Tampilkan postingan dengan label sighting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sighting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2008

Berita: UFO Sighting di Petukangan Selatan, Jakarta

Baru saja tayang di RCTI sekitar jam 00.00 tadi.

Saksi mata bernama Jufri, bersama seorang temannya pada hari Senin malam sekitar pukul 8:30 malam melihat formasi cahaya aneka warna di langit diatas rumahnya. Formasi tersebut berupa tujuh titik cahaya aneka warna yang kerlap-kerlip, bergerak pelan kemudian melayang stasioner. Setelah dua-tiga menit formasi cahaya lalu menjauh dan menghilang.

Tak berapa lama kemudian formasi cahaya tersebut kembali muncul, kali ini berupa delapan titik cahaya.

Ada rekaman video nya, tujuh titik sinar dengan formasi belah ketupat (empat dan tiga) berwarna oranye, putih, dll. Sekilas terlihat mirip sighting UFO diatas Bandara Surabaya yang kemudian dinyatakan sebagai cahaya LED dari layang-layang. Analisis untuk sighting kali inipun tidak jauh berbeda: balon udara!

Any comments? (bay)

Senin, 07 April 2008

Berita: UFO Terekam di Foto -- Dago Atas, Bandung

Source: DetikBandung

04/04/2008 11:55 WIB

Berfoto Bersama Alien di Bandung Utara

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - Tidak hanya rekaman UFO yang tersebar secara luas, salah seorang warga yang sedang berkunjung ke Bandung Utara mengaku tidak sengaja memotret sosok yang tampak seperti alien.

Darmawan (25) mengungkapkan hal ini ketika ditemui detikbandung di kediamannya di Jalan Pasirluyu 292 RT 05 RW 05 Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol, Jumat (4/4/2008). Menurut Darmawan, ada sosok yang mirip alien terpotret ketika dirinya berkunjung ke Dago Atas. Pada Sabtu malam (22/3/2008) Darmawan bersama kakaknya, Warman (34) dan 5 orang teman kakaknya mengunjungi salah satu restoran di Dago Atas.

Seusai bersantap sekitar pukul 22.00 WIB, mereka berfoto di pelataran parkir restoran tersebut. Darmawan menuturkan kamera yang digunakan adalah milik teman kakaknya bernama Amir, jenis kameranya Nikon D80. Setelah memotret beberapa kali, mereka kembali ke penginapan di Padalarang, tiba pukul 24.00 WIB.

"Di penginapan, Amir mentransfer foto ke laptop. Beberapa foto diamati bersama. Ada salah satu foto yang mengejutkan, yaitu foto yang memuat mereka berenam, dan di belakangnya ada satu benda berbentuk lancip menyerupai pesawat. Di ujung lancipnya mengeluarkan sinar warna merah," tutur Darmawan.

Posisi benda itu, lanjut Darmawan, seperti sedang bergerak menembus langit, mengarah ke satu titik cahaya. Beberapa foto lain juga menangkap hal serupa. Bahkan salah satu foto, ada bayangan merah di sebelah kiri. Setelah diperbesar, ada sosok kepala sedikit panjang.

"Sosok itu mirip alien yang sering digambarkan di media," jelasnya.

Meski memiliki bukti otentik, Darmawan mengaku sedikit ragu dengan keberadaan UFO. Dirinya mengungkapkan sudah sering mendengar isu tentang penampakan UFO di Bandung Utara. Namun Darmawan belum yakin sampai ada pakar yang membenarkan keberadaan UFO.

"Saya sudah mengirimkan foto ini ke beberapa pakar, termasuk juga ke Beta-UFO. Namun belum ada tanggapan. Saya sih berharap secepatnya, karena saya juga penasaran," jelasnya. ( twi / ern ) 

Berita: UFO Terlihat di Buahbatu Bandung

Catatan: Cerita pendukung untuk video sighting ogiefreak yang ini:
http://ufosiana.multiply.com/video/item/5/UFO_di_Bandung_Selatan_0108
Source: DetikBandung

04/04/2008 09:51 WIB

Penampakan UFO di Buahbatu Bandung

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - The truth is out there. Tagline ini menjadi pembuka serial TV The X Files, tentang keberadaan dunia asing di angkasa. Tidak harus menjadi Mulder dan Scully untuk bisa melihat keanehan-keanehan angkasa. Belum lama ini warga Ciburial, Ogi Taryadi melihat penampakan UFO (unidentified flying object) di kawasan Buahbatu.

