs tersebut juga disediakan formulir khusus untuk melaporkan penampakan UFO. ”Sebenarnya, banyak penampakan UFO di Indonesia tetapi tidak tercatat karena selama ini tak ada komunitas atau lembaga yang benar-benar serius mengamati UFO,” ungkap Nur.

Karena dianggap sebagai kelompok yang paling mengetahui soal UFO, BETA-UFO saat ini sering menjadi narasumber di berbagai media atau seminar. Bahkan sebuah iklan antena televisi produksi lokal yang berbentuk seperti piring terbang mengutip penjelasan BETA-UFO tentang definisi UFO untuk menarik perhatian.

Tak dibatasi

Nur mengatakan, keanggotaan komunitas ini sangat terbuka. Siapa pun yang merasa punya pengalaman langsung terkait dengan UFO atau sekadar berminat tentang per-UFO-an dipersilakan bergabung. Alhasil, anggota milis BETA-UFO sangat bervariasi dan dari berbagai latar belakang, mulai dari anak SMA sampai ilmuwan bertitel doktor dan pilot Angkatan Udara.

Risiko komunitas yang terbuka seperti ini, tak jarang diganggu atau diisengi orang. ”Kami memang tak bisa membatasi apakah informasi yang masuk itu sungguhan atau sekadar hoax, bualan,” ujarnya.
Info atau laporan yang masuk kemudian didiskusikan bersama di milis atau secara langsung saat kegiatan ”kopi darat”. Setiap info diperlakukan sama, tidak langsung diterima mentah-mentah sebagai kebenaran, tetapi juga tidak diolok-olok seolah-olah itu bualan. ”Pertama kali kita harus skeptis, karena banyak penampakan yang dikira UFO sebenarnya cuma balon atau cahaya lain. Setiap ada laporan masuk, kami selalu berusaha mengarahkan si pelapor pada penjelasan-penjelasan normal,” papar Nur.

Tempat berbagi

Dengan cara itu, BETA-UFO kemudian menjadi tempat berbagi yang aman. Orang yang selama ini takut diolok-olok saat menceritakan pengalamannya tentang UFO menjadi memiliki tempat untuk bercerita. ”Salah satu tujuan kami memang menciptakan lingkungan kondusif agar masyarakat mau berpartisipasi dan secara sukarela mengkomunikasikan fenomena UFO,” imbuh Gatot Tri, yang mengaku pernah didatangi dan bahkan diculik makhluk alien.

Meski bersifat terbuka, komunitas tersebut membatasi diskusi pada hal-hal yang bersifat ilmiah. Menurut Nur, masih banyak orang Indonesia yang menganggap UFO sebagai bagian dari klenik, seperti jin atau santet. ”Begitu diskusinya mulai masuk ke wilayah klenik atau malah jadi perdebatan keagamaan, langsung kami cut,” tandasnya.

Komunitas BETA-UFO berawal dari bertemunya para peminat UFO di sebuah milis pertengahan 1997. Waktu itu internet masih belum terlalu populer di Indonesia, dan para pengguna internet sering berinteraksi di sebuah milis pertemanan bernama Friendship. ”Itu eranya booming film X-Files di TV. Dan ternyata beberapa orang di milis sangat berminat tentang UFO,” kenang Bayu Yunantias (33), seorang desainer TI di Bandung, yang turut mendirikan BETA-UFO.

Bayu, yang saat itu masih kuliah di ITB, kemudian membuat milis tersendiri khusus peminat UFO dalam laman milik ITB yang beralamat di beta-ufo@itb.ac.id. Saat bersamaan, Nur menjadikan rumahnya di Surabaya menjadi sekretariat resmi BETA-UFO hingga sekarang.

Nur berharap, lima tahun ke depan, komunitas ini bisa menyelenggarakan berbagai acara penting yang berkaitan dengan UFO kepada masyarakat umum dan bisa menyajikan sejumlah bukti mengenai fenomena UFO.

Soal kebenaran tentang apa dan siapa UFO itu sendiri? Seperti sering disebut dalam film X-Files: the truth is out there. Kebenaran sejati ada di luar sana....

