Rabu, 24 Maret 2010

UFO Bandar Lampung Jan 2009

Video penampakan UFO di atas kota Bandar Lampung, 17 januari 2009



Gambar diambil pada sore hari, dengan tambahan detail saksi sebagai berikut:

  • kecepatan terbang yg tinggi
  • sempet menghilang dan nongol lagi padahal langit cerah
  • posisi hilang dan nongol laginya sangat jauh makanya gw bilang mungkin teleporting gitu kali ya
  • kalo emang ini pesawat jet mana asep nya
  • mana sayap nya

Analisis

Obyek berbentuk lonjong, dengan kecepatan standar dan laju tetap. Tidak teramati adanya sayap atau ekor, atau lampu, atau elemen lainnya yang biasanya nampak pada pesawat terbang konvensional.

Yang cukup menarik, obyek terlihat sempat menghilang dari pandangan, untuk kemudian muncul kembali sela beberapa saat kemudian.

Obyek berhenti teramati kala pandangan saksi terhalang antena TV di atas bangunan, padahal menurut perkiraan arah dan kecepatan, obyek mestinya akan masih teramati setelah pandangan ke arah langit tidak terhalang lagi.

Kemungkinan UFO: B (Skala A to D)

Sumber video: YouTube
(bay)





Jumat, 19 Maret 2010

UFO Buatan Manusia Bumi

Dr. Hermann Oberth, penggagas desain roket untuk Jerman semasa Perang Dunia II, dan setelahnya teknologi roket tingkat maju untuk wahana antariksa berawak milik Amerika, pernah secara misterius menyatakan: 

“Kami tidak dapat sendirian menerima penghargaan atas catatan kemajuan di beberapa bidang sains tertentu; kami telah menerima bantuan.” 
Ketika ditanyakan dari siapa, ia menjawab;
“Penduduk dari dunia lain.


Sejawat pioneer antariksa Oberth, yang juga mengabdi pada the Third Reich, Werhner Von Braun, mengemukakan pengetahuan yang sama atas kenyataan tentang hal extra-terrestrial (berasal dari luar Bumi) ketika ia menyatakan di tahun 1959: 

“Kami mendapati diri kami berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari yang sejauh ini diasumsikan, dan yang mana basis posisinya saat ini tidak kami ketahui. Saat ini saya tidak bisa mengatakan lebih banyak. Saat ini kami sedang dalam upaya memasuki hubungan yang lebih dekat dengan para kekuatan tersebut, dan dalam waktu enam atau sembilan bulan mungkin masalah ini bisa dibicarakan dengan lebih rinci.” 

Dari "Above Top Secret" karya Timothy Good, William Morrow and Company, Inc. 1988.

Diterjemahkan dari http://www.jimnicholsufo.com/aldebaran-mystery/

Apakah pernyataan para ilmuwan mahsyur ini mengindikasikan kalau Jerman pada masa Perang Dunia II mungkin saja telah mencapai tingkat teknologi yang cukup tinggi untuk menciptakan pesawat terbang berteknologi UFO? Terlepas dari pro-kontra mengenai keberadaan "UFO Jerman" semisal Haunebu, pernyataan Oberth dan Von Braun mengindikasikan cukup jelas kalau negara Jerman dan Amerika pada saat itu telah mengetahui adanya peradaban asing dengan pencapaian teknologi sangat maju dibanding manusia, dan usaha kearah komunikasi dengan peradaban asing ini sudah berlangsung setidaknya sejak tahun 1950-an lalu.

Apakah ini berarti, sejak saat itu Amerika telah berhasil mengadakan semacam proses alih teknologi dengan penduduk dunia lain ini? Sehingga mungkin saja sebagian UFO yang muncul saat ini adalah sudah asli buatan manusia Bumi? (bay)

UFO di Indonesia

Banyak diantara kita menyangka, UFO hanya muncul di belahan dunia Barat saja, atau tepatnya di Amerika Serikat. Betulkah ini yang terjadi? Pada kenyataannya UFO bisa muncul dimana saja; dimanapun ada orang tertarik mengenai UFO, dan ia mencari tahu ke sekitarnya, maka akan ada satu atau dua orang yang mengaku pernah melihat sesuatu yang asing di langit, walaupun di Indonesia, pemahaman mereka akan peristiwa tersebut mungkin lebih terkait kepada hal mistis atau spiritual, bukan teknologi asing.


