Kamis, 26 Agustus 2010

Kemungkinan UFO di atas Pulau Serangan - Agustus 2010

Spherical UFO over Serangan Island, Bali, August 26 2010
Pagi ini ceritanya saya berusaha mengabadikan burung-burung bangau yang biasanya bertengger di halaman belakang kantor. Sewaktu diunduh hasilnya, ternyata ada satu foto yang menunjukkan adanya obyek lain selain burung yang ikut terekam. Awalnya saya duga burung kecil, karena memang ada beberapa yang ikut berkeliaran waktu pemotretan berlangsung, namun setelah diteliti lebih lanjut sepertinya obyek lebih mirip piringan daripada burung, cukup solid, dan berada tidak terlalu jauh dari posisi pengambilan gambar. Juga menimbang shutter speed yang lumayan tinggi; 1/500 detik, maka sepertinya kalau sekedar burung dalam kecepatan normal maka ia bakalan tertangkap dalam kondisi cukup beku.

Dari arah pengambilan gambar (Selatan), berarti obyek berada di sekitar Pulau Serangan, Bali.

Setelah diperbesar sekitar 20X, obyek misterius ini menunjukkan kalau ia memiliki semburat warna ungu di bagian atas, dan hijau di bagian bawah; setelah saya cek ke bagian lain foto, ternyata memang ada sedikit iluminasi/bayangan warna semu pada bagian dengan kontras tinggi, tapi lebih ke warna coklat atau merah, bukan ungu apalagi dua warna.

Sekitar dua minggu sebelumnya sebenarnya saya pernah menyaksikan juga penampakan yang rada unik; sebuah benda hitam terbang cepat di atas laut dari arah timur, dengan lintasan horizontal menurun arah selatan ke sekitar Pelabuhan Benoa; sayangnya terlalu jauh untuk diperhatikan detailnya, yang pasti kecepatannya lumayan tinggi, sekitar 5-6 kali kecepatan parasailing yang biasa terlihat di daerah sana. Satu hal unik lainnya, di ujung perjalanannya, saat masih berada di udara, si obyek mendadak hilang.

UFO kah? Bagaimana menurut anda? (bay)

Jumat, 30 Juli 2010

Bintang Berjalan Merah Redup di Langit Denpasar

Setelah lama absen, akhirnya ngeliat lagi UFO.

Selasa malam, sekitar jam 8. Pulang dari kantor dan markir motor, lalu masuk kamar dan disambut ceria si kecil yang baru berusia 1.5 tahun. Rencananya malem itu mau makan di luar karena isteri nggak masak, sambil nunggu isteri siap-siap, sayapun ke luar lagi ke tempat parkir, karena si kecil naga-naganya pengen maen-maen di motor. Sambil jalan ke arah motor, seperti biasa menyempatkan diri buat melongok ke langit dulu, memperhatikan suasana langit malam itu sekaligus berburu, siapa tau ada sesuatu yang lewat.

Mata yang masih belum terbiasa dengan gelapnya langit, lama kelamaan mendapati ada beberapa bintang bersinar di langit, walaupun sebagian besarnya ditutupi awan tipis. Kemudian pandangan tertuju pada sebuah titik sinar redup tepat di arah tegak lurus di atas; awalnya dikira bintang... lho tapi koq bergerak?

Jumat, 02 Juli 2010

BETA-UFO Editorial 1006: Kesiapan Dengan Melakukan

Catatan: Tulisan ini saya jadikan tulisan Editorial milis BETA-UFO untuk bulan Juli 2010

Jakarta...

Di suatu pagi yang cerah di kompleks Mega Kuningan Jakarta, sambil berangkat kerja sayapun mengagumi pemandangan fantastis dari gedung-gedung yang menjulang tinggi di kawasan ini. Sambil berjalan kaki, dan menikmati udara yang tidak biasanya segar, sayapun teringat akan suatu rekaman video clip di YouTube, mengenai penampakan UFO di WTC sebelum tragedi 9/11 yang direkam oleh kru berita dari helikopter. Rekaman yang kemudian di-klaim oleh beberapa peneliti sebagai asli, namun disangkal oleh pembuat filmnya bahwa cuplikan itu hanyalah trailer untuk sebuah seri baru di Sci-Fi Channel.

Saya berpikir, apa jadinya kalau di pagi yang cerah itu tiba-tiba saya menyaksikan kemunculan UFO dibalik gedung-gedung tinggi ini? Sayapun tersenyum menanggapi fantasi yang muncul dalam benak ini; senyum yang kemudian diikuti dengan suatu keraguan; keraguan apakah peristiwa se-gigantic itupun akan lebih membukakan wawasan kita mengenai UFO?