[Source: Kompas Online]

Arsip: On air di FeMale Radio Jakarta, 28/08/03

FAG : Circle F - Beta UFO : Ada 123 Kasus Penampakan UFO di Indonesia!
August 26, 2003

FAG : Circle F - "Beta UFO" : Ada 123 Kasus Penampakan UFO di Indonesia !

[femaleradio.com-26/8] Bagi sebagian orang, keberadaan UFO (Unidentified Flying Object) hanyalah isapan jempol belaka. Tapi bagi sekelompok orang yang menamakan diri mereka Beta UFO, keberadaan UFO dapat dipercaya. Bahkan ada di antara mereka pernah melihat langsung UFO ! Hingga kini, Beta UFO -komunitas pemerhati UFO di Indonesia- mencatat terdapat 123 kasus penampakan UFO yang terjadi di Indonesia !

Seperti Ikan Pari

Bagi David kecil, melihat benda-benda terbang seperti pesawat berbagai jenis dan helikopter bukanlah hal asing baginya. Tetapi jika benda terbang itu berbentuk seperti ikan pari, itu adalah pengalaman pertama yang berkesan sekali untuknya. "Saya pernah sekali melihat UFO sewaktu masih kelas 3 SD," ujar David, salah anggota "Beta UFO". Menurut David, kejadian tersebut terjadi pada tahun 1983, sewaktu ia masih tinggal di Irian. "Bentuknya seperti ikan pari dan penampakannya sebentar banget. Jarak UFO itu jauh banget dari saya. Kecil sekali tampaknya, seperti uang logam," tutur David kepada Koespramanto dan Iwan Purwanto dalam acara "Circle F" yang setiap minggunya menghadirkan komunitas-komunitas dari berbagai kalangan.

Pengalaman berkesan itu, disimpan David bertahun-tahun lamanya. Hingga suatu ketika, dia bertemu dengan Bayu dan Lutfi lewat sebuah komunitas online (mailing list) di internet. Ngobrol punya ngobrol, ternyata mereka bertiga memiliki minat yang sama terhadap UFO. Berbeda dengan David yang mengaku sudah pernah melihat langsung UFO, Bayu dan Lutfi mengaku belum pernah melihatnya. Meski begitu, Bayu dan Lutfi percaya akan keberadaan UFO. "Awalnya karena imajinasi saya tentang alam semesta yang luas ini, segala possibilities ada di sana. Gue berimajinasi mestinya juga ada makhluk beradab di situ," ungkap Lutfi.

Walaupun, berawal dari sebuah milis yang tidak mengkhususkan diri pada UFO, tapi dari obrolan online tersebut, cukup banyak orang yang berminat pada UFO. Kebetulan pada tahun 1997 itu, para pemerhati UFO belum ada wadahnya. Sehingga, mereka pun akhirnya berkumpul dan memutuskan untuk membentuk komunitas pemerhati UFO yang dinamakan "Beta UFO".

Kini "Beta UFO" telah berdiri selama 5 tahun. Anggota milis mereka kini juga telah mencapai 300 orang. Mereka pun tidak hanya aktif sekedar berdiskusi tentang UFO, tetapi juga mengumpulkan data kesaksian dari kliping dan orang-orang yang pernah menyaksikan UFO secara langsung, terutama peristiwa yang terjadi di Indonesia. Kesaksian tersebut mereka publikasikan dalam sebuah majalah yang mereka terbitkan sendiri bernama Info UFO dan dalam website "Beta UFO".

123 Kasus !

Dari data yang telah mereka kumpulkan selama periode 1883-2001, tercatat 123 kasus penampakan UFO, untuk di Indonesia saja ! Tiga dari 123 kasus tersebut dapat dibuktikan dengan foto.

Peristiwa penampakan UFO paling tua, terjadi pada tahun 1883 sewaktu gunung berapi Krakatau meletus. Ketika itu, orang-orang yang tengah berada di sana, melihat benda-benda di langit yang bercahaya. Sedangkan penampakan UFO di Indonesia yang paling populer terjadi pada tanggal 22 September 1973 di kawasan pantai Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Peristiwa ini dipotret dan disaksikan secara langsung oleh Ir. Tony Hartono Rusman, yang bekerja di sebuah perusahaan minyak.

