Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Fakta Ilmiah di Balik Segitiga Bermuda (berita)

"Segitiga Bermuda dilingkupi aura mistis, seperti UFO, Altantis, dan bahkan iblis Dajal."


VIVAnews - Misteri melingkupi sebuah wilayah laut di dalam garis  imajiner yang menghubungkan  tiga wilayah yaitu  Bermuda, Puerto Riko, dan Miami di Amerika Serikat.

Ada yang menyebutnya 'Segitiga Setan', 'Limbo the Lost', 'Twilight Zone', dan yang paling tenar adalah sebutan 'Segitiga Bermuda -- terinspirasi dari artikel Vincent Gaddis di Majalah Argosy.

Meski, dalam peta Amerika Serikat, The U. S. Board of Geographic, tak ada tempat bernama 'Segitiga Bermuda'.

Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor, dan menakutkan di muka Bumi. Apalagi, dalam sejarahnya, banyak kapal dan pesawat yang tertelan di lokasi itu.

Legenda Segitiga Bermuda makin ramai diperbincangkan ketika  pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat, lima pesawat yang dipiloti para penerbang  terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang di segitiga itu. Padahal cuaca sedang cerah.

Para pilot sempat meminta pertolongan lewat radio, namun, mereka tiba-tiba raib. Pesawat yang ditugasi mencari mereka juga raib misterius. Dilaporkan enam pesawat dan 27 orang hilang dalam peristiwa itu.

Juga peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Berbagai macam dugaan aneh muncul, ada yang mengatakan alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Namun, ada juga penjelasan ilmiah yang lebih layak dipertimbangkan untuk menjawab misteri ini

***
Seperti di muat laman LiveScience, ada jawaban logis untuk menjelaskan hilangnya kapal atau pesawat di Segitiga Bermuda itu.

Daerah Segitiga Bermuda rentan terhadap badai tak terduga. Ada gelombang -- Gulf Stream -- yang sangat cepat dan turbulen -- menelan serpihan kapal, pesawat, beserta penumpangnya.  Menghapus bukti-bukti terjadinya bencana.

Tak hanya itu, Laut di Segitiga Bermuda memiliki kedalaman hingga 30.000 meter atau lebih dari 9.000 meter dengan kondisi topografinya bisa 'menelan' kapal sehingga  tak pernah ditemukan.

Laman Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, www.history.navy.mil, menjelaskan bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal  di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat disebut Gulf Stream.

Sebelum telegraf, radio dan radar ditemukan, pelaut tidak tahu ada badai atau angin topan berada di dekatnya.Bencana itu baru ketahuan setelah ada perubahan di cakrawala. Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut  hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.

Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena  badai di seluruh dunia -- secara mendadak. Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua  lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'.

***
Faktor cuaca juga ikut berperan mengapa kapal dan pesawat hilang di Bermuda. Pola cuaca Karibia-Atlantik sangat ekstrim. Badai lokal yang mendadak menimbulkan cipratan air kencang yang bisa jadi bencana bagi pelaut maupun pilot.

Penelitian satelit bahkan membuktikan, adanya gelombang dahsyat setinggi 80 kaki atau bahkan lebih,  terjadi di wilayah laut terbuka, seperti halnya Segitiga Bermuda.

Gelombang ini bisa menghancurkan kapal besar dan membuatnya berkeping-keping.

Ada juga faktor topografi dasar laut di Segitiga Bermuda. Dari benting [gundukan pasir tengah laut], pulau di bawah laut, hingga palung yang luar biasa dalam. Dengan kombinasi arus kuat, kapal atau pesawat bisa terjebak di dasar laut untuk selamanya.

Sementara, seperti dimuat laman Pattayadailynews, 6 Mei 2010, ahli geokimia, Richard McIver pada 1981 memperkenalkan teori peran gas metan hidrat dalam misteri Segitiga Bermuda. Kata dia, longsor di dasar Segitiga Bermuda besar kemungkinan mengakibatkan lumpur dan batu besar meluncur dengan cepat -- yang akhirnya merobek dasar laut dan membuka selubung lapisan gas. Gas itu lalu pecah dan mengeluarkan metana yang menyebabkan gelombang besar.  Gas itu meledak di permukaan air tanpa peringatan dan menyulitkan setiap kapal atau pesawat yang lewat di lokasi itu.

Yang juga menyebabkan kecelakaan adalah faktor mnusia. Banyak pelaut dengan pengetahuan seadanya nekat menyeberangi daerah serawan Segitiga Bermuda. Penjaga laut Amerika Serikat selama ini telah mengabaikan faktor mitos atau fiksi di Segitiga Bermuda. Menurut pengalaman mereka, gabungan kekuatan alam dengan segala ketidakpastiannya adalah biang keladi 'kekalahan' manusia di Segitiga Bermuda. (wm)

Sumber :
Viva News


Enhanced by Zemanta

Rabu, 10 Desember 2008

Berita: UFO Sighting di Petukangan Selatan, Jakarta

Baru saja tayang di RCTI sekitar jam 00.00 tadi.

Saksi mata bernama Jufri, bersama seorang temannya pada hari Senin malam sekitar pukul 8:30 malam melihat formasi cahaya aneka warna di langit diatas rumahnya. Formasi tersebut berupa tujuh titik cahaya aneka warna yang kerlap-kerlip, bergerak pelan kemudian melayang stasioner. Setelah dua-tiga menit formasi cahaya lalu menjauh dan menghilang.

Tak berapa lama kemudian formasi cahaya tersebut kembali muncul, kali ini berupa delapan titik cahaya.

Ada rekaman video nya, tujuh titik sinar dengan formasi belah ketupat (empat dan tiga) berwarna oranye, putih, dll. Sekilas terlihat mirip sighting UFO diatas Bandara Surabaya yang kemudian dinyatakan sebagai cahaya LED dari layang-layang. Analisis untuk sighting kali inipun tidak jauh berbeda: balon udara!

Any comments? (bay)

Senin, 07 April 2008

Berita: UFO Terekam di Foto -- Dago Atas, Bandung

Source: DetikBandung

04/04/2008 11:55 WIB

Berfoto Bersama Alien di Bandung Utara

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - Tidak hanya rekaman UFO yang tersebar secara luas, salah seorang warga yang sedang berkunjung ke Bandung Utara mengaku tidak sengaja memotret sosok yang tampak seperti alien.