Ogi menuturkan penampakan tersebut terjadi pada Januari lalu, Sabtu siang (19/1/2008) di Jalan Gurame, Buahbatu. Awalnya yang melihat penampakan tersebut adalah tiga orang teman Ogi yakni, Agung Priyatna (26), Angga dan Wail. Ketiga temannya ini sedang berada di kosan di Jalan Bali, melihat benda berwarna hitam yang terbang memutar dan bergerak ke atas.

"Kata Agung bergeraknya seperti balon, ke atas. Dia juga yakin kalau itu bukan helikopter," ujar Ogi kepada detikbandung ketika ditemui di kantornya di Jalan Gurame, Kamis (3/4/2008).

Menurut Ogi, Agung mengamati benda tersebut sekitar 10 menit. Tak lama, lanjut Ogi, sekitar pukul 12.00 WIB, Agung menghubungi untuk memberitahukan tentang penampakan yang dilihatnya.

"Saya langsung melihat ke langit, mencari-cari kalau-kalau masih ada, karena Jalan Bali dan Jalan Gurame kan jauh. Eh tak lama baru benda itu muncul lagi, saya langsung lihat pakai teropong," tuturnya.

Ogi meyakini benda yang dia lihat melalui teropong tersebut merupakan UFO. Diungkapkannya bahwa bentuk benda tersebut seperti piringan, berbeda dengan bentuk pesawat pada umumnya.

"Saya melihat benda itu sekitar 10 menit. Baru kemudian saya teringat untuk merekamnya dengan handycam," kata Ogi.

Meski berhasil merekam, Ogi menyayangkan rekamannya hanya berdurasi lima menit. Selain itu hasil rekamannya kurang memuaskan karena penampakan UFO terlihat jauh.

"Saya sedikit terlambat, harusnya saya rekam ketika benda itu terlihat jelas," ungkapnya.

Video penampakan UFO tersebut telah disebarkan Ogi di internet melalui situs YouTube. Penampakan pada 19 Januari 2008 bukanlah yang pertama kali bagi Ogi. Tahun lalu, tepatnya 12 Agustus 2007, dirinya mengaku pernah melihat penampakan UFO dan sempat merekamnya juga.
( twi / ern )

Berita: Ciburial, Bandung -- UFO Hotspot

Source: DetikBandung

04/04/2008 10:28 WIB

Ciburial Langganan Dikunjungi UFO

Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Saksi hidup penampakan UFO ternyata bukan hanya satu dua orang. Salah satu saksi, Ogi Taryadi (29) menuturkan bahwa di kawasan Ciburial tempat tinggalnya, merupakan langganan penampakan UFO atau benda asing luar angkasa.

Hal ini dikemukakan Ogi kepada detikbandung, ketika ditemui di kantornya di Jalan Gurame, Kamis (3/4/2008). Ogi menuturkan bahwa sejak kecil dirinya sering melihat UFO dari rumahnya di Jalan Bukit Pakar Timur Ciburial.

"Sejak SMP saya sudah sering melihat UFO, tapi dulu saya tidak tahu apa-apa. Saya pikir itu pesawatnya pemerintah," jelas Ogi.

Kala itu Ogi melihat benda besar menukik dari langit ke bawah, warnanya terang dan setelah itu terbang kembali. Tidak hanya Ogi, keluarga dan tetangga yang bermukim di kawasan Ciburial juga sudah sering melihat fenomena ini.

"Keluarga saya pernah melihat UFO yang besar dari jarak yang sangat dekat. Sekitar 100 meter dari atap rumah. Waktu itu saya sedang tidak di rumah. Kata keluarga saya, ada pesawat-pesawat kecil yang masuk ke pesawat itu," ungkapnya.

Tahun 2003 lalu, kata Ogi, hampir setiap hari ada penampakan UFO di kawasan Ciburial. Bentuk yang sering dia lihat seperti cerutu, sampai yang berbentuk scoutship atau segitiga. "Jadi warga mencurigai keberadaan UFO di kawasan itu," jelasnya.

Ogi juga menambahkan, Ciburial memang sudah dikenal oleh para pemburu UFO. Orang-orang yang penasaran ingin melihat penampakan UFO secara langsung, sering datang ke kawasan tempat tinggalnya.

Berita: UFO Terlihat di Jl. Pajajaran, Bandung

Sumber: DetikBandung

04/04/2008 13:15 WIB

UFO di Bandung

Hari Ini Pukul 07.40 WIB, UFO Terlihat di Jalan Pajajaran
Erna Mardiana - detikBandung

Bandung - Keberadaan Unidentified flying object (UFO) hingga kini masih disangsikan. Namun kesaksian penampakan UFO makin gencar. Hari ini (4/4/2008) sekitar pukul 07.40 WIB, seorang warga Bandung menyaksikan munculnya UFO di Jalan Pajajaran.

