Kamis, 25 Oktober 2012

Pesawat terbang misterius di langit malam Denpasar, Oktober 2012

Selasa, 23 Oktober 2012, sekitar jam 9 malam.

Awalnya saya ke halaman rumah demi menuruti keinginan Zayan (3.75 tahun) untuk melihat bintang melalui teleskop. Saat peralatan sudah siap pasang, pandangan saya layangkan ke langit ke arah Bulan yang malam itu baru muncul setengah penuh, dengan posisi hampir tegak lurus di atas kepala. Saat itulah saya perhatikan ada sinar terang di langit melintas di samping Bulan. Mulanya saya kira pesawat terbang komersil, namun kemudian ragu karena ada sedikit keanehan:
  1. Sinar berwarna kuning terang hampir putih dan berasal dari satu titik
  2. Selang-seling antara terang, gelap, redup, terang, gelap, redup...
  3. Pada puncak intensitas terangnya kadang seterang lampu blitz
  4. Saat menerang ia tidak langsung memancar dengan intensitas penuh tapi bertahap
  5. Tidak terdengar ada bunyi khas pesawat jet
  6. Tidak ada sinar merah-hijau yang biasa teramati pada lambung pesawat terbang komersil
  7. Kecepatan konstan, setara dengan pesawat terbang biasa, atau sedikit lebih cepat
  8. Ketinggian pun setara dengan pesawat terbang biasa
Pada saat yang bersamaan, di kaki langit ada pesawat terbang rendah. Ditandai kerlip sinar merah-kuningnya, sayapun yakin kalau itu pesawat terbang biasa. Setelah beberapa kali membandingkan antara penampakan di langit tinggi, dan pesawat tersebut, kecurigaan muncul karena pola cahaya dari pesawat yang melintas di atas kepala ini agak tidak lazim.
 
Karena curiga itu bukan pesawat komersil, sayapun bergegas masuk rumah \mengambil pena laser 200 mW dari backpack untuk coba berinteraksi dengan pesawat tersebut. Jika ia UFO maka ada kemungkinan akan bereaksi terhadap sorotan laser. Jika ternyata pesawat terbang komersil biasa, dengan asumsi posisi tepat di atas kepala saya, sinar laser tidak akan masuk kokpit tapi hanya mengenai bagian lambung pesawat sehingga relatif tidak akan mengganggu pilot; jadi kalaupun salah identifikasi tidak berbahaya.

Sayangnya saat kembali ke luar rumah 10 detik berselang dari penampakan terakhir, pesawat tersebut sudah tidak terlihat sama sekali di langit, padahal dari proyeksi kecepatannya, seharusnya ia baru bergeser sedikit jauh saja dari posisi Bulan di malam itu. Kalaupun itu pesawat komersil, mengherankan koq ya menghilang sama sekali? Padahal aturan keselamatan penerbangan mengharuskan pesawat sedemikian untuk menyalakan lampu saat terbang di atas daerah perkotaan. 

Sementara itu pesawat komersil yang teramati di kaki langit masih tetap terlihat jelas... dan suaranya bergemuruh.

Tapi yah, yang tadi itu mungkin memang cuma pesawat terbang biasa, dengan lampu jenis baru. (byms)

Selasa, 04 September 2012

Kemungkinan adanya mahluk cerdas serupa manusia sebelum Nabi Adam AS menurut tafsir Quraish Shihab

Earth from Space
Earth from Space (Photo credit: Wikipedia)
Adakah mahluk cerdas di dunia ini sebelum Adam AS diciptakan? Tentu saja, karena sebelum menciptakan Adam AS yang kita percayai sebagai manusia pertama, Allah SWT telah terlebih dahulu menciptakan Malaikat, dan Jin, yang keduanya memiliki kemampuan berpikir, dan tingkat intelegensia tinggi. Adapun pertanyaan yang sulit terjawab adalah, adakah mahluk cerdas serupa manusia yang pernah Allah SWT ciptakan sebelum Adam AS?