Waktu itu, sekitar pukul 15.00 Tony sedang melepas lelah, sehabis makan siang di Quarters Platform pada lantai III kompleks menara pengeboran minyak lepas pantai di ladang minyak Arjuna, 83 km dari pantai Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Tiba-tiba perhatian Tony tertarik pada titik hitam di atas cakrawala yang menuju ke arah ladang minyak dengan bentuk lonjong dan berwarna merah tua. Pada jarak sekitar 10 km, benda tersebut membelok dengan tajam dan menjauh lagi, sehingga membuat lintasan seperti bumerang. Di kejauhan, benda itu naik vertikal ke atas dan hilang dari pemandangan. Kebetulan saat itu, Tony sedang menyandang kamera Olympus, maka dengan segera ia menyetel dan membidikkannya ke arah benda yang muncul tidak lebih dari satu menit itu. Semula Tony tidak sadar bahwa benda yang diabadikannya itu adalah sebuah UFO. Setelah film itu dicuci, tampaklah UFO di atas tanker minyak Arco Arjuna, yang kini sudah menjadi terkenal di seluruh dunia.

Kejadian penampakan UFO lainnya di Indonesia yang sempat difoto adalah kejadian pada tanggal 22 Juni 1977 yang sempat disaksikan oleh Dr. Ir. Aryono Abdul Kadir dan dua rekannya, Ir. Rudianto Ramelan dan Ir. Ananda Soeyoso. Pada waktu itu, mereka tengah melakukan perjalanan dari Surabaya ke arah Malang. Tiba-tiba di suatu tempat, di antara Gempol Porong, salah seorang di antaranya melihat benda langit yang menarik perhatian di sebelah barat jalan raya. Dr. Ariono yang pada dasarnya senang mengamati gejala seperti itu, mengira benda langit itu adalah meteor. Segera ia keluar dari mobil dan memotretnya. Tetapi tiba-tiba terjadi lagi hal yang mengejutkan. Benda langit tadi membelok tajam hampir 90° ke arah selatan dan meninggalkan ekor yang tampak seperti bunga api.

Selain itu, penampakan UFO di atas Gunung Agung Bali, juga sempat difoto oleh turis Jepang yang tengah berlibur. Peristiwa yang disaksikan Ryo Terumato tersebut terjadi pada tanggal 1973.

"Beta UFO" mencatat kejadian penampakan UFO yang paling akhir di Indonesia terjadi pada tahun 2001 lalu. "Penampakannya ada di atas lapangan Ros, Jakarta. Tapi waktu manggil TV, benda itu sudah tidak ada," ungkap Lutfi.

Makhluk Foton

Gejala penampakan UFO dipandang oleh Juhana, pendiri dan penasehat Himpunan Astronomi Amatir Indonesia, dapat dibuktikan melalui koridor astronomi. "Pandangan saya pribadi, saya percaya bahwa UFO itu benar ada. Saya melihat itu dari koridor astronomi dan agama," ungkap Juhana yang memiliki latar belakang pendidikan mechanical engineering ini.

Menurut Juhana, logikanya di alam semesta ini terdapat satu sistem bintang yang terdiri dari bintang yang sejenis dan satu ukuran dengan matahari. Sistem bintang tersebut juga mempunyai planet-planet, sebagai syarat-syarat yang bisa mendukung kondisi seperti bumi. "Jadi why not, kalau dikatakan bahwa UFO itu ada," ujar Juhana kepada Koespramanto dan Iwan Purwanto dalam wawancaranya melalui sambungan telepon.

Juhana menambahkan, hingga saat ini telah ditemukan 50 bintang yang sejenis dan seukuran dengan matahari. Dari 50 bintang itu, sudah ditemukan 100 planet. "Tapi satu dari 100 planet itu belum ada yang memenuhi syarat untuk menyerupai kondisi bumi, karena planetnya itu terdiri dari gas. Jaraknya juga jauh lebih dekat dari jarak matahari kita ke planet Merkurius," tutur Juhana.