Berdasarkan penuturan Boby Hendrawan (35), pegawai salah satu agen perjalanan di daerah Surya Sumantri, kepada detikbandung, seperti biasa dia bersama sang istri keluar rumah di Ciganitri, Bojongsoang, Buahbatu, sekitar pukul 07.00 WIB

"Saya mau mengantar istri saya dulu yang kerja di daerah Ciroyom," ujarnya.

Rute jalan yang diambil melalui Jalan Pasirkaliki lalu belok kiri menuju Jalan Pajajaran. Tepat di dekat taman Jalan Arjuna atau persisnya di depan STM Penerbangan, Boby melihat di atas langit ada benda aneh.

"Saat itu langit cerah sekali, berwarna biru. Saya melihat benda berwarna putih seperti lampu tangan sebesar kepalangan tangan. Benda itu tidak bergerak sama sekali," tuturnya yang mengaku menghentikan kendarannya.

Melihat hal itu, Boby langsung mengabadikannya dengan kamera handphonenya. "Namun sayang pas dilihat di HP, engga terlihat. Mungkin karena pixel kamera saya kecil," ujarnya.

Menurutnya saat itu waktu menunjukkan pukuln 07.40 WIB. Boby mengaku memang sudah sejak lama tertarik dengan fenomena UFO, sehingga secara refleks dia pasti melihat jam saat melihat benda aneh di langit. Dia mengaku ini kejadian kedua kalinya setelah 2004 silam.

"Saya melihat benda itu hingga 15 menit. Nah benda itu sempat bergeser ke kiri, lalu diam lagi. Trus dia bergeser ke atas, dan di atas benda itu keluar cahaya merah, mirip bintang," tutur Boby.

Karena diburu waktu, akhirnya Boby melanjutkan perjalanan sebelum benda itu hilang. "Pas saya pergi pun saya sempat melihat ke atas dan benda itu masih ada. Saya sempat lambaikan tangan, hehe kali saja ada respon," ujar Boby sambil tertawa.

Dia mengaku banyak orang yang menyangsikannya. Hal itu menurutnya sangat wajar. "Saya terima konsekuensinya. Kalau bagi saya yang melihat langsung, sulit untuk tidak percaya," pungkasnya. ( ern / ern )

Sabtu, 10 November 2007

Berita: Dua Nelayan Lapor, Ada Pesawat Jatuh di Laut ?

Catatan: Ini salahsatu arsip berita dari tahun 90an

RANGKASBITUNG, (PR).-

Dua orang nelayan penduduk Kampung Sindanglaut Desa Darmasari, Jumroni (19) dan Enuy (26) melaporkan adanya benda jatuh empat kilometer dari pantai Bayah, Selasa (28/4) kemarin.

Laporan kedua nelayan kepada Polsek Bayah ini didasarkan pada penglihatannya adanya benda di angkasa yang oleng, menyala dan jatuh ke laut.
"Secara samar-samar saya melihat ada pesawat di atas Samudra Indonesia yang oleng dan jatuh ke laut. Warnanya hijau," ujar Jumroni. 
Keterangan Jumroni ini dibenarkan pula oleh Enung yang merupakan rekan Jumroni saat menangkap ikan di laut.

Mendapat laporan dari dua orang warganya, aparat di Polsek Bayah segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lebak. "Saya memang menerima laporan dari Polsek Bayah tentang adanya pesawat jatuh itu dan sudah memerintahkan untuk segera melakukan pengecekan," ujar Kapolres Lebak Letkol Pol. Drs. Neddy Yuriadi ketika dikonfirmasikan adanya laporan ini. Selain menerjunkan anggotanya, Kapolres juga telah meminta bantuan para petugas dari Satpol Air dan pihak Koramil setempat, untuk melakukan pengecekan dan pencarian. Sampai saat ini, para petugas kesulitan untuk mencari benda yang jatuh itu. Selain karena kedalaman laut yang mencapai 45 meter dan ombaknya yang setinggi dua meter, di lokasi yang ditunjukkan oleh kedua orang nelayan itu, tidak ditemukan bercak-bercak minyak sama sekali.