Kelihatannya, kecuali saya kemudian diculik Ufonaut dan diijinkan untuk tinggal beberapa waktu di komunitas mereka, tidak banyak informasi yang bisa diperoleh, tidak banyak misteri yang bisa dijelaskan. Sayapun kemudian berpikir... Lantas apa pentingnya sih ngejar-ngejar sighting? Sementara sepuluh ribuan kasus yang diteliti oleh Project Blue Book saja hanya menyisakan sekitar 700an kasus yang "juicy", yang mengindikasikan adanya teknologi asing terlibat dalam sighting tersebut? Lebih jauh lagi, apa gunanaya sih mempelajari Ufologi, kalau dalam sepanjang hidup ini saya pelajari pun, saya nggak akan dapat kejelasan apa itu UFO, dan siapakah para dalang dibalik fenomena ini?

Namun tak lama kemudian sayapun tersadar, Ufologi bukanlah materi pembelajaran sebulan-dua bulan, atau tiga-empat tahun seperti program diploma di perguruan tinggi; Ufologi adalah materi penelitian yang membutuhkan seumur hidup pembelajaran; bahkan mungkin itupun tak cukup. Lantas apa perlunya meneliti sesuatu yang satu umur hidup saja tidak cukup untuk mempelajarinya? Jawabannya justru terletak pada pertanyaan dari sisi sebaliknya; apakah yang bisa kita sumbangkan kepada Ufologi sehingga para peneliti generasi berikutnya bisa melanjutkan estafet penelitian tanpa harus mulai kembali dari nol? Mungkin kita tidak akan mendapatkan kejelasan mengenai UFO ini hingga akhir hayat kita, namun mungkin generasi setelah kita bisa kita bantu untuk memiliki kejelasan itu. Mungkin juga tidak akan, namun yang pasti bisa kita lakukan adalah memberikan landasan pada mereka untuk berpijak, head-start untuk memberi mereka keuntungan posisi, serta tools untuk mempermudah usaha mereka mempelajari fenomena ini.

Karena itulah apa yang saya rasa sangat perlu untuk dilakukan oleh BETA-UFO sebagai organisasi pioneer pengamat UFO di Indonesia (sudah 12 tahun berdiri dan masih berkiprah), adalah dengan secara kontinyu memberikan pijakan, head-start, dan tools untuk memperkaya khasanah penelitian Ufologi di bumi Indonesia tercinta ini. Dan untuk mendukung upaya tersebut, saya rasa cara yang paling tepat adalah dengan menciptakan serangkaian perangkat yang bisa digunakan oleh masyarakat atau Ufolog secara umum.

Jangan sampai saat Mas Nur, atau saya, atau rekan-rekan Ufolog gaek lainnya pensiun di kemudian hari, dunia Ufologi Indonesia cuma mendapat kenang-kenangan berupa artikel-artikel, liputan, biografi, dan ribuan arsip diskusi di milis -- apalagi kalau semuanya merupakan hasil riset masing-masing yang sulit di duplikasi oleh para penerusnya. Harus ada regenerasi yang didukung dengan dukungan protokol, metodologi, standar, dan learning / investigation tools lainnya.

Dan kalau bukan kita yang harus mengupayakan fasilitas tools tersebut untuk penelitian UFO di Indonesia, maka siapa lagi?

Maka dari itu misalnya mengenai "Protokol HOT" yang ramai dibahas beberapa waktu lalu, walaupun kontroversial namun protokol ini saya lihat akan membantu memberikan kuantifikasi sampai derajat tertentu, mengenai kualitas atau nilai dari suatu laporan penampakan UFO, sehingga suatu fenomena UFO bisa dipetakan dengan lebih terukur. Long shoot? Pastinya. Akan bekerja baik? Belum tentu! Tapi tidak akan pernah tercipta suatu protokol atau tools yang kinerjanya bagus kalau dari sekarang kita tidak berani untuk memulai; dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

Kalau mengutip pada ucapan Mario Teguh pada salahsatu episode The Golden Ways bulan Juni 2010 lalu bahwa tidak ada seorangpun yang benar-benar siap, dan kesiapan hanya akan dicapai melalui melakukan, maka saya merasa prinsip ini perlu untuk diterapkan pada BETA-UFO dalam pembentukan tools-tools nya maupun menjalankan aksi-aksinya; lakukan yang sekarang bisa kita lakukan, tak perduli seberapa tidak siapnya kita, yang penting sudah kita mulai usahakan; kesiapan akan mengiringi.