Darmawan (25) mengungkapkan hal ini ketika ditemui detikbandung di kediamannya di Jalan Pasirluyu 292 RT 05 RW 05 Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol, Jumat (4/4/2008). Menurut Darmawan, ada sosok yang mirip alien terpotret ketika dirinya berkunjung ke Dago Atas. Pada Sabtu malam (22/3/2008) Darmawan bersama kakaknya, Warman (34) dan 5 orang teman kakaknya mengunjungi salah satu restoran di Dago Atas.

Seusai bersantap sekitar pukul 22.00 WIB, mereka berfoto di pelataran parkir restoran tersebut. Darmawan menuturkan kamera yang digunakan adalah milik teman kakaknya bernama Amir, jenis kameranya Nikon D80. Setelah memotret beberapa kali, mereka kembali ke penginapan di Padalarang, tiba pukul 24.00 WIB.

"Di penginapan, Amir mentransfer foto ke laptop. Beberapa foto diamati bersama. Ada salah satu foto yang mengejutkan, yaitu foto yang memuat mereka berenam, dan di belakangnya ada satu benda berbentuk lancip menyerupai pesawat. Di ujung lancipnya mengeluarkan sinar warna merah," tutur Darmawan.

Posisi benda itu, lanjut Darmawan, seperti sedang bergerak menembus langit, mengarah ke satu titik cahaya. Beberapa foto lain juga menangkap hal serupa. Bahkan salah satu foto, ada bayangan merah di sebelah kiri. Setelah diperbesar, ada sosok kepala sedikit panjang.

"Sosok itu mirip alien yang sering digambarkan di media," jelasnya.

Meski memiliki bukti otentik, Darmawan mengaku sedikit ragu dengan keberadaan UFO. Dirinya mengungkapkan sudah sering mendengar isu tentang penampakan UFO di Bandung Utara. Namun Darmawan belum yakin sampai ada pakar yang membenarkan keberadaan UFO.

"Saya sudah mengirimkan foto ini ke beberapa pakar, termasuk juga ke Beta-UFO. Namun belum ada tanggapan. Saya sih berharap secepatnya, karena saya juga penasaran," jelasnya. ( twi / ern ) 

Berita: UFO Terlihat di Buahbatu Bandung

Catatan: Cerita pendukung untuk video sighting ogiefreak yang ini:
http://ufosiana.multiply.com/video/item/5/UFO_di_Bandung_Selatan_0108
Source: DetikBandung

04/04/2008 09:51 WIB

Penampakan UFO di Buahbatu Bandung

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - The truth is out there. Tagline ini menjadi pembuka serial TV The X Files, tentang keberadaan dunia asing di angkasa. Tidak harus menjadi Mulder dan Scully untuk bisa melihat keanehan-keanehan angkasa. Belum lama ini warga Ciburial, Ogi Taryadi melihat penampakan UFO (unidentified flying object) di kawasan Buahbatu.

Ogi menuturkan penampakan tersebut terjadi pada Januari lalu, Sabtu siang (19/1/2008) di Jalan Gurame, Buahbatu. Awalnya yang melihat penampakan tersebut adalah tiga orang teman Ogi yakni, Agung Priyatna (26), Angga dan Wail. Ketiga temannya ini sedang berada di kosan di Jalan Bali, melihat benda berwarna hitam yang terbang memutar dan bergerak ke atas.

"Kata Agung bergeraknya seperti balon, ke atas. Dia juga yakin kalau itu bukan helikopter," ujar Ogi kepada detikbandung ketika ditemui di kantornya di Jalan Gurame, Kamis (3/4/2008).

Menurut Ogi, Agung mengamati benda tersebut sekitar 10 menit. Tak lama, lanjut Ogi, sekitar pukul 12.00 WIB, Agung menghubungi untuk memberitahukan tentang penampakan yang dilihatnya.

"Saya langsung melihat ke langit, mencari-cari kalau-kalau masih ada, karena Jalan Bali dan Jalan Gurame kan jauh. Eh tak lama baru benda itu muncul lagi, saya langsung lihat pakai teropong," tuturnya.

Ogi meyakini benda yang dia lihat melalui teropong tersebut merupakan UFO. Diungkapkannya bahwa bentuk benda tersebut seperti piringan, berbeda dengan bentuk pesawat pada umumnya.

"Saya melihat benda itu sekitar 10 menit. Baru kemudian saya teringat untuk merekamnya dengan handycam," kata Ogi.

Meski berhasil merekam, Ogi menyayangkan rekamannya hanya berdurasi lima menit. Selain itu hasil rekamannya kurang memuaskan karena penampakan UFO terlihat jauh.

"Saya sedikit terlambat, harusnya saya rekam ketika benda itu terlihat jelas," ungkapnya.

Video penampakan UFO tersebut telah disebarkan Ogi di internet melalui situs YouTube. Penampakan pada 19 Januari 2008 bukanlah yang pertama kali bagi Ogi. Tahun lalu, tepatnya 12 Agustus 2007, dirinya mengaku pernah melihat penampakan UFO dan sempat merekamnya juga.
( twi / ern )

Berita: Ciburial, Bandung -- UFO Hotspot

Source: DetikBandung

04/04/2008 10:28 WIB

Ciburial Langganan Dikunjungi UFO

Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Saksi hidup penampakan UFO ternyata bukan hanya satu dua orang. Salah satu saksi, Ogi Taryadi (29) menuturkan bahwa di kawasan Ciburial tempat tinggalnya, merupakan langganan penampakan UFO atau benda asing luar angkasa.

Hal ini dikemukakan Ogi kepada detikbandung, ketika ditemui di kantornya di Jalan Gurame, Kamis (3/4/2008). Ogi menuturkan bahwa sejak kecil dirinya sering melihat UFO dari rumahnya di Jalan Bukit Pakar Timur Ciburial.

"Sejak SMP saya sudah sering melihat UFO, tapi dulu saya tidak tahu apa-apa. Saya pikir itu pesawatnya pemerintah," jelas Ogi.