Meski demikian kegiatan pencarian tetap terus dilakukan. "Kami pun sudah menghubungi beberapa pangkalah udara untuk menanyakan kemungkinan ada armadanya yang jatuh. Tapi sampai sekarang belum ada yang melaporkan adanya pesawat jatuh," ujar Neddy. Ditanya tentang kesaksian para pelapor yang menyatakan melihat dengan jelas adanya pesawat berwarna hijau, Neddy menyatakan bahwa di laut kemungkinan salah melihat bisa saja terjadi.
"Banyak kejadian aneh di luat. Bisa saja ikan lumba-lumba sedang meloncat yang dikira pesawat. Lagipula, masa ada pesawat berwarna hijau," guraunya.
(bay)

Jumat, 21 September 2007

Tahapan klasifikasi UFO Sighting

Dalam penyelidikan yang lebih formil, "UFO - Unidentified Flying Object" tidaklah selalu dengan tepat mewakili setiap "fenomena benda terbang janggal" yang terdeteksi. Lazimnya, sebelum penelitian menjurus dengan pasti kearah kemungkinan fenomena penampakan UFO, istilah yang lebih tepat untuk dipakai adalah "UAE - Unexplained Aerial Phenomena". Nah kalau sudah terkonfirmasi sebagai UFO Sighting, barulah masuk ke tahap klasifikasi strata UFO sighting.

Jadi tahapan pengerucutannya adalah sebagai berikut:

Kejadian » UAE » UFO Sighting » Strata UFO Sighting

Penjelasannya begini;
  • Kala teramatinya suatu "kejadian" di langit, konfirmasikan dulu, atau hadapkan dulu terhadap serangkaian pertanyaan "filter", untuk memastikan apakah kejadian tersebut merupakan fenomena biasa (baik alamiah maupun buatan), atau termasuk fenomena yang tidak memiliki penjelasan ilmiah yang memuaskan? Jika yang pertama, berarti ia termasuk ketegori fenomena biasa, jika tidak, berarti ia termasuk UAE.
  • Setelah dikonfirmasikan sebagai UAE, maka hadapkan lagi data-data yang ada terhadap serangkaian pertanyaan "filter", untuk memastikan apakah kejadian tersebut memang termasuk fenomena yang tidak terjelaskan, atau memiliki ciri-ciri khas dari penampakan UFO? Jika yang pertama, berarti statusnya tetep UAE, jika yang kedua, berarti ia termasuk UFO Sighting.
  • Setelah dikonfirmasikan sebagai UFO Sighting, silakan dihadapkan kembali terhadap standarisasi strata (tingkatan) UFO Sighting, dan berdasarkan standar yang mana? Hynek, Vallee, atau lainnya?
Untuk lebih jelasnya soal klasifikasi Hynek & Vallee, bisa diliat sekilas disini:
http://id.wikipedia.org/wiki/Piring_terbang#Piring_terbang

Atau silakan Googling. (bay)

Jumat, 25 Mei 2007

UFO Watch: Sighting di langit Depok

Pada akhir April 07, dari daerah Beji - Depok, beberapa saksi mata melaporkan penampakan tiga buah cahaya asing di langit malam. Cahaya asing tersebut lantas melakukan manuver-manuver tak biasa, sehingga besar kemungkinan apa yang mereka saksikan saat itu adalah UFO.

(click gambar untuk memperbesar)

Karena waktu sighting masih berdekatan dengan dimuatnya postingan ini, maka ada baiknya anda yang berada di daerah situ rajin-rajinlah mengecek langit malam. Karena jika dikaitkan dengan kebiasaan UFO untuk muncul dalam suatu gelombang penampakan, maka ada kemungkinan UFO tersebut akan muncul kembali.

Untuk cerita lengkapnya silakan mampir ke:
http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/314
http://bh4kt1.multiply.com/journal/item/17

Foto-foto dari Arie (srisariningdiyah)
(bay)



Senin, 21 Mei 2007

Studi Kasus: Pangkalan UFO di Danau Poso?

Pengantar:
Danau Poso merupakan salahsatu danau di Sulawesi yang spesial. Luasnya mencapai 800 km2, dengan kedalaman setara tiga kali kedalaman Laut Jawa.

Menurut masyarakat setempat, di danau ini juga hidup mahluk sejenis naga. Sedangkan menurut beberapa informasi lain, ada kemungkinan danau ini juga dikunjungi secara rutin oleh UFO.

Berikut ini beberapa cuplikan artikel:

"Water-happenings” in Indonesia
 Sumber: http://www.waterufo.net/item.php?id=403

Gordon Creighton

I am indebted to Mr. W. L. Tobing of Bandung, Indonesia, for this report of what looks like another underwater UFO "base". The account first appeared in the Indonesian-language journal Intisari, No. 78, of January 1970 (a well known popular science monthly published in Djakarta), the author being Mr. S. Kamah.

Is it possible that Lake Poso in North SULAWESI1 is a UFO base? The largest lake on the Island of North Sulawesi, it is about 800 square kilometers in area and is three times as deep as the Java Sea2. The pleasant town of Tentana lies beside the lake.