Menurut organisasi tertua pengamat UFO di AS, MUFON (Mutual UFO Network), eksklusivitas kemunculan UFO di Amerika Serikat adalah salahsatu pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat kepada mereka.

Dan faktanya dari hasil banyak penelitian, UFO telah teramati dimanapun disana ada manusia. Setiap benua memiliki sumbangsihnya masing-masing, sebagaimana terjadi di seluruh negara, walaupun ketertarikan warga setempat turut berperan kepada kejelasan akurat mengenai aktivitas UFO di daerah tersebut. Dimanapun ada seseorang yang tertarik untuk menyelidiki laporan penampakan UFO, maka mereka akan menemukannya; walaupun tidak otomatis berarti si peneliti tersebut hidup di daerah pusat aktivitas UFO.

Beberapa dari laporan pertama penampakan UFO datang dari Eropa dan Pasifik. Sejak saat itu, penampakan UFO telah dilaporkan dari semua benua dan bisa jadi semua negara. Dari catatan sejarah, telah terjadi gelombang besar penampakan tidak hanya di AS, melainkan juga di Inggris, Perancis, Belgia, Rusia, dan negara-negara lainnya. Organisasi resmi dan pribadi telah didirikan di banyak negara untuk mempelajari penampakan mereka, dan hasilnya adalah terdapat kemiripan antara penampakan UFO di suatu negara dengan negara lainnya. Jenis dan variasi yang sama dari UFO telah dilihat di banyak tempat, dan ini telah berubah sedikit saja selama bertahun-tahun.

Penampakan UFO di Jerman

Pada akhir 1944, menyusul meningkatnya aktifitas Perang Dunia II, laporan penampakan "Foo Fighters" meningkat tajam. Pilot dari persawat pembom AS dan UK dan peterbang malam di daerah pendudukan Perancis dan Jerman menggambarkan munculnya bola-bola bercahaya yang terbang dalam formasi bersama mereka dalam kurun waktu lama, untuk kemudian sekedar terbang menjauh dan menghilang. Penjelasan pertama atas fenomena ini adalah mereka ini pastinya sejenis senjata anti pesawat terbang buatan Jerman, yang sedang di-tes sebelum diterjunkan untuk beraksi; namun perang berakhir tanpa satupun "foo-fighter" yang menunjukkan aktivitas tidak bersahabat.

Para peneliti lalu mencoba untuk menyalahkan pesawat tempur jet dan roket Jerman yang beroperasi di malam hari. Namun kemudian diketahui bahwa selama masa penampakan "Foo Fighters" berlangsung, bisa jadi hanya ada satu penerbangan malam oleh pesawat tempur jet Jerman, dan tidak ada penerbangan pesawat tempur bertenaga roket.

Penampakan UFO di Indonesia


Pada waktu yang kurang lebih sama di Teater perang Pasifik, pesawat pembom AS seringkali diikuti selama berjam-jam oleh cahaya terang yang kemudian berbalik arah dan menjauh. Seperti diulas dalam tulisan "UFO - Senjata Rahasia Perang", pada masa ini Indonesia pun telah menjadi salahsatu tempat penampakan UFO, seperti terekam dalam catatan pihak Sekutu sebagai berikut:

Dalam suatu misi pengeboman Palembang tanggal 10 Agustus 1944, pilot pembom B-29 Sekutu Kapten Alvah M. Reida yang berpangkalan di Kharagaphur, India, dikejutkan oleh munculnya piringan metalik bercahaya oranye di samping kanan sayap ketika pesawat telah meninggalkan sasaran [8]. Pilot lalu mencoba melakukan manuver menghindar namun ternyata bisa diikuti piringan asing begaris tengah 1,5 - 2 meter tersebut dengan mudah. Setelah delapan menit mengikuti, benda asing tersebut tiba-tiba berbelok tajam dan menghilang dalam waktu sangat cepat.