Jadi jika rekan-rekan memiliki komentar, atau masukan, baik mengenai tools yang harus kita persiapkan, terhadap tulisan ini, maupun terhadap BETA-UFO secara umum, silakan jangan segan-segan diutarakan.

Kita mulai bulan Juli 2010 ini dengan semangat tinggi!

Warm regards,

Bayu Amus
Director
BETA-UFO
bayuamus@betaufo.org

Jumat, 18 Juni 2010

Reorganisasi BETA-UFO Indonesia

Mohon maaf kalau update tulisan mengenai UFO nya akhir-akhir ini terhenti, hal ini terkait dengan kesibukan saya terkini di BETA-UFO Indonesia dalam posisi sekarang sebagai ketua, menggantikan mas Nur Agustinus yang saat ini sedang menempuh studi Doktoralnya.

Bersamaan proses penggantian ketua ini maka berlangsung juga reorganisasi dan restrukturisasi. Berhubung komunitas BETA-UFO yang dulu saya ikut bidani ini sekarang telah berusia hampir 12 tahun, maka reorganisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan sistem dan struktur BETA-UFO untuk bergerak lebih mantap dalam menapaki dasawarsa ke-2 dari perjalanan hidupnya. Dalam garis besarnya, yang menjadi perhatian utama saya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi dan konversi dari para peserta milis BETA-UFO saat ini di Yahoo!Groups, sehingga BETA-UFO bisa memiliki lebih banyak motor penggerak untuk mendukung visi serta misinya dalam penyelidikan UFO khususnya, dan dalam mencerdaskan masyarakat umumnya.

Untuk menggambarkan kondisi saat ini, setelah diumumkan mengenai reorganisasi, ada 16an orang yang mau untuk maju dan menyatakan ketertarikan untuk membantu BETA-UFO dengan lebih aktif. Jumlah yang sangat kecil memang, mengingat anggota milis sekarang ini adalah sekitar 1.250 orang! Diluar dari 16 orang ini, ada juga beberapa anggota senior, termasuk mereka yang aktif selama ini bersama mas Nur, yang giat mengaktifkan diskusi di milis, berhubungan dengan media, hingga ke melaksanakan investigasi lapangan. Namun jika ditotal ada sekitar 50 orang aktivis saja, berati tingkat "konversi" milis BETA-UFO masih sangat rendah; 0.04% saja. Ini berarti, masih banyak potensi tersembunyi dari milis BETA-UFO ini yang belum tergarap.

Salahsatu cara untuk meningkatkan tingkat konversi ini antara lain, adalah dengan menyediakan fasilitas yang sesuai dengan minat dan tujuan para peserta milis ini. Dari hasil brainstorming, disimpulkan bahwa ketertarikan para peserta mailing list dalam hal ini adalah sebagai berikut:
  1. Seeking disclosure (pengungkapan), baik itu terkait isyu yang beredar mengenai UFO di dunia, maupun mengenai kenyataan UFO di Indonesia
  2. Seeking explanation, terutama mengenai apakah UFO itu sebenarnya? 
  3. Seeking information, baik mengenai beragam penampakan UFO yang terjadi (terutama di Indonesia), termasuk penjelasan mengenai pengalaman pribadi melihat UFO
  4. UFO Study, meneliti mengenai fenomena UFO ini secara general, dan berdiskusi dengan para peneliti lainnya
  5. Experience sharing, membagi pengalaman atau pandangannya terkait UFO
  6. UFO hunting, bermaksud untuk bisa melihat UFO

Jika digabungkan dengan misi dan semangat dari BETA-UFO sendiri, maka niscaya akan terbentuk suatu sinergi ketertarikan dan kekuatan, yang jika dikelola dengan benar maka akan memberikan sumbangan energi yang besar bagi penelitian UFO di BETA-UFO, dan bagi Ufologi Indonesia pada umumnya.

Bercermin dari anda sendiri, adakah jenis ketertarikan lain yang belum saya tulisakan disini? Silakan dikomentari. (bay)

Jumat, 07 Mei 2010

Fakta Ilmiah di Balik Segitiga Bermuda (berita)

"Segitiga Bermuda dilingkupi aura mistis, seperti UFO, Altantis, dan bahkan iblis Dajal."


VIVAnews - Misteri melingkupi sebuah wilayah laut di dalam garis  imajiner yang menghubungkan  tiga wilayah yaitu  Bermuda, Puerto Riko, dan Miami di Amerika Serikat.