Kala itu Ogi melihat benda besar menukik dari langit ke bawah, warnanya terang dan setelah itu terbang kembali. Tidak hanya Ogi, keluarga dan tetangga yang bermukim di kawasan Ciburial juga sudah sering melihat fenomena ini.

"Keluarga saya pernah melihat UFO yang besar dari jarak yang sangat dekat. Sekitar 100 meter dari atap rumah. Waktu itu saya sedang tidak di rumah. Kata keluarga saya, ada pesawat-pesawat kecil yang masuk ke pesawat itu," ungkapnya.

Tahun 2003 lalu, kata Ogi, hampir setiap hari ada penampakan UFO di kawasan Ciburial. Bentuk yang sering dia lihat seperti cerutu, sampai yang berbentuk scoutship atau segitiga. "Jadi warga mencurigai keberadaan UFO di kawasan itu," jelasnya.

Ogi juga menambahkan, Ciburial memang sudah dikenal oleh para pemburu UFO. Orang-orang yang penasaran ingin melihat penampakan UFO secara langsung, sering datang ke kawasan tempat tinggalnya.

Berita: UFO Terlihat di Jl. Pajajaran, Bandung

Sumber: DetikBandung

04/04/2008 13:15 WIB

UFO di Bandung

Hari Ini Pukul 07.40 WIB, UFO Terlihat di Jalan Pajajaran
Erna Mardiana - detikBandung

Bandung - Keberadaan Unidentified flying object (UFO) hingga kini masih disangsikan. Namun kesaksian penampakan UFO makin gencar. Hari ini (4/4/2008) sekitar pukul 07.40 WIB, seorang warga Bandung menyaksikan munculnya UFO di Jalan Pajajaran.

Berdasarkan penuturan Boby Hendrawan (35), pegawai salah satu agen perjalanan di daerah Surya Sumantri, kepada detikbandung, seperti biasa dia bersama sang istri keluar rumah di Ciganitri, Bojongsoang, Buahbatu, sekitar pukul 07.00 WIB

"Saya mau mengantar istri saya dulu yang kerja di daerah Ciroyom," ujarnya.

Rute jalan yang diambil melalui Jalan Pasirkaliki lalu belok kiri menuju Jalan Pajajaran. Tepat di dekat taman Jalan Arjuna atau persisnya di depan STM Penerbangan, Boby melihat di atas langit ada benda aneh.

"Saat itu langit cerah sekali, berwarna biru. Saya melihat benda berwarna putih seperti lampu tangan sebesar kepalangan tangan. Benda itu tidak bergerak sama sekali," tuturnya yang mengaku menghentikan kendarannya.

Melihat hal itu, Boby langsung mengabadikannya dengan kamera handphonenya. "Namun sayang pas dilihat di HP, engga terlihat. Mungkin karena pixel kamera saya kecil," ujarnya.

Menurutnya saat itu waktu menunjukkan pukuln 07.40 WIB. Boby mengaku memang sudah sejak lama tertarik dengan fenomena UFO, sehingga secara refleks dia pasti melihat jam saat melihat benda aneh di langit. Dia mengaku ini kejadian kedua kalinya setelah 2004 silam.

"Saya melihat benda itu hingga 15 menit. Nah benda itu sempat bergeser ke kiri, lalu diam lagi. Trus dia bergeser ke atas, dan di atas benda itu keluar cahaya merah, mirip bintang," tutur Boby.

Karena diburu waktu, akhirnya Boby melanjutkan perjalanan sebelum benda itu hilang. "Pas saya pergi pun saya sempat melihat ke atas dan benda itu masih ada. Saya sempat lambaikan tangan, hehe kali saja ada respon," ujar Boby sambil tertawa.

Dia mengaku banyak orang yang menyangsikannya. Hal itu menurutnya sangat wajar. "Saya terima konsekuensinya. Kalau bagi saya yang melihat langsung, sulit untuk tidak percaya," pungkasnya. ( ern / ern )

Rabu, 20 Februari 2008

Arsip: BETA-UFO di HU Kompas, 20/01/08

Kebenaran Ada di Luar Sana...


Kompas/Priyambodo/Kompas Images

Komunitas BETA-UFO Indonesia.

Minggu, 20 januari 2008 | 10:51 WIB
DAHONO FITRIANTO

Pernah melihat UFO? Atau diculik ”alien”? Tapi Anda kemudian diolok-olok saat menceritakan hal itu? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri....

Sebaris kalimat itu menjadi semacam semboyan atau tag line di brosur komunitas BETA-UFO, sebuah komunitas pengamat fenomena benda terbang tak dikenal (disingkat UFO-unidentified flying object atau benda terbang aneh—BETA—dalam bahasa Indonesia). Tanpa banyak diketahui orang, komunitas tersebut telah aktif mengamati fenomena UFO selama sepuluh tahun belakangan ini.

Nur Agustinus (41), salah seorang pendiri komunitas ini pada 26 Oktober 1997, mengatakan, BETA-UFO adalah komunitas yang serius mengamati fenomena UFO dengan mencatat, menyelidiki, dan menyusun laporan penampakan atau pengalaman yang berhubungan dengan UFO di seluruh Indonesia. ”Tujuannya adalah untuk edukasi publik. Jadi kami bukan kelompok pemuja UFO atau UFO cult,” kata Nur, yang sehari-hari berprofesi sebagai psikolog di Surabaya ini.

Komunitas tersebut saat ini memiliki dua ajang komunikasi, yakni melalui laman mereka di www.betaufo.org dan milis yang beralamat di beta-ufo@yahoogroups.com. Hingga hari Sabtu (19/1), anggota milis tersebut telah mencapai 596 orang dan bertambah terus tiap hari.

Nur dan BETA-UFO sempat menerbitkan majalah INFO UFO, tetapi tak bertahan lama karena kekurangan tenaga redaksi dan dana. Untuk memperingati ulang tahun ke-10 komunitas BETA-UFO, akhir tahun lalu, mereka juga menerbitkan buku berjudul Satu Dekade Perjalanan Komunitas BETA-UFO Indonesia Melacak Fenomena UFO.

Buku yang ditulis Nur dan rekannya sesama anggota BETA-UFO, Gatot Tri R (31), itu diterbitkan sendiri dengan dana patungan dari anggota lain.