Para petinggi militer menyatakan mereka adalah pesawat bunuh diri Jepang, dan inilah keterangan yang muncul di laporan-laporan resmi. Namun pesawat jenis tersebut tidak pernah terbang di waktu malam, dan mereka tidak pernah membuntuti pesawat pembom dalam waktu lama tanpa melakukan apapun. Perang berakhir dengan ratusan laporan penampakan yang masih tidak bisa dijelaskan hingga kini. (bay)

Rabu, 17 Maret 2010

Panduan Identifikasi UFO: Cahaya di malam hari

Untuk berburu penampakan UFO, malam hari adalah saat yang terbaik. Hal ini terutama karena pada malam hari seringkali UFO memancarkan cahaya terang, sehingga kemunculan UFO akan terlihat kontras dengan latar belakang malam yang gelap. Namun demikian perlu diperhatikan juga, sebelum kegirangan menyangka telah menemukan UFO, karena ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kesalahan identifikasi UFO di malam hari. Apa sajakah hal tersebut? Berikut ini beberapa hal yang sering disalah identifikasikan sebagai UFO:
  1. Pesawat Terbang Komersial Pesawat jenis ini biasanya memiliki empat sumber cahaya, minimal; masing-masing berwarna redup dan berukuran kecil, dengan formasi belah ketupat, dan terdiri dari warna-warna berikut ini: putih kekuningan, hijau, atau merah. Beberapa cahaya menyala konstan, tapi sebagian lagi menyala berurutan. Pada saat mendarat, akan ada lampu sangat terang berwarna kuning terang, yang tampak seperti stasioner. Arah terbang pesawat jenis ini selalu garis lurus, dan selalu diikuti gelombang suara gemuruh.
  2. Meteor atau Bintang Jatuh Walaupun berupa sumber cahaya tunggal, namun karena kecepatannya dan terbakarnya, bintang jatuh umumnya terlihat sebagai garis cahaya yang muncul sekelebat untuk kemudian menghilang. Umumnya muncul di puncak langit, lintasan garis lurus, dan teramati dalam hitungan kurang dari satu detik saja.
  3. Jejak Lampu Sorot Sejak beberapa tahun lalu, banyak gedung menggunakan lampu sorot berkekuatan tinggi yang mampu meninggalkan jejak di awan. Jejak yang ditimbulkan biasanya berupa lingkaran kabur, sangat redup, dan umumnya terdapat lebih dari satu jejak yang bergerak dalam pola spiral, merapat dan merenggang hingga ke area langit yang luas. Lampu sorot jenis ini biasanya teramati kalau dalam jarak pandang ada bangunan yang memasang lampu sorot jenis ini, atau night club, atau keramaian semisar konser musik.
  4. Jejak Lampu Mobil Pada lingkungan yang khusus, lampu mobil bisa menimbulkan jejak cahaya yang tinggi di langit; hal ini biasanya terjadi di daerah pengunungan dimana terdapat jalan-jalan di sisi gunung tinggi tempat mobil melintas. Cahaya jenis ini biasanya tidak memiliki titik cahaya atau perwujudan bentuk yang jelas, dan bergerak dengan lambat dan terkadang pola yang sangat acak namun memiliki arah yang konstan. Teramati kadang dalam waktu cukup lama, tapi seringkali menghilang setelah teramati "membelok".
  5. Ilusi pergerakan akibat perbedaan kerapatan udara Umumnya teramati seperti bintang yang sedikit bergerak-gerak acak, tidak diam di tempatnya, namun setelah sekian lama teramati, sumber cahaya tersebut relatif tidak berubah posisi, atau mendadak menghilang.
Beberapa ciri positif penampakan UFO:
  1. Sumber cahaya tunggal, berwarna putih atau kemerahan, atau transisi antara keduanya
  2. Kecepatan jelajah tinggi, atau berubah-ubah; mampu melambat hingga stasioner kemudian bergera kembali
  3. Arah lintasan tidak lurus, berubah-ubah, kadang hingga berbalik arah
  4. Sumber cahaya tiba-tiba muncul atau menghilang
  5. Terjadi perubahan terang dan warna cahaya sesuai perubahan kecepatan
  6. Memiliki cahaya yang "berdenyut"
  7. Memiliki cahaya sangat terang yang berkedap-kedip dengan sangat cepat
(bay)

Selasa, 16 Maret 2010

Berburu UFO di malam Nyepi


Bali gelap gulita di malam Nyepi Caka 1932 (16 Maret 2010), akibatnya langit semarak bertabur bintang. Pada saat seperti inilah, anomali yang muncul di langit akan lebih mudah teramati; saat yang tepat untuk berburu UFO.