Ada yang menyebutnya 'Segitiga Setan', 'Limbo the Lost', 'Twilight Zone', dan yang paling tenar adalah sebutan 'Segitiga Bermuda -- terinspirasi dari artikel Vincent Gaddis di Majalah Argosy.

Meski, dalam peta Amerika Serikat, The U. S. Board of Geographic, tak ada tempat bernama 'Segitiga Bermuda'.

Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor, dan menakutkan di muka Bumi. Apalagi, dalam sejarahnya, banyak kapal dan pesawat yang tertelan di lokasi itu.

Legenda Segitiga Bermuda makin ramai diperbincangkan ketika  pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat, lima pesawat yang dipiloti para penerbang  terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang di segitiga itu. Padahal cuaca sedang cerah.

Para pilot sempat meminta pertolongan lewat radio, namun, mereka tiba-tiba raib. Pesawat yang ditugasi mencari mereka juga raib misterius. Dilaporkan enam pesawat dan 27 orang hilang dalam peristiwa itu.

Juga peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Berbagai macam dugaan aneh muncul, ada yang mengatakan alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Namun, ada juga penjelasan ilmiah yang lebih layak dipertimbangkan untuk menjawab misteri ini

***
Seperti di muat laman LiveScience, ada jawaban logis untuk menjelaskan hilangnya kapal atau pesawat di Segitiga Bermuda itu.

Daerah Segitiga Bermuda rentan terhadap badai tak terduga. Ada gelombang -- Gulf Stream -- yang sangat cepat dan turbulen -- menelan serpihan kapal, pesawat, beserta penumpangnya.  Menghapus bukti-bukti terjadinya bencana.

Tak hanya itu, Laut di Segitiga Bermuda memiliki kedalaman hingga 30.000 meter atau lebih dari 9.000 meter dengan kondisi topografinya bisa 'menelan' kapal sehingga  tak pernah ditemukan.

Laman Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, www.history.navy.mil, menjelaskan bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal  di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat disebut Gulf Stream.

Sebelum telegraf, radio dan radar ditemukan, pelaut tidak tahu ada badai atau angin topan berada di dekatnya.Bencana itu baru ketahuan setelah ada perubahan di cakrawala. Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut  hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.

Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena  badai di seluruh dunia -- secara mendadak. Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua  lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'.

***
Faktor cuaca juga ikut berperan mengapa kapal dan pesawat hilang di Bermuda. Pola cuaca Karibia-Atlantik sangat ekstrim. Badai lokal yang mendadak menimbulkan cipratan air kencang yang bisa jadi bencana bagi pelaut maupun pilot.

Penelitian satelit bahkan membuktikan, adanya gelombang dahsyat setinggi 80 kaki atau bahkan lebih,  terjadi di wilayah laut terbuka, seperti halnya Segitiga Bermuda.

Gelombang ini bisa menghancurkan kapal besar dan membuatnya berkeping-keping.

Ada juga faktor topografi dasar laut di Segitiga Bermuda. Dari benting [gundukan pasir tengah laut], pulau di bawah laut, hingga palung yang luar biasa dalam. Dengan kombinasi arus kuat, kapal atau pesawat bisa terjebak di dasar laut untuk selamanya.

Sementara, seperti dimuat laman Pattayadailynews, 6 Mei 2010, ahli geokimia, Richard McIver pada 1981 memperkenalkan teori peran gas metan hidrat dalam misteri Segitiga Bermuda. Kata dia, longsor di dasar Segitiga Bermuda besar kemungkinan mengakibatkan lumpur dan batu besar meluncur dengan cepat -- yang akhirnya merobek dasar laut dan membuka selubung lapisan gas. Gas itu lalu pecah dan mengeluarkan metana yang menyebabkan gelombang besar.  Gas itu meledak di permukaan air tanpa peringatan dan menyulitkan setiap kapal atau pesawat yang lewat di lokasi itu.

Yang juga menyebabkan kecelakaan adalah faktor mnusia. Banyak pelaut dengan pengetahuan seadanya nekat menyeberangi daerah serawan Segitiga Bermuda. Penjaga laut Amerika Serikat selama ini telah mengabaikan faktor mitos atau fiksi di Segitiga Bermuda. Menurut pengalaman mereka, gabungan kekuatan alam dengan segala ketidakpastiannya adalah biang keladi 'kekalahan' manusia di Segitiga Bermuda. (wm)

Sumber :
Viva News


Enhanced by Zemanta