Sesuai juklak, maka jika kondisi "malam hari" bertemu dengan "langit cerah", maka hasilnya adalah: waktunya berburu UFO! Segera sayapun keluarkan dari tas ransel, bagian-bagian dari pena laser 200 mW (mili Watt) untuk disusun. Sengaja saya simpan terpisah karena ternyata perangkat ini terus menerus memakan baterai saat tidak dipakai sekalipun jika disimpan dalam keadaan utuh. Dengan cara ini, saya bisa berhemat penggunaan baterai AAA dari sekitar 1 mingguan ke berbulan-bulan.
Segera setelah pena siap, sayapun mengarahkan laser ke beberapa awan yang terbang rendah. Di kejauhan tampak titik kuning redup dengan iringan flashing dari lampu-lampu merah dan hijau: pesawat terbang komersil. Bukan ini yang saya cari. Sinar lasernya sendiri, ternyata bisa menjangkau hingga ke awan rendah, terbukti dari adanya bulatan (spot) teramati di awan yang kena tembak laser.
Setelah secara acak menembakkan laser ke berbagai penjuru langit, sayapun fokus ke bagian langit di atas kepala dan mulai membiasakan mata terhadap kondisi langit yang gelap ini.