Juhana kemudian mengutip buku berjudul "Cosmos" yang ditulis oleh ahli astronomi, Prof. Carl Sagan. "Carl Sagan mengatakan kalau mau bertemu dengan UFO dan alien itu, saatnya sekarang ini, milenium ini," tegas Juhana. Logikanya jika diselidiki, galaksi Bima Sakti ini dihuni oleh 100 milyar sampai 200 milyar bintang salah satunya adalah matahari. Sedangkan, jarak matahari - yang terletak di lengan Orion galaksi Bima Sakti- dengan pusat Bima Sakti adalah sekitar 30 ribu tahun cahaya. Asumsinya jika UFO dan alien ini dianggap makhluk ciptaan Tuhan, maka tubuhnya terdiri dari molekuler atomik seperti kita. "Artinya makhluk demikian selalu tunduk pada hukum gravitasi. Tetapi dari temuan selama ini, dari foto-foto yang ada, sekian persen adalah cahaya-cahaya yang palsu. Tapi kemungkinan itu tetap ada," ujar Juhana. Sementara, UFO itu menurut Prof. Carl Sagan adanya tidak lebih jauh dari 200 tahun cahaya, dari tempat kita ini. "Jadi kalau diperhitungkan dari peradaban alam semesta ini, maka sekarang waktu yang pas untuk berkomunikasi. Tapi nyatanya, kok engga ada satupun yang berkomunikasi dengan UFO dengan menggunakan gelombang radio, seperti yang kita lihat dalam film 'Contact'," ungkap Juhana lagi.

Maka, menurut Juhana, berdasarkan penelitian terakhir tentang ini, barangkali 'mereka' ini lebih maju dari kita. 'Mereka' tidak lagi berkomunikasi dengan menggunakan gelombang radio, melainkan sudah meningkat ke gelombang laser. Karena itu, sekarang ini pada ilmuwan sedang giat melakukan penelitian terhadap gelombang laser tersebut.

Selain itu, Juhana juga memaparkan sebuah teori menarik tentang alien dan UFO. "Jika dilihat dari penampakan UFO yang sifatnya mampu berbelok dengan tajam, artinya mereka mampu merubah dirinya menjadi gelombang sinar, jadi ada vibratornya. Jadi mereka ini dapat berubah dari tubuh molekul atomik menjadi foton," tutur Juhana. "Di Houston, Amerika Serikat, kabarnya ada alien yang tertangkap. Tapi demi keamanan, maka keberadaan alien itu dirahasiakan," kata Juhana lagi.

Diakui Dunia

Untuk menjaring laporan-laporan dari masyarakat mengenai penampakan UFO, Nur Agustinus -salah satu pendiri Beta UFO- sempat memasang iklan pengumuman di harian Jawa Pos. Isi iklan tersebut meminta masyarakat yang mempunyai informasi tentang UFO untuk menyampaikannya kepada Beta UFO. "Selain ada juga data-data yang dikumpulkan sendiri," ungkap Bayu.

Dari laporan-laporan yang masuk ke Beta UFO tersebut, dilakukan penyaringan data untuk menghindari kesaksian yang tidak benar. "Kita punya daftar pertanyaan bagi yang melaporkan penampakan UFO. Jadi, untuk mengetahui apakah benda yang dilihat itu benar-benar UFO atau sekedar burung, misalnya," ujar Bayu. Sebagai organisasi pemerhati UFO, menurut Lutfi, kini keberadaan "Beta UFO" telah diakui sebagai salah satu organisasi di dunia untuk pemerhati UFO dari Indonesia.

Kalaupun, anggota Beta UFO ataupun orang yang mengamati UFO dianggap aneh atau 'nyeleneh', bagi para anggota Beta UFO ini, itu sudah resikonya. Tapi hal tersebut tetap saja tak mempengaruhi keyakinan mereka bahwa manusia tidak sendirian di alam semesta ini dan tidak juga menyurutkan keinginan mereka untuk mencari bukti keberadaan UFO.