Laporan UFO

Segala informasi berkaitan dengan UFO dapat ditemukan pada laman, milis, dan buku tersebut, mulai dari laporan-laporan penampakan UFO, jenis-jenis UFO, sampai usaha untuk menjelaskan apa sebenarnya UFO dan dari mana dia berasal. Di www.betaufo.org, misalnya, orang dapat melihat berbagai foto dan laporan penampakan UFO terbaru dari seluruh Indonesia.

Dalam situs tersebut juga disediakan formulir khusus untuk melaporkan penampakan UFO. ”Sebenarnya, banyak penampakan UFO di Indonesia tetapi tidak tercatat karena selama ini tak ada komunitas atau lembaga yang benar-benar serius mengamati UFO,” ungkap Nur.

Karena dianggap sebagai kelompok yang paling mengetahui soal UFO, BETA-UFO saat ini sering menjadi narasumber di berbagai media atau seminar. Bahkan sebuah iklan antena televisi produksi lokal yang berbentuk seperti piring terbang mengutip penjelasan BETA-UFO tentang definisi UFO untuk menarik perhatian.

Tak dibatasi

Nur mengatakan, keanggotaan komunitas ini sangat terbuka. Siapa pun yang merasa punya pengalaman langsung terkait dengan UFO atau sekadar berminat tentang per-UFO-an dipersilakan bergabung. Alhasil, anggota milis BETA-UFO sangat bervariasi dan dari berbagai latar belakang, mulai dari anak SMA sampai ilmuwan bertitel doktor dan pilot Angkatan Udara.

Risiko komunitas yang terbuka seperti ini, tak jarang diganggu atau diisengi orang. ”Kami memang tak bisa membatasi apakah informasi yang masuk itu sungguhan atau sekadar hoax, bualan,” ujarnya.
Info atau laporan yang masuk kemudian didiskusikan bersama di milis atau secara langsung saat kegiatan ”kopi darat”. Setiap info diperlakukan sama, tidak langsung diterima mentah-mentah sebagai kebenaran, tetapi juga tidak diolok-olok seolah-olah itu bualan. ”Pertama kali kita harus skeptis, karena banyak penampakan yang dikira UFO sebenarnya cuma balon atau cahaya lain. Setiap ada laporan masuk, kami selalu berusaha mengarahkan si pelapor pada penjelasan-penjelasan normal,” papar Nur.

Tempat berbagi

Dengan cara itu, BETA-UFO kemudian menjadi tempat berbagi yang aman. Orang yang selama ini takut diolok-olok saat menceritakan pengalamannya tentang UFO menjadi memiliki tempat untuk bercerita. ”Salah satu tujuan kami memang menciptakan lingkungan kondusif agar masyarakat mau berpartisipasi dan secara sukarela mengkomunikasikan fenomena UFO,” imbuh Gatot Tri, yang mengaku pernah didatangi dan bahkan diculik makhluk alien.

Meski bersifat terbuka, komunitas tersebut membatasi diskusi pada hal-hal yang bersifat ilmiah. Menurut Nur, masih banyak orang Indonesia yang menganggap UFO sebagai bagian dari klenik, seperti jin atau santet. ”Begitu diskusinya mulai masuk ke wilayah klenik atau malah jadi perdebatan keagamaan, langsung kami cut,” tandasnya.

Komunitas BETA-UFO berawal dari bertemunya para peminat UFO di sebuah milis pertengahan 1997. Waktu itu internet masih belum terlalu populer di Indonesia, dan para pengguna internet sering berinteraksi di sebuah milis pertemanan bernama Friendship. ”Itu eranya booming film X-Files di TV. Dan ternyata beberapa orang di milis sangat berminat tentang UFO,” kenang Bayu Yunantias (33), seorang desainer TI di Bandung, yang turut mendirikan BETA-UFO.

Bayu, yang saat itu masih kuliah di ITB, kemudian membuat milis tersendiri khusus peminat UFO dalam laman milik ITB yang beralamat di beta-ufo@itb.ac.id. Saat bersamaan, Nur menjadikan rumahnya di Surabaya menjadi sekretariat resmi BETA-UFO hingga sekarang.

Nur berharap, lima tahun ke depan, komunitas ini bisa menyelenggarakan berbagai acara penting yang berkaitan dengan UFO kepada masyarakat umum dan bisa menyajikan sejumlah bukti mengenai fenomena UFO.

Soal kebenaran tentang apa dan siapa UFO itu sendiri? Seperti sering disebut dalam film X-Files: the truth is out there. Kebenaran sejati ada di luar sana....

[Source: Kompas Online]

Sabtu, 29 Desember 2007

Nobutaka Machimura Dan Kebijakan UFO Jepang

Nama Nobutaka Machimura mungkin kurang terdengar familiar di telinga para Ufolog, kecuali bagi sebagian yang mengamati politik internasional khususnya negara Jepang. Namun di penghujung akhir Desember 2007, nama ini muncul ke permukaan gara-gara pernyataannya mengenai UFO yang diliput oleh beragam media massa internasional.

Hal ini terjadi pada 18 Desember 2007 ketika Machimura yang menjabat sebagai Chief Cabinet Secretary berbicara kepada para reporter dalam menjawab tuntutan pihak oposisi, Ryuji Yamane untuk permintaan informasi akan "frequent reports of UFO sightings" -- Laporan Berkala Penampakan UFO.

Menurut laporan Kyodo News pada 18 Desember 2007, pemerintah tidak melakukan penelitian UFO apapun, atau mempersiapkan reaksi jika UFO ketahuan melintasi Jepang.

Pemerintah Jepang menanggapi ini secara resmi dengan pernyataan bahwa Jepang "had not confirmed sightings of unidentified flying objects believed to be from outer space" -- belum pernah mengkonfirmasi penampakan benda terbang tak dikenal yang diduga berasal dari luar angkasa.

Namun Machimura juga menambahkan, "I definitely believe they exist," -- Saya sepenuhnya percaya kalau mereka ada -- dan ditingkahi dengan derai tawa para wartawan.