Not long ago, accompanied by Mr. J. Gintu, Chief of the District, Mr. S. Walenta, Member of the Poso Council, Mr. Togobu, Head of the Art and Culture Service, and Mr. Pobonde, Chairman of the Adat, Mr. Kamah made an investigation of the lake and its surroundings, for it is the belief of the local populace that something very mysterious is going on in the lake.

According to the account given to Mr. Kamah by the four above-named local officials, there has been some mysterious creature or phenomenon in the lake for the past five years. Until now they still have no idea as to whether this is some gigantic unknown beast or a ghost. What does seem certain is that, five years ago, a certain fisherman was fishing on the lake at midnight when he observed a vividly bright light in the centre of the Lake. At first the man thought it must be a petromax lamp used by some other fisherman. But then he observed that the light was moving from one bank of the lake to the other and back again, at times extremely rapidly. Then, at one moment, it came to a distance of only about 100 metres from him. This terrified him so much that he went off home at once.

When he first told the neighbours and villagers what he had seen, they all jeered and made fun of him. Until, about a week later, the light was also seen by other fishermen. Since then he light has been seen so often that it has come to be regarded as quite customary. Opinions among the populace vary greatly however as to what the explanation of the light could be.

The local District Chief, Mr. Gintu. said: "Until 1966 I did not believe this story that the people were
telling about the light in the lake. I thought it was just their superstitious talk. But, one night, at 9.00 p.m., as I myself was going home by boat, the sailors pointed out to me this vivid light in the middle of the lake. So I saw it for myself, and I saw that it moved with extraordinary speed from one shore of the lake to the other. An hour later, it approached our boat and came to a distance of only 20 metres from us. I stood watching
it very attentively. The water seemed to be bubbling. It seemed to be a body surrounded by light. Although I was able to observe it at leisure, I was never able to make out its precise shape.

On another occasion Mr. Gintu and his wife both saw it, quite close to them. Mr. Togobu also said that at first be had not believed the reports about the light, and thought it must be the flash of meteors falling into Lake Poso. But at last he saw the light for himself, and then he was forced to conclude that there must be some mysterious entity or creature in the lake.

Councillor Walenta said that he too had seen it. Mr. Pobonde said he had no idea what it could possibly be, but that in his opinion it was no ghost and no animal.Mr. Kamah ascertained that in the course of these five years the behaviour of the mystery light has changed. For example, whereas to begin with it was always seen in or on the lake itself, it has now begun to be seen flying around over the fields and hills around the lake and
then plunging back into the lake. Moreover, there is now no longer only one light. Sometimes there are three of them.

This reference (original): FSR Case Histories (v.1 to v.18 complete) April 1971, p.7, ©1970

Monster (semacam) Lochness?
Sumber: http://hikmatdarmawan.multiply.com/journal/item/21

Salah satu milik bersama rakyat Poso adalah Danau Poso. Di tepi danau inilah festival budaya seringkali diadakan. Danau ini memberi sensasi unik bagi rombongan kecil kami dari Jakarta. Di tepi danau, kami menatap debur ombak menghantam pantai dengan keras. Kami datang di saat musim ombak. Ombak?
Pantai? Ya, danau ini bak laut saja tampaknya. Tapi begitu angin tenang, ombak reda, dan saya memberanikan diri masuk danau airnya tawar! Maka percayalah kami, ini memang danau.

Ternyata danau ini menyimpan legenda besar. Orang sekitarnya menyebut itu legenda “lampu danau”. Heh, rasanya culun memang nama ini. Setiap malam, selalu ada cahaya yang hilang timbul sepanjang malam, yang berjalan cepat di beberapa bagian danau. Cahaya itu kecil saja. Saya melihatnya, dan kalau tak diberitahu Jimi, pasti saya mengira itu lampu kapal nelayan. Jimi menerangkan mengapa itu tidak mungkin. Kebetulan memang saat saya menyaksikan itu, ombak sedang besar dan hujan membungkus danau. Gerak-geriknya
juga, menurut Jimi, tak serupa dengan gerak-gerik boat. Lagipula kadang cahaya itu berpendar kuning, kadang berpendar biru.

Dalam bahasa awam orang sekitar, “lampu” itu dipercaya bagian tubuh seekor naga. Entah matanya yang menyala, atau mungkin kulit tubuhnya yang barangkali terlapis fosfor. Lho, apa hubungannya cahaya itu  dengan naga? Apa ada penampakan? Saya banyak disaran untuk mengobrol dengan orang-orang tua yang tinggal di kampung-kampung sekitar danau. (Sayang saya tak punya waktu banyak di sana!) Penampakan terakhir, kata Jimi, pada 1986.

