Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

Buat foto UFO sendiri dengan aplikasi Camera360 di Android





Gimana, cukup meyakinkan?
Lokasi: Salahsatu hotel di Sanur, Bali. (byms)

Selasa, 24 Juli 2012

Cakram neon di langit Denpasar, Bali, 24 Juli 2012

Jam 00:30 tadi terlihat seberkas cahaya di langit, bentuk seperti lampu cakram neon putih kebiruan.

Awalnya saya kira ini bintang jatuh, secara kemunculannya yang tiba-tiba, tapi tidak ada ekor, tak ada perubahan intensitas cahaya, terlalu pelan, dan yang paling menggugurkan adalah ketinggiannya sangat dekat: di bawah awan.

Karena itu sempat terpikirkan juga barangkali ada yang main kembang api, tapi intensitas cahayanya terlalu konstan dan tidak seterang flare phospor, muncul dan hilangnya juga seperti diatur saklar on/off sedangkan flare kembang api biasanya meredup dan mati.

Kecepatannya juga cukup tinggi untuk kembang api, terlihat ada tenaga di sana: bukan sekedar jatuh karena ditarik gravitasi. Arah lintasan diagonal konstan, sementara angin sedang kencang karena terlihat awan bergerak cukup cepat.

Ukurannya juga terlalu besar untuk flare kembang api, yaitu sekitar 1/2 bulan purnama.

Lokasi: Renon, Denpasar, Bali. Arah: Barat Laut. Lama penampakan: 2 detik. Saksi: sendirian.

Metode: Aktif, sugesti positif: tegur sapa. (byms)

Enhanced by Zemanta

Jumat, 23 Maret 2012

Berburu UFO: Malam Sebelum Nyepi 1934 Saka

Seperti yang sudah pernah saya posting sebelumnya, Hari Raya Nyepi di Bali menawarkan suatu kondisi yang sangat ideal bagi para pemburu UFO untuk meningkatkan kemungkinan mereka mendapatkan penampakan UFO. Hal ini terkait dengan nol-nya gangguan cahaya dari oermukaan Bumi pada saat malam hari, sehingga jika langit sedang cerah maka segala macam penampakan benda angkasa bisa dengan jelas teramati, tanpa harus jauh-jauh mengasingkan diri menyingkir dari peradaban.

Di ajang Hari Raya Nyepi tahun 2012 ini sebenarnya kami rencanakan untuk menginap di lokasi yang berdekatan dengan gunung atau tepi pantai dengan harapan memperoleh pandangan yang luas ke langit terbuka, sekaligus malam yang cerah. Namun karena keterbatasan sarana transportasi maka niatan ini terpaksa kami urungkan. 

Adapun untuk menginap di hotel di dalam kota Denpasar sendiri tidak menawarkan kelebihan khusus, selain dari kebebasan berkeliaran di dalam kompleks hotel, plus fasilitas yang bisa dinikmati; tidak berbeda jauh dengan menyepi di kediaman kami sendiri. Beberapa hotel dengan akses roof-top sempat menjadi incaran kami, namun karena tidak menemukan paket yang sesuai harapan maka rencana inipun kami batalkan. Rencana berburu UFO pun kembali dilakukan dari pekarangan kediaman kami sendiri saja.

Malam sebelum Nyepi, saat masyarakat Bali sebagian masih asik berkumpul di jalan-jalan protokol untuk menyaksikan ajang langka setahun sekali; pawai Ogoh-Ogoh, saya dan isteri justru meluangkan waktu untuk mengamati langit, mencari-cari penampakan yang diharapkan.

Dan benar saja... pada sekitar pukul 8 malam WITA, di ketinggian langit malam yang malam itu luar biasa cerah, kembali kami saksikan obyek cahaya tunggal mirip bintang putih kemerahan bersinar redup dan berkelana dengan karakteristik penampakan, jalur, maupun kecepatan yang tidak seperti pesawat terbang komersial yang sering melintas di langit Denpasar.

Obyek teramati pada posisi langit tegak di atas kepala, bergerak dengan kecepatan sedang ke arah utara, dengan agak berkelok. Pada posisi sekitar 1/4 dari puncak langit, obyek meredup dan menghilang, namun kembali tampak dengan kecerahan semula pada posisi agak ke timur, kemudian teramati berkelana kembali ke arah selatan, ke arah pertama kalinya ia teramati. 

Sayangnya setelah kami masuk ke dalam rumah untuk mengambil pena laser, untuk mencoba memancing reaksi dari bintang berjalan tersebut, obyek sudah tidak teramati lagi di langit. Upaya kami untuk mencari obyek sama di jam-jam berikutnya pun tidak membuahkan hasil.

Sasaran waktu berikutnya adalah menjelang dan sesaat setelah matahari terbenam di malam Nyepi hari ini (peralihan terang ke gelap), mencoba mengulang keberhasilan malam Nyepi 2010 lalu saat kami mendapati setidaknya tiga penampakan obyek asing di angkasa. 

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1934. (byms)
Enhanced by Zemanta

Senin, 12 Maret 2012

Jendela berderet teramati di balik menara air dan menghilang cepat

Kemarin malam sekitar jam 21:00 WITA sewaktu nungguin tukang delivery makanan datang, saya berjalan ke luar kontrakan ke halaman depan, dan bergerak ke arah pagar gerbang masuk karena mendengar suara motor mendekat.

Waktu tahu si tukang delivery ternyata belum datang, cuma motor tetangga lewat, saya pun balik badan kembali ke arah dalam halaman.