Pertanyaan ini muncul kala kita meninjau surat Al Baqarah ayat 30 (QS 02:30) dimana di dalamnya termuat kisah mengenai dialog antara malaikat dan Allah SWT, yang menyiratkan kekhawatiran malaikat akan sifat manusia terkait penugasannya sebagai khalifah di muka Bumi.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS 02:30)
Adapun ungkapan yang terlontar dari malaikat tersebut menyiratkan seolah malaikat bisa menebak bagaimana sifat-sifat dari mahluk yang akan Allah ciptakan dan jadikan khalifah ini, sementara saat dialog berlangsung pengukuhan status khalifah dari manusia ini sudah dicanangkan, tapi belum dilaksanakan. Adapun manusianya sendiri (Adam AS) belum (atau baru saja) Allah ciptakan, sehingga cukup membingungkan bagaimana malaikat bisa dan berani menebak sifat dari mahluk baru ciptaan Allah ini. Apakah malaikat memiliki kemampuan meramal, atau mereka sekedar melakukan stereotyping?

Dalam menjawab pertanyaan ini, maka tafsir Al Misbah tulisan Quraish Shihab bisa memberikan petunjuk yang menarik, khususnya dalam penafsiran surat Al Baqarah ayat 30 (QS 02:30) tersebut, sebagai berikut:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan khalifah di dunia" demikian penyampaian Allah SWT.  Penyampaian ini bisa jadi setelah proses penciptaan alam raya dan kesiapannya untuk dihuni manusia pertama (Adam) dengan nyaman. Mendengar rencana tersebut, para Malaikat bertanya tentang makna penciptaan tersebut. Mereka menduga bahwa kahlifah ini akan merusak dan menumpahkan darah. Dugaan itu mungkin berdasarkan pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia, dimana ada mahluk yang berlaku demikian, atau bisa juga berdasar asumsi bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan malaikat, pasti mahluk itu berbeda dengan mereka yang selalu bertasbih menyucikan Allah SWT. 
Namun demikian Quraish Shihab juga mengutarakan bahwa mungkin saja malaikat berlaku demikian berdasar poses penalaran sebagai berikut:
Pertanyaan mereka itu juga bisa lahir dari penamaan Allah terhadap mahluk yang akan dicipta itu dengan "khalifah". Kata ini mengesankan makna pelerai perselisihan dan penegak hukum sehingga dengan demikian pasti ada diantara mereka yang berselisih dan menumpahkan darah. Bisa jadi demikian dugaan malaikat sehingga muncul pertanyaan mereka.
Adapun kemungkinan telah adanya mahluk cerdas di Bumi sebelum Adam AS, disiratkan dari pemberian istilah "khalifah" itu sendiri:
Perlu dicatat bahwa kata "khalifah" pada mulanya berarti "yang menggantikan" atau "yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya". Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah di sini dalam arti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan2-Nya, tetapi bukan karena Allah tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan. Ada lagi yang memahaminya dalam arti yang menggantikan mahluk lain dalam menghuni bumi ini.
Jadi jika mengacu pada tafsir dari Quraish Shihab tersebut, maka surat Al Baqarah ayat 30 ini bisa jadi memang menyiratkan kemungkinan pernah adanya mahluk ciptaan Allah yang malaikat ketahui memiliki kebiasaan menumpahkan darah dan membuat kerusakan; dengan wujud yang mirip Adam AS sehingga memungkinkan malaikat untuk langsung melakukan asosiasi dan stereotyping; dan dengan tanggung-jawab yang setara (khalifah), di tempat dan waktu lain, sehingga malaikat merasa wajar untuk menyandingkannya dengan Adam AS.

Berdasarkan penelaahan akar kata "khalifah" itu sendiri tersirat makna bahwa mahluk mirip Adam AS ini memiliki kapasitas untuk memimpin, melerai perselisihan dan menegakkan hukum; yang semuanya adalah karakter dari mahluk cerdas.

Kemudian berangkat dari asal kata "khalifah" sebagai pengganti dari mahluk lain yang menghuni Bumi, menyiratkan arti bahwa sebelum Adam AS turun ke Bumi, Bumi telah memiliki penghuni, namun apakah penghuninya ini mahluk cerdas, atau mahluk serupa manusia tidak dijelaskan di ayat ini.