Waktu itu, penduduk salah satu kampung di tepi danau Poso melihat sesuatu yang berenang melintas danau di siang bolong. Mereka mengira itu kijang, karena kijang dikenal sebagai perenang yang tangguh. Dengan antusias mereka ramai-ramai ke perahu motor mereka, mengejar “kijang” itu. Sekitar 20 m. dari si makhluk (perahu paling depan malah hanya sekitar 10 m. dan awaknya sudah bersiap menombak makhluk itu), terlihatlah oleh mereka bahwa makhluk itu sama sekali bukanlah kijang!

Makhluk itu, kata sebagian orang, berkepala seperti kuda. Tubuhnya menjulur seperti ular raksasa, hilang timbul meliuk-liuk di permukaan danau. Para penduduk kampung itu pun bubar dengan panik, terbirit-birit kembali ke tepi. Untuk beberapa saat, sang makhluk itu berenang dengan gemilang di siang bolong itu.

Saya tentu saja terpana. Apalagi ketika Jimi bilang bahwa salah satu cara untuk memancing “lampu danau” agar menampakkan cahayanya adalah dengan menyalakan lampu motor dan menderamkan mesin motor kita ke arah danau. Saya teringat pada sesuatu yang saya baca sewaktu kecil: monster danau Lochness! Seingat saya, salah satu yang konon memancing keluar si Nessie (panggilan akrab sang monster) adalah memang lampu dan deram mesin motor.

Dari sejumlah karakter danau Poso yang saya dapati saat itu, memang banyak persamaannya dengan danau Lochness. Danau Poso terletak di pulau dengan kontur berbukit-bukit seperti lingkungan Lochness di Skotlandia sana. Luas danau Poso adalah 39 X 12 km. Volume airnya lebih besar daripada danau Toba,  karena danau Poso tak punya pulau di tengahnya seperti Toba. Menurut Fadian, ada penelitian yang mencatat bahwa di danau Poso ada palung dengan kedalaman mencapai 1300 m.

Salah satu teori tentang monster Lochness adalah ia/mereka merupakan makhluk yang tinggal di laut dalam, dan sesekali masuk ke danau karena ada semacam terowongan di kedalaman danau itu yang menghubungkan Lochness dan laut. Saya tanya kemungkinan itu kepada Jimi. Ia bilang, mungkin saja. Ia ingat, kakaknya pernah membuat skripsi tentang temuan sejenis ikan purba di danau Poso. Penduduk setempat menyebutnya ikan Bongo, berbentuk seperti ikan gabus.

Kakak Jimi mendapati info tentang ikan Bongo (dan mendapati bahwa ini sejenis ikan purba) dari sumber yang jauh dari Poso: di perpustakaan IPB, dan dari sebuah dokumen penelitian yang dikirim dari Jepang. Menurut dokumen itu, ikan Bongo sama dengan ikan Putri (terjemahan dari nama Jepangnya) yang di Jepang sendiri telah punah. Nah, pernah ketika sebuah gunung di dekat laut meletus, ikan-ikan Bongo di danau Poso tampak bermatian karena panas. Jangan-jangan, kata Jimi, memang ada semacam terowongan di kedalaman danau Poso yang terhubung ke laut.

Wah! Ini sebetulnya bisa jadi bahan penelitian yang menarik. Saya ingat, legenda Lochness ternyata bukan eksklusif milik danau Lochness. Di seluruh penjuru dunia, di danau-danau dengan karakter serupa Lochness,
penampakan serupa Nessie memang sering dilaporkan. Saya lupa, apakah dulu danau Poso disebut-sebut juga dalam soal ini. Teman saya serombongan dari Jakarta, Indrajati dari Yayasan ARTI, mengomel akan
tiadanya di Indonesia minat meneliti danau sedahsyat Poso ini. Saya mendesah, dan sepakat.

UFO Deep in The Jungle
Source: http://www.ufoinfo.com/sightings/indonesia/040600.shtml

Location: indonesia

Date: 3 am deep in the jungle

Approach Direction: in front of us

Departure Direction: above us

Witness Direction: same position

Description: enormeous craft with tremendous lights blinding lights and hover above us and disappear at extremely high speed

Color/Shape: lights were so intense it seems it was day light

Height & Speed: 100 metres coming at us at 25 miles an hour and disappears at 10000 miles or more an hour

TV/Radio/Press: no it was deep in the jungle

Follow-up information from Brian Vike:


Dear Mr. Brian Vike,

It is a strange event that happened, during the encounter with the craft (UFO). When we saw it we were dumbfounded, it took us at least twenty minutes to realize what we saw, then we went on with our lives. Then me and my friends sometimes talk about it until suddenly it hit me, my God, we have seen an UFO, a real one. So I decided to write to you and will explain it to you.