UFO, dari dulu hingga kini selalu mengundang pro dan kontra. Ada yang percaya, ada pula yang tidak. Well, the truth is out there

Mailing List "Beta UFO" : beta-ufo@yahoogroups.com
Website "Beta UFO" : http://www.geocities.com/Area51/Dimension/7127/beta-ufo.html

[Source: http://femaleradio.net/2006/index.php?pg=2&nid=436&ct=cari]

Kamis, 15 November 2007

Berita: Sinar Aneh di Langit Batam


Dari Kompas Cyber Media
[http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/13/141253.htm]

(Special thanks to Ade for noticing)

Berbentuk Garis Vertikal Sejajar

Sinar Aneh di Langit Batam

Laporan wartawan Tribun Batam, Agus Prihartanto
BATAM, PERSDA - FENOMENA sinar aneh muncul di langit Batam. Beberapa warga bertanya-tanya sinar apakah itu. Sementara pihak Stasiun Meteorologi Hang Nadim juga belum bisa menjelaskan secara pasti. Fenomena tersebut berbentuk dua buah sinar vertikal yang sejajar. Kedua sinar ini mulai muncul hari Senin (12/11) sekitar pukul 21.00 WIB di langit sebelah utara. Anehnya sinar berwarna kuning kemerahan tersebut tidak bergerak.

Adanya sinar ini membuat beberapa warga keluar rumah. Dengan dihinggapi pertanyaan, mereka melihat fenomena alam tersebut. "Sinar apa itu ya. Kok tidak bergerak," ungkap seorang warga.

Ada juga warga yang beranggapan jika sinar tersebut erat kaitannya dengan mistik. "Mungkin itu semacam keris pusaka. Berarti keris kembar," ungkap warga lainnya dengan nada keheranan.

Fenomena itu bisa terlihat jelas di Batuampar. Cuaca malam itu memang sangat mendukung karena tidak terdapat mendung sedikitpun. Apalagi bintang-bintang di langit juga bisa terlihat dengan jelas.

Seorang warga mencoba memastikan apakah sinar tersebut juga bisa dilihat dari wilayah lainnya. Dengan telepon selular, seorang warga mencoba menghubungi saudaranya di Legenda Malaka. "Coba keluar rumah. Lihat di langit sebelah utara ada sinar aneh. Mari kita berdoa agar tidak terjadi sesuatu. Semoga Allah melindungi kita," ungkap bapak itu.

Keberadaan sinar tersebut memang membuat bingung. Untuk beberapa saat, sinar tersebut sempat redup. Namun kembali terlihat. Satu setengah jam kemudian, kedua sinar sejajar ini meredup dan tidak terlihat lagi seperti garis sejajar, namun bayangannya masih ada.

Sejauh ini belum diperoleh penjelasan ilmiah akan fenomena itu. Kepala Kelompok Pemantauan Cuaca. Stasiun Hang Nadim Batam belum bisa menjelaskan secara pasti."Sayangnya dari tempat saya tidak terlihat. Tapi dari penjelasan saudara, itu bukan bintang," ungkap Yayat.

Yayat sendiri tidak yakin jika sinar tersebut merupakan fenomena alam. "Kalau fenomena itu seperti halo matahari, pelangi. Tapi saya juga belum melihat pelangi di malam hari," ungkapnya.

Caption foto:

[Tribun Batam/Iman Suryanto] Penampakan - suatu penampakan di langit pada hari Senin tanggal 12 November 2007 jam 21.00 hingga 22.30 di langit Batam yang menghebohkan warga. Belum diketahui benda apakah itu.

COMMENTS:

Tanpa informasi yang lebih jelas, akan mudah untuk "menuduh" negara tetangga kita, Singapura atau Malaysia sebagai dalang dibalik fenomena ini, apalagi penampakan terjadi di langit sebelah Utara. Semestinya yang ikut diwawancarai adalah pihak Bandara, karena mereka memiliki kemampuan penginderaan elektronik yang cukup canggih.

Berita juga tidak menyertakan deskripsi yang lebih mendetail, misalnya perkiraan ketinggian, atau minimal derajat penampakan terhadap horizon/kaki langit. Setelah melihat foto barulah cukup jelas kalau penampakan tersebut terjadi cukup tinggi di langit, berdasarkan posisi penampakan terhadap ujung tiang telepon.

Anyway, bisa diliat kalau response sebagian masyarakat masih bersifat sangat mistis... =)

Kemungkinan UFO: C+ (faktor negara tetangga belum dieliminir, bandara tidak dimintai konfirmasi)
(bay)