Senada dengan jawaban Machimura, Menteri Pertahanan Jepang, Shigeru Ishiba pada 21 Desember 2007 memberikan pernyataan lain dihadapan pers menjawab pertanyaan mengenai bagaimana Jepang akan bertindak jika mendapat serangan dari "Space Aliens", terkait politik pertahanan Jepang yang melarang mereka terlibat dalam peperangan. Menanggapi hal ini Ishiba menyatakan bahwa Jepang tidak memiliki persiapan apapun menghadapi kemungkinan ini. Namun Ishiba akan mempelajari secara personal, pilihan apa saja yang terdapat bagi Jepang dalam hal ini.

Lebih lanjut soal keberadaan UFO, Ishiba berpendapat "There are no grounds for us to deny there are unidentified flying objects and some life-form that controls them" -- tidak ada dasar-dasar yang bisa kami pakai untuk menolak keberadaan UFO dan keberadaan mahluk hidup yang mengendalikan mereka. Selain itu ia juga menyatakan "Few discussions have been held on what the legal grounds are for a military response" -- Telah pernah dilakukan beberapa diskusi untuk membahas mengenai dasar-dasar hukum dari reaksi militer Jepang (terkait ancaman UFO).

Sedangkan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda pada 18 Desember 2007 menyatakan "I haven't seen one myself" -- belum pernah menyaksikan sendiri. Dan posisi resmi pemerintah Jepang dalam hal ini adalah "had not confirmed" -- belum dapat mengkonfirmasi.

Walaupun bukan dalam kapasitas pernyataan resmi pemerintah Jepang, pernyataan dua petinggi pemerintahan Jepang ini bisa jadi merupakan langkah penting dalam skala internasional lainnya setelah negara Perancis sebelumnya menerbitkan situs (semi) resmi pemerintah megenai laporan penampakan UFO dalam duapuluh tahun terakhir di Perancis.

Akankah Jepang menggebrak dengan memunculkan situs serupa? Akankah kebijakan politik negara-negara di dunia mengenai UFO (termasuk Indonesia) berubah seiring berkembangnya pemahaman masyarakat internasional akan fenomena UFO?

Jangan lupa, Indonesia pernah masuk dalam jajaran negara di dunia yang secara tidak langsung mengakui keberadaan UFO. (bay)

Sumber:

CNN: http://www.cnn.com/2007/WORLD/asiapcf/12/18/japan.ufo.ap/index.html?section=cnn_latest
Fox News: http://www.foxnews.com/story/0,2933,317266,00.html
BBC London: http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/7150156.stm
Bloomberg: http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601101&sid=apLM6Rsq0jXY&refer=japan
Wired Magazine Blog: http://blog.wired.com/defense/2007/12/japan-lacks-ufo.html
Sinar Harapan: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0712/19/lua08.html

Kamis, 15 November 2007

Berita: Sinar Aneh di Langit Batam


Dari Kompas Cyber Media
[http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/13/141253.htm]

(Special thanks to Ade for noticing)

Berbentuk Garis Vertikal Sejajar

Sinar Aneh di Langit Batam

Laporan wartawan Tribun Batam, Agus Prihartanto
BATAM, PERSDA - FENOMENA sinar aneh muncul di langit Batam. Beberapa warga bertanya-tanya sinar apakah itu. Sementara pihak Stasiun Meteorologi Hang Nadim juga belum bisa menjelaskan secara pasti. Fenomena tersebut berbentuk dua buah sinar vertikal yang sejajar. Kedua sinar ini mulai muncul hari Senin (12/11) sekitar pukul 21.00 WIB di langit sebelah utara. Anehnya sinar berwarna kuning kemerahan tersebut tidak bergerak.

Adanya sinar ini membuat beberapa warga keluar rumah. Dengan dihinggapi pertanyaan, mereka melihat fenomena alam tersebut. "Sinar apa itu ya. Kok tidak bergerak," ungkap seorang warga.

Ada juga warga yang beranggapan jika sinar tersebut erat kaitannya dengan mistik. "Mungkin itu semacam keris pusaka. Berarti keris kembar," ungkap warga lainnya dengan nada keheranan.

Fenomena itu bisa terlihat jelas di Batuampar. Cuaca malam itu memang sangat mendukung karena tidak terdapat mendung sedikitpun. Apalagi bintang-bintang di langit juga bisa terlihat dengan jelas.

Seorang warga mencoba memastikan apakah sinar tersebut juga bisa dilihat dari wilayah lainnya. Dengan telepon selular, seorang warga mencoba menghubungi saudaranya di Legenda Malaka. "Coba keluar rumah. Lihat di langit sebelah utara ada sinar aneh. Mari kita berdoa agar tidak terjadi sesuatu. Semoga Allah melindungi kita," ungkap bapak itu.

Keberadaan sinar tersebut memang membuat bingung. Untuk beberapa saat, sinar tersebut sempat redup. Namun kembali terlihat. Satu setengah jam kemudian, kedua sinar sejajar ini meredup dan tidak terlihat lagi seperti garis sejajar, namun bayangannya masih ada.

Sejauh ini belum diperoleh penjelasan ilmiah akan fenomena itu. Kepala Kelompok Pemantauan Cuaca. Stasiun Hang Nadim Batam belum bisa menjelaskan secara pasti."Sayangnya dari tempat saya tidak terlihat. Tapi dari penjelasan saudara, itu bukan bintang," ungkap Yayat.

Yayat sendiri tidak yakin jika sinar tersebut merupakan fenomena alam. "Kalau fenomena itu seperti halo matahari, pelangi. Tapi saya juga belum melihat pelangi di malam hari," ungkapnya.

Caption foto:

[Tribun Batam/Iman Suryanto] Penampakan - suatu penampakan di langit pada hari Senin tanggal 12 November 2007 jam 21.00 hingga 22.30 di langit Batam yang menghebohkan warga. Belum diketahui benda apakah itu.

COMMENTS:

Tanpa informasi yang lebih jelas, akan mudah untuk "menuduh" negara tetangga kita, Singapura atau Malaysia sebagai dalang dibalik fenomena ini, apalagi penampakan terjadi di langit sebelah Utara. Semestinya yang ikut diwawancarai adalah pihak Bandara, karena mereka memiliki kemampuan penginderaan elektronik yang cukup canggih.

Berita juga tidak menyertakan deskripsi yang lebih mendetail, misalnya perkiraan ketinggian, atau minimal derajat penampakan terhadap horizon/kaki langit. Setelah melihat foto barulah cukup jelas kalau penampakan tersebut terjadi cukup tinggi di langit, berdasarkan posisi penampakan terhadap ujung tiang telepon.