It was deep in the jungle on top of a mountain next to a series of lakes in central Sulawesi in Indonesia. My friend and I, we went there to a mining site for business-one night. We went out and on the way back to the mine at around 2:30 am, alone on the asphalt road we saw lights coming at us, very strong white lights. We immediately thought it is an airplane, but at this time of the night and this place, and flying so low, it could not be an airplane. There was absolutely no sounds and the night was beautiful and clear. Also the trajectory of this craft was like nothing we have ever seen. So then we thought, oh, it's a helicopter. But no helicopter in the world has such lights and with no sound whatsoever, even in such a remote place and at this time. Also it flew like a plane but hovered like an helicopter with extremely intense lights, so we thought it must be a human craft because human need lights in the night, but this light was extreme.

It was like a series or rows of projectors in front of this craft, at about one hundred meters in front of us traveling at a speed of 25 miles an hour. We also were in the car and traveling with open windows. When we saw it, we reduced speed as it flew right toward us. It was like the craft was following the road, yet still coming toward us and then it turned slightly right above us. The light became more intense on every side, then it suddenly took off at an enormous rate of speed and disappeared, with no lights, it just vanished. Also there was no hills and it could not have vanished just like that. The size of theobject was maybe fifty meters and it was the size of a Boeing Jetliner.

The next day we asked if there are planes landing, no planes at all and also not every day of the week and surely only twice a day morning and afternoon but not at 3:00 am in the morning. If you ask me what this craft was doing there, there is no question that for sure it is around there often, and for sure it must have a resting place. But it was not at all hostile. It was as surprised as us to see us there in front of each other now. I just remembered our car had very bad light so our car lights were very dim, so it was not afraid of us. But for sure it has identified us before, we did it so there are some more information tell you later some more must recollect the facts. I don't know how to do a diagram on the com I am not good enough with computers.

Analisis: Dari banyak laporan sighting, danau-danau dengan air sangat dalam, seringkali menjadi tempat favorit kemunculan UFO. Salahsatunya bahkan pernah tertangkap kamera ketika sedang dalam posisi setengah tenggelam di perairan danau Cote, Costa Rica, Amerika Selatan, 1971, sehingga menyiratkan adanya sesuatu yang spesial berada di dasar danau tersebut.

Bagaimana dengan Danau Poso? Apakah ia memiliki pangkalan UFO di dasar danaunya? (bay)

Studi Kasus: Keterlibatan USO dalam tenggelamnya KM Lintas Samudera di laut Banda, Sulawesi Tenggara

Pengantar:
Berikut ini laporan mengenai penampakan USO (Unidentified Submersible Object) - Benda Selam Tak Dikenal, di sekitar laut Banda. Konon, menurut beberapa korban tenggelamnya kapal KM Lintas Samudra, mereka menyaksikan fenomena yang sama sesaat sebelum kapal tenggelam (ditenggelamkan?).

Cuplikan berita asli:
Submitted by: Dahono F. - Semarang, Central Java Indonesia
Date: 2/5/2000 - Time: 5:22 AM EST
Subject: Unexplained Event, UFO Sightings
Location: Sea of Banda & it's vicinity
Date: 01/15/2000 - Time: 04:00 AM
Country: Indonesia - Seas around the islands of Moluccas and Irian/Papu
Number of witnesses: 4 maybe 6
Objects Shape: Light
Number of objects: 20 to30
Object had lights
Object emitted beams of light
Event Description: 3/04/00

Actually, it was my cousin's experience. I told him to tell other people to look for an explanation of this event but he doesn't want to and he doesn't dare. So I finally write to this website to look for answers.

He was on a cargo-ship crew that serve the sea lines between Surabaya, Ujung Pandang (Makassar) and the cities in Iran Java (Sorong, Manokwari, Nabire). During the predawn morning on January 15, at about 04:00 A.M. he told me that he and his fellow crewmen saw strange shapes of lights from under the sea. At first there's only two of them right in front of the ship. Then suddenly these two lights moving fast toward the ship and stop right beside the ship. One on each side of the ship. As soon as they stop, suddenly many more of these things lights-up, just as somebody has turned on the lamps from the bottom of the sea. They were shapeless, just like figures of islands on the maps. These shape of lights were scattered on the area 1.8 km in diameter. The outside boundary of the area they occupied formed an oval shape. No sounds were heard. And they just stand there and do absolutely nothing until the ship passing them by. The lights was white just like a TL lamp, neon lamps.

My cousin told me that he never saw anything like it. But his friend did see this things just one month earlier. The location is nearby, eastward from the first location. His friend was during the trip toward city of Manokwari. He saw the same lights under the sea but in different formation. These ones form a long line formation just ahead the boat. When the boat he was in trying to turn back to avoid crash with these things, suddenly the same lights formed the same formation just behind the boat. The boat was lifted up a bit when hit these lights. Next thing the boat turn right and escape from both the lights formations.

