Tampilkan postingan dengan label panduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

Panduan Identifikasi UFO: Layang-Layang Berlampu

Salahsatu masalah dalam identifikasi penampakan UFO secara visual, adalah semakin banyaknya benda terbang buatan manusia yang entah disengaja atau tidak, memiliki penampilan mirip UFO. Karena itu sebagai seorang pengamat UFO, merupakan hal yang sangat penting untuk selalu memperbarui pengetahuannya dengan perkembangan terkini, terutama terkait benda terbang buatan; baik itu yang dibuat dengan teknologi tinggi, maupun dengan teknologi relatif sederhana, dan bisa dibuat dengan mudah sehingga populer di masyarakat umum.

Salahsatu benda terbang yang masuk kategori terakhir tersebut, dan seringkali diduga oleh pengamat sebagai UFO, adalah layang-layang/layangan/wau berlampu.

Seiring mudahnya dan murahnya memperoleh lampu LED beserta sumber listriknya, maka melengkapi sebuah layang-layang dengan sumber cahaya bukanlah lagi masalah sekarang. Terlebih dengan ukuran layang-layang yang kadang bisa mencapai rentang tiga meter, maka sumber cahaya yang lebih kuat, sekaligus rangkaian elektronik untuk memanipulasi pola tampilan cahayanya, bisa juga dipakai.

Namun demikian, walaupun dari penampilan di waktu malam sama-sama misterius seperti UFO sungguhan, ada beberapa karakteristik yang konsisten teramati pada layang-layang berlampu ini, terutama karena ketergantugannya pada adanya tali pengikat ke bumi, dan cara terbangnya yang sepenuhnya memanfaatkan hembusan angin.

Secara umum, penampakan layang-layang berlampu ini marak di sekitar mulainya musim kemarau, hingga berakhirnya, yaitu antara bulan Juli hingga Desember. Di beberapa tempat, semisal di Bali, malah bulan-bulan ini dimanfaatkan untuk mengadakan lomba layangan, memanfaatkan kondisi langit cerah tak berawan, dan besarnya angin yang berhembus.

Karena besarnya layang-layang yang diperlombakan di ajang seperti ini, maka seringkali untuk menerbangkannya pun perlu usaha ekstra keras menggunakan bantuan seperti kendaraan bermotor, atau orang banyak, sehingga umumnya jika telah terbang maka akan dibiarkan terbang selama beberapa hari tanpa diturunkan.
Berikut ini beberapa karakteristik khas penampakan layang-layang berlampu: 
  1. Pola pergerakannya monoton, tidak ada perubahan dalam waktu relatif lama
  2. Bentuk pola lintasan antara ellips, lingkaran, atau lingkaran ganda/angka 8
  3. Tidak ada perubahan kecepatan yang mendadak ataupun ekstrim, misalnya dari bergerak lincah ke diam, atau sebaliknya
  4. Arah pergerakan relatif mulus, tidak zigzag ataupun acak
  5. Posisi relatif stasioner, alias di bagian langit yang itu-itu saja, tidak berkelana ke bagian langit lain yang jauh
  6. Teramati secara konstan dalam waktu relatif lama
  7. Sumber cahaya berupa titik, ukuran relatif kecil (bukan layang2nya sendiri yang bercahaya)
  8. Intensitas cahaya relatif lemah
  9. Perubahan intensitas warna relatif konstan, antara tidak meredup atau menerang sama sekali, atau meredup dan menerang dalam jarak waktu yang sama
  10. Warna cenderung "mentah"; merah murni, hijau murni, biru murni, dll.
Apakah anda pernah menyaksikan penampakan serupa? Atau memiliki komentar terkait karakteristik-karakteristik yang diungkapkan di sini? Silakan berbagi komentar. (byms)

Rabu, 17 Maret 2010

Panduan Identifikasi UFO: Cahaya di malam hari

Untuk berburu penampakan UFO, malam hari adalah saat yang terbaik. Hal ini terutama karena pada malam hari seringkali UFO memancarkan cahaya terang, sehingga kemunculan UFO akan terlihat kontras dengan latar belakang malam yang gelap. Namun demikian perlu diperhatikan juga, sebelum kegirangan menyangka telah menemukan UFO, karena ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kesalahan identifikasi UFO di malam hari. Apa sajakah hal tersebut? Berikut ini beberapa hal yang sering disalah identifikasikan sebagai UFO:
  1. Pesawat Terbang Komersial Pesawat jenis ini biasanya memiliki empat sumber cahaya, minimal; masing-masing berwarna redup dan berukuran kecil, dengan formasi belah ketupat, dan terdiri dari warna-warna berikut ini: putih kekuningan, hijau, atau merah. Beberapa cahaya menyala konstan, tapi sebagian lagi menyala berurutan. Pada saat mendarat, akan ada lampu sangat terang berwarna kuning terang, yang tampak seperti stasioner. Arah terbang pesawat jenis ini selalu garis lurus, dan selalu diikuti gelombang suara gemuruh.
  2. Meteor atau Bintang Jatuh Walaupun berupa sumber cahaya tunggal, namun karena kecepatannya dan terbakarnya, bintang jatuh umumnya terlihat sebagai garis cahaya yang muncul sekelebat untuk kemudian menghilang. Umumnya muncul di puncak langit, lintasan garis lurus, dan teramati dalam hitungan kurang dari satu detik saja.
  3. Jejak Lampu Sorot Sejak beberapa tahun lalu, banyak gedung menggunakan lampu sorot berkekuatan tinggi yang mampu meninggalkan jejak di awan. Jejak yang ditimbulkan biasanya berupa lingkaran kabur, sangat redup, dan umumnya terdapat lebih dari satu jejak yang bergerak dalam pola spiral, merapat dan merenggang hingga ke area langit yang luas. Lampu sorot jenis ini biasanya teramati kalau dalam jarak pandang ada bangunan yang memasang lampu sorot jenis ini, atau night club, atau keramaian semisar konser musik.
  4. Jejak Lampu Mobil Pada lingkungan yang khusus, lampu mobil bisa menimbulkan jejak cahaya yang tinggi di langit; hal ini biasanya terjadi di daerah pengunungan dimana terdapat jalan-jalan di sisi gunung tinggi tempat mobil melintas. Cahaya jenis ini biasanya tidak memiliki titik cahaya atau perwujudan bentuk yang jelas, dan bergerak dengan lambat dan terkadang pola yang sangat acak namun memiliki arah yang konstan. Teramati kadang dalam waktu cukup lama, tapi seringkali menghilang setelah teramati "membelok".
  5. Ilusi pergerakan akibat perbedaan kerapatan udara Umumnya teramati seperti bintang yang sedikit bergerak-gerak acak, tidak diam di tempatnya, namun setelah sekian lama teramati, sumber cahaya tersebut relatif tidak berubah posisi, atau mendadak menghilang.
Beberapa ciri positif penampakan UFO:
  1. Sumber cahaya tunggal, berwarna putih atau kemerahan, atau transisi antara keduanya
  2. Kecepatan jelajah tinggi, atau berubah-ubah; mampu melambat hingga stasioner kemudian bergera kembali
  3. Arah lintasan tidak lurus, berubah-ubah, kadang hingga berbalik arah
  4. Sumber cahaya tiba-tiba muncul atau menghilang
  5. Terjadi perubahan terang dan warna cahaya sesuai perubahan kecepatan
  6. Memiliki cahaya yang "berdenyut"
  7. Memiliki cahaya sangat terang yang berkedap-kedip dengan sangat cepat
(bay)