Anyway, bisa diliat kalau response sebagian masyarakat masih bersifat sangat mistis... =)

Kemungkinan UFO: C+ (faktor negara tetangga belum dieliminir, bandara tidak dimintai konfirmasi)
(bay)

Sabtu, 10 November 2007

Berita: Ribuan Orang Buru Benda Bercahaya Di Banyuwangi

SUARA PEMBARUAN DAILY, 20 Nopember 1998
Banyuwangi, Pembaruan

Ribuan orang dari berbagai kota di Jawa Timur (Jatim) dan Bali, Selasa (17/11) malam berdatangan secara bergelombang memadati Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Mereka memburu adanya benda bersinar di langit yang jatuh di wilayah tersebut. Kota paling ujung timur dari wilayah Jatim yang mulai 'terbebas' dari aksi teror ninja mau pun pemeriksaan dari warga yang melakukan pengamanan swakarsa di jalan-jalan raya, datang ke Karetan untuk membuktikan adanya benda bercahaya terang warna kuning kebiruan yang memancar dari tengah hutan jati, masuk wilayah Dusun Turain, Desa Karetan.

Cahaya misterius yang dapat dilihat dari beberapa sudut desa di kawasan Kecamatan Purwoharjo sejauh 1 km itu ada sejak dua minggu terakhir. Semula, pancaran sinar terang tersebut disebutkan warga seperti meteor yang jatuh dari langit dan menghujam di tengah hutan jati. Bahkan karena Banyuwangi sedang dilanda keresahan isu dukun santet, sinar misterius itu sempat diisukan sebagai pusat kegiatan kelompok pembantai dukun santet yang disebut ninja. Namun sesudah sekitar seribu penduduk umumnya laki-laki Desa Karetan yang membawa perlengkapan aneka senjata tajam didampingi sejumlah petugas Polsek Purwoharjo yang mengaku penasaran dan ingin mengetahui wujud benda yang memancarkan sinar misterius itu secara beramai-ramai, Minggu (15/11) malam sepakat melakukan pencarian ke pusat cahaya.

Beberapa warga yang ikut dalam rombongan pencarian mengaku tidak menemukan benda tersebut. Belasan wartawan dalam dan luar negeri yang semula bertugas meliput sidang pengadilan delapan tersangka pelaku pembantaian di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Senin (16/11) malam bersama-sama datang dan menyaksikan cahaya tersebut. Kamerawan televisi luar negeri tampak mengabadikannya, termasuk beberapa wartawan dalam negeri yang mengambil gambar dengan tustel.

Kapolres Banyuwangi Letkol Pol Drs Edy Murdiono SH yang menyempatkan datang ke Desa Karetan menduga, cahaya itu sebagai bagian dari pecahan benda angkasa (meteor) yang jatuh beberapa waktu lalu. Meteor yang jatuh tersebut bisa jadi merupakan benda pertama dari meteor Lionids yang muncul dalam kurun waktu 33 tahun sekali. "Bisa jadi, benda itu merupakan pecahan pertama meteor Linoids yang belakangan diburu banyak astronom yang berkumpul di Pegunungan Mongolia hingga Thailand Utara," ujarnya.

Comments:

Perhatikan keyword berikut:
+ benda bersinar di langit yang jatuh di wilayah tersebut
+ benda bercahaya terang warna kuning kebiruan yang memancar dari tengah hutan jati
+ ada sejak dua minggu terakhir
+ bersama-sama datang dan menyaksikan cahaya tersebut

Dan yang ini:
+ bagian dari pecahan benda angkasa (meteor) yang jatuh beberapa waktu lalu

Analisis:

Mungkinkah memang meteor? Atau pecahan satelit? Bila ya, tentu pecahan meteor tidak akan menyala terus menerus selama dua minggu, dan pecahan satelit tidak akan jatuh secara bertahap selama dua minggu lamanya. Pecahan meteor juga kecil kemungkinannya bercahaya dengan spektrum warna kuning kebiruan (anyway, kuning kebiruan = ijo?). Apalagi kalau tiba-tiba bercahaya kembali dan bisa diamati banyak orang, tapi benda fisiknya tidak diketemukan.

Kemungkinan UFO: B (Skala A to D)
(bay)

Berita: Dua Nelayan Lapor, Ada Pesawat Jatuh di Laut ?

Catatan: Ini salahsatu arsip berita dari tahun 90an

RANGKASBITUNG, (PR).-

Dua orang nelayan penduduk Kampung Sindanglaut Desa Darmasari, Jumroni (19) dan Enuy (26) melaporkan adanya benda jatuh empat kilometer dari pantai Bayah, Selasa (28/4) kemarin.

Laporan kedua nelayan kepada Polsek Bayah ini didasarkan pada penglihatannya adanya benda di angkasa yang oleng, menyala dan jatuh ke laut.
"Secara samar-samar saya melihat ada pesawat di atas Samudra Indonesia yang oleng dan jatuh ke laut. Warnanya hijau," ujar Jumroni. 
Keterangan Jumroni ini dibenarkan pula oleh Enung yang merupakan rekan Jumroni saat menangkap ikan di laut.

Mendapat laporan dari dua orang warganya, aparat di Polsek Bayah segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lebak. "Saya memang menerima laporan dari Polsek Bayah tentang adanya pesawat jatuh itu dan sudah memerintahkan untuk segera melakukan pengecekan," ujar Kapolres Lebak Letkol Pol. Drs. Neddy Yuriadi ketika dikonfirmasikan adanya laporan ini. Selain menerjunkan anggotanya, Kapolres juga telah meminta bantuan para petugas dari Satpol Air dan pihak Koramil setempat, untuk melakukan pengecekan dan pencarian. Sampai saat ini, para petugas kesulitan untuk mencari benda yang jatuh itu. Selain karena kedalaman laut yang mencapai 45 meter dan ombaknya yang setinggi dua meter, di lokasi yang ditunjukkan oleh kedua orang nelayan itu, tidak ditemukan bercak-bercak minyak sama sekali.