The last sighting was when the KM Lintas Samudera (a passenger ship) was having an accident in the Sea of Banda on the Moluccas. Some people were killed during the accident (I don't recall the number of casualties but you can check it out on the local and national newspaper on 22-30 January 2000. one of them that I read was Jateng Pos dating Friday, 28/01/00). Some survivors told that before the ship was sunk, there was two shape of lights from under the water moving fast toward the ship and crash the ship. The ship was later found in the beach of nearby island.

I'm very eager to look for an explanations of this phenomena. My cousin and I have some thoughts that maybe the lights was generated by some underwater creatures as fishes, sea-eels, or maybe giant octopuses. But if they were so, why didn't they make a movement (On my cousin's sighting). And how did they turn-on and off the lights they generated? As far as I know, some undersea creatures can generate electricity and lights, but if they do, won't they always have lights? and unable to turn it off?

Second thought was that it was A gigantic nuclear-submarine. Well, who knows that the riots happens in the Moluccas Island was related to these submarines that was on a such stealthy mission to drop weapons on the islands? (well,maybe it's too delusional and paranoid). But the lights generated by the nuclear reactor on the subs by processes called Cerenkov radiation could form that lights, isn't it? But if they were a submarine, what kind of submarine has a diameter 1.8 km? And how it could change shapes?

Please, I'm looking forward for explanations.

My cousin is the 3rd engineer on the ship of KM Sidu Arsi, a cargo ship belongs to PT. Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia) that serve the route Surabaya-Makassar-Irian. You can check it out.

Sumber: http://mysticaluniverse.com/ufos_aliens/ufosightings/australia/scotland/malaysia/indonesia.html

Cuplikan Berita Koran (translated):
SAR has found the ruin of KM Lintas Samudera that sank in the sea around the Cape Taipa, South-East Sulawesi (Celebes), on the early dawn of Sunday, but they found no trapped passenger inside the ship. The ruin of the 15 GT tonnage ship were found floating on the coastal area of Taipa and now has been pulled aside to the Metui Village. Said the Chief of Southeast Sulawesis District Office of Dept. of Transportation whom also the Coordinator of SAR team, Ir. Mawardi Yusuf in Kendari this afternoon.

The KM Lintas Samudera sank on its way from Molore in the Sultra (South-east Sulawesi)-Sulteng (Central Sulawesi) province border to Kendari, caused by huge-hard sea waves. In the accident, 7 were killed, 42 were survived and unknown were missing.

According to Mawardi, the join SAR team helped by the local fishermen now keep trying to search the missing passengers by searching along the coasts and small islands where it assumed that the survivors could have landed. There's very little chance that the missing passengers would be found alive, because beside it is already more than 3 x 24 hours, the ships was not equipped with life jackets.

We don't know the certain number of the missing passengers in the accident, we even do not know the certain number of the whole passengers aboard that ships because the captain of the ship didn't have any passengers manifests. said Mawardi. But for now, the information of the number of missing passengers holds by the SAR team to be the basic of the search ,come from the survivors that confess that six of their familiy members who were aboard the ship still havent found yet.

Among the six missing passenger is the father, mother and sister of a child name Yana (6 years old). The fathers name was Awan (35), mothers was Siti (30) and sisters was Lilis (10), all came from the Pondidaha District, Municipality of Kendari. That poor little child is now being kept by the Children Shelter House belongs to the local District office of Dept. of Social. Many people of Sultra were touched by the accident and is interested to keep and look after the child, among them is the Commander of Kendaris Naval Base Col.(P) R Budi Hardjo.

Some survivors, most of them are transmigrants, of UPT III and IV in Hialu, District of Asera, Municipality of Kendari explain that beside the big-waves, the ship sank because it collided with some kind of strange creature. I saw it myself, the ship was hitting something like a boat which have three beams of bright lights. People say that it was the giant octopussy, that according to people, there are many of them in the sea of Cape Taipa. Said Sukaryo, one of the survivors.

In the first month of the year 2000, this is the second accident of sunk ships. The first, in the early January, is the KM Mutiara in the sea of Municipality of Muna, that caused 7 out of 41 of its passengers were killed.(an/tim). That was my own free-translation of the news published in Jawa Pos on January 26,2000. Jawa Pos is the national newspaper that has the central office in Surabaya, East Java. Maybe you could look further for the news recorded by the local newspapers that closer to the location of accident.

Sumber: http://mysticaluniverse.com/ufos_aliens/ufosightings/australia/scotland/malaysia/indoupdate.html