Adapun mengenai pendapat bahwa kemungkinan Malaikat berujar demikian karena mereka memiliki kemampuan melihat ke masa depan, dan memiliki akses ke kitab Lauh Mahfuzh, tidak disinggung sama sekali dalam tafsir ini, sehingga muncul suatu indikasi bahwa memang Malaikat tidak memiliki kemampuan sedemikian.

Jadi apakah betul ada mahluk cerdas serupa manusia, sebelum Adam AS diciptakan? Menurut penafsiran Quraish Shihab atas ayat ini kemungkinan besar iya. (byms)

Referensi:
01. M. Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah, Buku 1, hal 172-173

Enhanced by Zemanta

Senin, 30 Juli 2012

Apakah Uwais Al Qarni Anunnaki Alien?

Dalam sebuah artikel tulisan Kanzun Qalam "Misteri ANUNNAKI (ALIEN), di masa kehidupan RASULULLAH?" diungkapkan suatu hipotesa mengejutkan bahwa di jaman Rasulullah SAW hidup, teridentifikasi kemungkinan adanya Alien, atau mahluk luar angkasa yang hidup diantara manusia. Lebih lanjut lagi Alien ini diduga sebagai bagian dari Anunnaki: dewa yang dipercayai dan disembah oleh masyarakat dalam mitologi Sumeria kuno. Benarkah demikian? 

Anunnaki = Alien?

Dalam pandangan penulis walaupun hipotesanya menarik (dan akhirnya dipatahkan sendiri oleh penulisnya), ada beberapa ketidaksesuaian faktual disana yang agak rancu, misalnya mengenai penyamarataan istilah Alien sebagai Anunnaki, padahal "Anunnaki" bukanlah kata ganti untuk "Alien" secara umum, namun secara spesifik mengacu suatu entitas yang spesifik: entitas super yang menurut penafsiran Zecharia Sitchin dalam seri buku "Earth Chronicles", adalah ras Alien super yang berasal dari planet Nibiru, dan pencipta manusia Bumi; suatu paham yang bertentangan dengan kepercayaan Islam bahwa Allah SWT lah yang menciptakan manusia Bumi.



Jikapun bukan dari ras Anunnaki, betulkah Uwais Al Qarni itu sendiri seorang Alien? Pertanyaan ini muncul berdasarkan hadist yang dikutip di artikel tersebut sebagai berikut:
Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qorni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau, memandang kepada Ali bin Abi Thalib r.a. dan Umar bin Khattab r.a. lalu bersabda : “Suatu saat apabila kalian bertemu dengan dia mintalah do’a dan istighfarnya, karena dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi
Untuk menjawab pertanyaan ini, maka dari beberapa artikel referensi dijelaskan bahwa Uwais tidak berasal dari planet lain di luar angkasa, bukan juga Alien, namun ia seorang manusia biasa yang berasal dari Yaman, dengan silsilah yang jelas keturunan siapa2nya. Uwais juga bukanlah orang asing di tengah-tengah kaumnya, dan diketahui betul kapan lahirnya dan seperti apa hidupnya.

Yang membedakan dari sisi duniawi, adalah Uwais itu sangat miskin sehingga seringkali tidak terlalu dianggap oleh kaumnya sendiri, namun demikian ada sesuatu yang spesial mengenai Uwais sehingga Rasulullah SAW memandang tinggi derajat beliau.

Adapun terkait hadist yang menyatakan Uwais adalah "penduduk langit" sehingga dianggap sebagai kemungkinan statusnya sebagai Alien, dalam tafsir internasional kita dapati tafsir yang cukup berbeda:
"He wears a woolen garment and is known to the people of the heavens" (bagian dari hadist Qudsi diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.)
Jika kita lihat bagian kata "...and is known to the people of the heavens" maka terjemahan yang lebih tepat adalah "dikenal baik oleh para penduduk Surga", bukan "Uwais adalah manusia dari langit (luar angkasa)." Adapun cerita yang kemudian mengiringi hadist tersebut menceritakan keistimewaan Uwais ini lebih dalam konteks karena keimanan, kemuliaan akhlaknya, termasuk pengabdiannya yang nyaris sempurna kepada ibunya.