Meski demikian kegiatan pencarian tetap terus dilakukan. "Kami pun sudah menghubungi beberapa pangkalah udara untuk menanyakan kemungkinan ada armadanya yang jatuh. Tapi sampai sekarang belum ada yang melaporkan adanya pesawat jatuh," ujar Neddy. Ditanya tentang kesaksian para pelapor yang menyatakan melihat dengan jelas adanya pesawat berwarna hijau, Neddy menyatakan bahwa di laut kemungkinan salah melihat bisa saja terjadi.
"Banyak kejadian aneh di luat. Bisa saja ikan lumba-lumba sedang meloncat yang dikira pesawat. Lagipula, masa ada pesawat berwarna hijau," guraunya.
(bay)

Senin, 21 Mei 2007

Status Quo Untuk UFO (arsip berita)


Status Quo Untuk UFO

Sejak diteliti serius mulai tahun 1947, hingga kini misteri kehadiran makhluk asing
(UFO) masih saja tak terpecahkan. Tak pernah ada kesimpulan ilmiah yang
menggembirakan. Sebaliknya, malah cenderung makin membingungkan. Tak
kurang dari penerbang tempur Indonesia pernah menguntitnya!

Setiap kali berbicara tentang UFO (Unidentified Flying Object) atau yang kerap juga disebut sebagai piring terbang berikut makhluk asingnya, pikiran kita memang seolah terbawa pada hal-hal tak pasti karena minimnya saksi. Sedemikian tak pastinya, hingga tak sedikit yang kemudian memandangnya skeptis. Namun hal ini bukan berarti tak ada pihak yang memperhatikan masalah-masalah ajaib ini.

Beberapa waktu lalu, perihal UFO mendapat tempat istimewa dalam sebuah seminar metafisika di Jakarta. Pembawa makalahnya adalah R Jacob Salatun, seorang mantan perwira tinggi TNI AU yang memang dikenal punya perhatian luas dalam hal kedirgantaraan, termasuk UFO.

Ada hal menarik yang kemudian diungkap selain mengetengahkan kasus serta sifat-sifat umum fenomena yang persisten, global, ganjil, imun terhadap pertahanan udara, dan aktivitasnya yang berpola dan bertahap. Itu adalah tentang jawaban dari pertanyaan Salatun kepada Prof Dr Joseph Allen Hynek ketika berkunjung ke Indonesia di akhir tahun 1976. Hynek tak lain adalah pakar astro fisika asal Universitas Northwestern, AS, sekaligus penasihat utama Pusat Intelejen Teknik Angkatan Udara AS yang pernah begitu dipercaya sebagai peneliti utama UFO di Amerika. Dia berkunjung atas undangan Menteri Luar Negeri (ketika itu) Adam Malik.

Sebagai tuan rumah dan counter-part, Salatun yang ketika itu Ketua Lapan bertanya, bagaimana pikiran Hynek pada waktu memulai tugasnya. Jawabannya ternyata diluar dugaan, terutama dilihat dari kemampuannya sebagai ilmuwan terkemuka, yakni bahwa dirinya mengira tugasnya menyelidiki piring terbang akan seperti penelitian ilmiah lainnya yang paling hanya memakan waktu satu-dua
tahun. Perkiraan itu ternyata meleset. Bahkan ketika proyek penelitian UFO ini dihentikan 22 tahun kemudian, pada 1969, jawaban atas teka-tekinya belum juga ditemukan.

"Bahkan sampai hari ini sekalipun, yaitu 52 tahun terhitung sejak 1947 keadaannya masih
status-quo," tandas Salatun.

Mantan Sekretaris Kastaf Gabungan TNI ini juga menambahkan, di dalam pandangan kolumnis fiksi-ilmiah terkenal Erich von Daniken, peninggalan kebudayaan kuno di Amerika Selatan sarat dengan relief maupun artifak lainnya yang menggambarkan kunjungan makhluk-makhluk dari luar bumi. Jika pandangan itu benar, maka fenomena UFO telah berusia puluhan abad!

Global dan ganjil


Dalam makalahnya yang berjudul 'Misteri Maraknya Manusia yang Diculik oleh Makhluk UFO dan Fenomena UFO', RJ Salatun juga memaparkan bahwa UFO telah disaksikan hampir di seluruh wilayah Bumi ini. Mereka berkali-kali nampak di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Afrika, Australia, Oceania, Arktika, dan bahkan Antartika. Menariknya, sejumlah negara besar memiliki kebijakan yang berbeda dalam mempublikasikan penampakannya.

Kejadian lucu misalnya terjadi beberapa tahun lalu ketika delegasi ilmuwan AS berkunjung ke Cina. Ketika perbincangan menyinggung masalah UFO, kedua negara pun saling bertukar cerita. Usut punya usut pemerintah Negeri Tirai Bambu ternyata memiliki kebijakan yang lebih terbuka. Ini nampak dari berita-berita kesaksian terhadap benda-benda terbang tak dikenalnya yang disiarkan secara bebas tanpa sensor.

Saling tukar cerita ini selanjutnya juga meredakan kecurigaan Cina. Pasalnya, pada tahun 50-an negara-negara Blok Timur mencemoohnya sebagai rekayasa negara-negara kapitalis untuk mengalihkan perhatian masyarakatnya dari kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.

Di lain negeri, mungkin karena begitu dahsyat keganjilannya, masalah UFO malah cenderung menjadi bahan tertawaan. Salah seorang pakar UFO dari Perancis misalnya, yakni Dr Jacques Vallee, malah menamakannya sebagai "pesta pora kemustahilan-kemustahilan" (festival of absurdities). Itu karena manuver-manuvernya seolah tak terpengaruh gravitasi maupun inertia, bisa berhenti mendadak di udara, berbelik haluan 180 derajad seketika, terbang zig-zag, dan lain-lain.

Kehebatan yang telah menghias majalah dan buku tersebut ternyata juga tak hanya disaksikan penerbang luar negeri. Seorang kolega Angkasa, dia adalah seorang penerbang tempur handal TNI AU, suatu ketika juga pernah memergokinya sekitar tahun 1995 di atas daerah Pameungpeuk Selatan, Jawa Barat.