Saat itulah di balik menara air di sudut halaman, tampak sekelebat ada barisan cahaya berwarna kuning redup agak oranye bergerak cepat dari Selatan ke Utara (kanan ke kiri kalau dari posisi saya). 

Awalnya saya pikir ini sekedar ilusi cahaya di kacamata saya, tapi waktu saya melangkah mundur kembali ke gerbang masuk, dan coba rekonstruksi kejadiannya sambil geleng-geleng kepala mencari posisi supaya si pantulan cahaya yang sama muncul, ternyata si cahaya ternyata tidak muncul lagi. Lagipula setelah diingat-ingat, cahayanya sendiri seperti menghilang di balik tiang menara air secara berbaris, sementara kalau refleksi di kacamata biasanya tidak akan hilang terhalang pohon.

Dugaan awalnya jendela dari rumah tetangga, terlebih karen penampakan cahayanya sendiri mirip seperti deretan jendela persegi dengan ukuran jendela rumah standard dari jarak yang sama, hanya saja jumlahnya ada sekitar empat atau lima buah, dan terlihat bergerak dengan cepat, hilang satu-persatu ke balik pohon di sebelah tiang menara air rumah tetangga. Sesudah cek lokasi di foto, di bagian penampakan itu sendiri memang seharusnya cuma ada langit, bukan rumah tetangga. 

Kalau itu sesuatu, maka sesuatu itu terbang sangat rendah tadi malam, dan relatif dekat. Silakan lihat gambar untuk ilustrasi, berdasar pada foto yang saya ambil pas Tahun Baru 2012 kemarin. (byms)

Kamis, 09 Februari 2012

Bintang Berjalan Merah Redup di atas Pulau Serangan, 6 Feb 2012

Senin 6 Feb 2012 lalu, saat itu pulang kantor sekitar jam 7an, dan udara jarang-jarang cerah. Dari pelataran parkir belakang kantor di dekat Pulau Serangan, Bali ini, terlihat sang rembulan menyala gagah menerangi langit malam di atas Pulau Serangan. Sedikit disayangkan, adalah kondisinya yang belum purnama sempurna karena berdasarkan penanggalan Hijriah, malam itu baru tanggal 13 Rabiul Awal, sehari setelah Maulid Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.

Sesuai juklak, maka jika kondisi "malam hari" bertemu dengan "langit cerah", maka hasilnya adalah: waktunya berburu UFO! Segera sayapun keluarkan dari tas ransel, bagian-bagian dari pena laser 200 mW (mili Watt) untuk disusun. Sengaja saya simpan terpisah karena ternyata perangkat ini terus menerus memakan baterai saat tidak dipakai sekalipun jika disimpan dalam keadaan utuh. Dengan cara ini, saya bisa berhemat penggunaan baterai AAA dari sekitar 1 mingguan ke berbulan-bulan.

Segera setelah pena siap, sayapun mengarahkan laser ke beberapa awan yang terbang rendah. Di kejauhan tampak titik kuning redup dengan iringan flashing dari lampu-lampu merah dan hijau: pesawat terbang komersil. Bukan ini yang saya cari. Sinar lasernya sendiri, ternyata bisa menjangkau hingga ke awan rendah, terbukti dari adanya bulatan (spot) teramati di awan yang kena tembak laser.

Setelah secara acak menembakkan laser ke berbagai penjuru langit, sayapun fokus ke bagian langit di atas kepala dan mulai membiasakan mata terhadap kondisi langit yang gelap ini.

Kamis, 26 Agustus 2010

Kemungkinan UFO di atas Pulau Serangan - Agustus 2010

Spherical UFO over Serangan Island, Bali, August 26 2010
Pagi ini ceritanya saya berusaha mengabadikan burung-burung bangau yang biasanya bertengger di halaman belakang kantor. Sewaktu diunduh hasilnya, ternyata ada satu foto yang menunjukkan adanya obyek lain selain burung yang ikut terekam. Awalnya saya duga burung kecil, karena memang ada beberapa yang ikut berkeliaran waktu pemotretan berlangsung, namun setelah diteliti lebih lanjut sepertinya obyek lebih mirip piringan daripada burung, cukup solid, dan berada tidak terlalu jauh dari posisi pengambilan gambar. Juga menimbang shutter speed yang lumayan tinggi; 1/500 detik, maka sepertinya kalau sekedar burung dalam kecepatan normal maka ia bakalan tertangkap dalam kondisi cukup beku.

Dari arah pengambilan gambar (Selatan), berarti obyek berada di sekitar Pulau Serangan, Bali.

Setelah diperbesar sekitar 20X, obyek misterius ini menunjukkan kalau ia memiliki semburat warna ungu di bagian atas, dan hijau di bagian bawah; setelah saya cek ke bagian lain foto, ternyata memang ada sedikit iluminasi/bayangan warna semu pada bagian dengan kontras tinggi, tapi lebih ke warna coklat atau merah, bukan ungu apalagi dua warna.

Sekitar dua minggu sebelumnya sebenarnya saya pernah menyaksikan juga penampakan yang rada unik; sebuah benda hitam terbang cepat di atas laut dari arah timur, dengan lintasan horizontal menurun arah selatan ke sekitar Pelabuhan Benoa; sayangnya terlalu jauh untuk diperhatikan detailnya, yang pasti kecepatannya lumayan tinggi, sekitar 5-6 kali kecepatan parasailing yang biasa terlihat di daerah sana. Satu hal unik lainnya, di ujung perjalanannya, saat masih berada di udara, si obyek mendadak hilang.

UFO kah? Bagaimana menurut anda? (bay)