Kesempatan langka yang hanya muncul setahun sekali di Bali ini, adalah suasana yang umumnya hanya bisa didapatkan di daerah sangat terpencil tanpa ada gangguan cahaya terrestrial, yang bahkan Observatorium Bosscha di Lembang saja tidak bisa nikmati.

Niatnya nggak muluk-muluk, sekedar mencari sesuatu yang jauh-jauh saja tapi masih bisa diperhatikan jelas; seperti yang pernah teramati dari Cikajang, Garut tahun 1999 silam, atau sukur-sukur se-heboh penampakan di lokasi sama pada tahun 2007 lalu. Sekaligus membuktikan kepenasaran juga sih, apakah saat ini masih ada UFO melintasi langit Pulau Dewata ini?



Tiga Penampakan UFO

Hasilnya ternyata lumayan, semenjak matahari tenggelam penuh dan langit gelap total, hingga sebelum adzan Isya berkumandang pun*, sudah teramati 3 penampakan UFO dalam wujud bintang bergerak, atau mengacu pada sistem klasifikasi Hynek; Nocturnal lights. Satu diantaranya disaksikan bareng isteri.
  1. Penampakan pertama berwujud titik sinar putih terang bergerak cepat dari puncak langit kearah timur laut, dengan lintasan lurus agak melengkung dan kecepatan konstan; lalu tidak teramati lagi ketika mendekati kaki langit karena perhatian tertuju pada penampakan kedua yang baru berlangsung.
     
  2. Penampakan UFO kedua berawal dari puncak langit agak ke Utara, terlihat lebih tinggi daripada yang pertama, berwujud sinar merah redup yang berubah menjadi putih, lalu merah meredup lagi; bergerak kearah Timur dengan lintasan busur yang ireguler dan beberapa kali mengubah kecepatan; menghilang dari pandangan karena posisi akhir terhalang bangunan.
     
  3. Yang ketiga, terhitung rada "berani" karena terlihat berada cukup dekat di kaki langit, muncul tiba-tiba di langit barat daya, mungkin dari langit diatas Tanjung Benoa atau lebih jauh lagi, tapi yang pasti dari area di arah antara Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa; kecepatan tinggi dengan obyek memancarkan sinar berwarna putih terang, lintasan datar kearah Selatan lalu tiba-tiba saja menghilang di tengah langit.

Kecepatan obyek pertama kalau dibandingkan pesawat jet komersial yang beberapa kali melintas, adalah kira-kira sekitar 4-5 kalinya; maka jika kecepatan jelajah rata-rata pesawat jet komersial adalah 950 Km/jam** maka perkiraan kecepatan obyek yang teramati tersebut adalah sekitar Mach 4 (empat kali kecepatan suara). Namun kalau ketinggian jelajah nya ternyata lebih tinggi lagi dari ketinggian penerbangan komersial (30.000 kaki**), berarti kecepatannya juga lebih tinggi lagi daripada itu.

Kecepatan obyek kedua sedikit lebih lambat, namun perkiraan jarak juga lebih jauh. Sedangkan kecepatan obyek ketiga sangat cepat, tapi dengan jarak yang diperkirakan jauh lebih dekat dibandingkan kedua obyek sebelumnya.

Tidak ada awan sama sekali pada jam itu, dan barulah setelah sekitar sejam berlalu tanpa penampakan lain, terlihat awan tipis mulai menyelimuti langit, dan perburuan pun dihentikan.

Sempat berburu lagi dua kali beberapa jam sebelum terbit fajar, namun tidak ada penampakan lagi, hanya dua kali melihat bintang jatuh. (bay)

* Yupp, di lingkungan tempat kami, walaupun ini Hari Raya Nyepi, mesjid masih boleh mengumandangkan Adzan; salut dengan toleransi nya warga Bali
** Sumber: Tata Operasi Darat

+ image dari: http://www.yeoldeufostore.com