"Saya tidak melihatnya secara visual namun radar kami menangkap gerakannya yang tak lazim," kata penerbang yang enggan disebut namanya ini. "Senior saya yang terbang bersama juga mengkonfirmasikan hal serupa. Tak ada pesawat tempur secanggih apa pun yang mampu bergerak seperti itu," tambahnya.

Ketika itu, ungkapnya, layar radar pesawatnya menangkap benda bergerak dari jarak sekitar 10 mil-laut. Dengan kecepatan yang begitu tinggi, mendekati kecepatan roket, dia mampu terbang zig-zag. Sebuah sifat wahana terbang yang belum mungkin dikembangkan manusia dengan teknologi paling mutakhir sekali pun.
Nampaknya sang piring terbang sadar jika dirinya tengah dikuntit. Selama beberapa saat hal itu dibiarkan saja. Namun ketika penguntitan ini berlangsung hingga Lampung Selatan, dengan kecepatan yang begitu
tinggi ia bergerak lalu hilang begitu saja dari layar radar.

Selain mampu bermanuver ganjil, UFO juga imun terhadap serangan udara. Diantara sekian pengusiran yang pernah dilakukan komando pertahanan udara sejumlah negara, yang menarik Indonesia termasuk pernah
melakukannya pula. Peristiwanya terjadi pada tahun 1964, yakni semasa Indonesia tengah berkonfrontasi dengan Malaysia. Awal masalahnya adalah karena selama tujuh hari, selepas mahgrib menjelang subuh, Komando Sektor Pertahanan Udara di Surabaya memergoki UFO seakan tengah mengintainya.

Melalui sejumlah pertimbangan, UFO-UFO itu dihardik dengan tembakan meriam penangkis serangan udara. Gerakan mereka senantiasa dipantau radar. Uniknya, nampak di layar radar, bagaimana UFO-UFO itu membumbung tinggi setiap kali tembakan mengenai sasaran. Tidak ada yang jatuh. Kecuali di Surabaya, kasus penembakan UFO oleh artileri anti serangan udara juga terjadi di Kepulauan Kurillen yang dikuasai Soviet sekitar tahun 1950-an. Sama saja hasilnya, mereka seperti punya kekebalan terhadap senjata buatan manusia.

Nasib sial justru dialami penerbang MiG-21 AU Kuba. Merasa sudah memasuki jarak tembak, ia segera membidikkan rudal infra-merah K-13 ke arah sebuah piring terbang. Malang, entah mengapa, rudal tersebut justru meledak di bawah sayap dan meleburkan pesawatnya.

Pola operasi tertentu


Sejauh penelitian yang telah dilakukan, para ahli kemudian mencurigai bahwa kehadiran mereka seperti memperlihatkan sebuah pola atau paling tidak pentahapan tertentu. Seperti dikatakan Dr David R. Saunders, misalnya, UFO muncul bersamaan secara regional yang disebut gelombang UFO terjadi setiap 61 bulan atau 1.853 hari dan bergerak ke arah timur. Dikatakan pula, gelombang dari utara ke selatan bukan dalam garis lurus, tetapi agak miring.

Menurut Dr Hynek, UFO berasal dari suatu titik tertentu di langit. Aktivitasnya memperlihatkan pola operasi tertentu, mulai dari pengintaian umum (general reconnaisance) suatu daerah yang luas. Jika mereka menemukan sasaran-sasaran yang patut untuk diselidiki lebih mendalam, maka menyusullah pengintaian rinci dengan daerah yang kian menyempit selama anehnya genap tujuh hari.

"Dari reaksi UFO terhadap sergapan pesawat, bisa disimpulkan bahwa makhluk UFO mempunyai kemampuan berfikir yang melebihi manusia. Sementara jika melakukan pendaratan, mereka selalu menyempatkan diri memungut contoh-contoh mineral, flora, dan fauna, bagai seseorang yang sedang
mempersiapkan thesisnya untuk meraih gelar Ph.D," ujar Hynek.

Pola operasi UFO, masih menurut makalah yang disusun Salatun, juga menunjukkan skala prioritas tertentu. Prioritas pertama yang menjadi sasaran pengintaiannya, adalah segala hal yang berkaitan dengan tenaga nuklir. Baik itu pembangkit tenaga nuklir, gudang senjata nuklir, pabrik pengolahan dan pembuatannya, laboratorium, tambang-tambang bahan nuklir, hingga kapal selam nuklir.

Jatuhnya piring terbang di Roswell, New Mexico (1947) yang amat terkenal itu juga bukan suatu kebetulan jika didekatnya terdapat pangkalan udara tempat bermarkasnya Grup Pembom ke-508 AU AS yang nota-bene merupakan kesatuan udara pertama di dunia yang dilengkapi bom-bom atom. Sampai kini pun, UFO masih merupakan pengunjung setia pangkalan-pangkalan strategis yang memiliki kaitan dengan nuklir.

Sementara itu, prioritas kedua sasaran mereka adalah pusat-pusat perhubungan darat, laut, udara, dan pusat-pusat telekomunikasi. Dan, prioritas keempat aneh bin ajaib adalah badan air tawar, seperti danau, waduk, sungai, dan sebagainya. Menurut Hynek, kuatnya minat terhadap air tawar telah menjadi petunjuk kuat bahwa UFU bukan berasal dari Bumi. Dalam hal ini perlu kiranya dicatat, bahwa dalam kasus kunjungan UFO ke rumah Guntur Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya 24, Kebayoran Baru, Jakarta, yang terjadi pada tahun 1981, sasarannya tak lain adalah menara air yang diatasnya bertengger dua drum air tawar.

Selebihnya, yang merupakan prioritas keempat adalah contoh-contoh mineral, flora, dan fauna. Dalam perkembangannya sendiri, dalam dasawarsa terakhir telah terjadi pergeseran prioritas. Pengumpulan data biologis dan medis terutama dari manusia bumi yang diculik dengan paksa akhir-akhir ini rupanya telah menjadi prioritas pertama.

Berusaha menyikapi itu semua, Salatun kemudian bertanya kepada Hynek, persiapan mental seperti apa yang harus dilakukan guna menghadapi keganjilan-keganjilan fenomena UFO. Jawabnya, "Rajin-rajinlah menonton serial TV 'Star Trek'." (adr)

Source: http://www.angkasa-online.com/10/02/lain/lain3.htm