Islam mengukur derajat berdasar amal-amalan

Hal yang juga membuat condong kepada alasan status "penduduk langit" nya Uwais berdasarkan keimanan, bukan karena ia Alien ataupun Anunnaki adalah Islam tidak mengutamakan derajat seseorang berdasarkan rupa, ras, pangkat, ataupun dari planet mana ia berasal, melainkan berdasarkan amal-amalannya.
"Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan." ~QS Al-an’aam: 132.
Diriwayatkan dalam hadist pula, kala Uwais ini pada saat Hari Akhir nanti akan diberikan Allah SWT hak untuk syafaat, yang diilustrasikan juga adalah syafaat sebanyak jumlah kaum Rabi'a dan Mudhar: dua suku Uwais di Yaman; bukan suatu ras tak dikenal dari planet di luar Bumi, ataupun Anunnaki.
Adapun "tanda putih" pada telapak tangan yang dikutip di situs-situs Indonesia, dalam artikel luar dijelaskan bukan sebagai tanda khusus semisal tanda kenabian, namun sebagai bekas penyakit kulit serupa kusta, berwarna putih sebesar uang dirham, dan adanya di bawah bahu sebelah kiri. Silakan baca cuplikan hadist-hadist di bawah ini untuk bahan bacaan lebih lanjut. (byms)

Hadist-hadist terkait Uwais Al Qarni:

'Umar b. Khattab reported: I heard Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: Worthy amongst the successors would be a person who would be called Uwais. He would have his mother (living with him) and he would have (a small) sign of leprosy. Ask him to beg pardon for you (from Allah). ~Muslim :: Book 31 : Hadith 6171

Usair b. Jabir reported that a delegation from Kufa came to 'Umar and there was a person amongst them who jeered at Uwais. Thereupon Umar said: Is there amongst us one from Qaran? That person came and Umar said: Verily Allah's Messenger (may peace be upon him) has said: There would come to you a person from Yemen who would be called Uwais and he would leave none in Yemen (behind him) except his mother, and he would have the whiteness (due to leprosy) and he supplicated Allah and it was cured except for the size of a dinar or dirham. He who amongst you meets him should ask him to supplicate for forgiveness (from Allah) for you. ~Muslim :: Book 31 : Hadith 6170

Another narration is: `Umar said: "I heard Messenger of Allah saying, `The best one of the next generation (At-Tabi`un) is a man called Owais, he will have a mother and he will be suffering from leucoderma. Go to him and ask him to pray for forgiveness for you". ~Muslim.

In a Hadith Qudsi recorded by the Companion Abu Hurayra, may Allah be pleased with him, the Prophet Muhammad, upon whom be peace and blessings, said speaking on behalf of his Lord:

"Allah, Exalted and Mighty is He, loves of His creation the God-fearing, the pure in the heart, those who are hidden, and those who are innocent, whose face is dusty, whose hair is unkempt, whose stomach is empty, and who, if he asks permission to enter to the rulers, is not granted it, and if he were to ask for a gentle lady in marriage, he would be refused, and when he leaves the world it does not miss him, and if he goes out, his going out is not noticed, and if he falls sick, he is not attended to, and if he dies, he is not accompanied to his grave."

They asked him, "O Messenger of Allah, how can we find someone like that?" He, upon whom be peace and blessings, said, "Uwais al-Qarani is such a one."

Concerning the hadith of the Prophet, upon whom be peace and blessings, "More people shall enter Paradise through the intercession of a certain man from my Community than there are people in the tribes of Rabi`a and Mudar,"[1] al-Hasan al-Basri said: "That is Uwais al-Qarni."

Jumat, 27 Juli 2012

Film The Fourth Kind kisah nyata atau hoax?

The Fourth Kind
The Fourth Kind (Photo credit: Wikipedia)
Dari sekian banyak film yang membahas mengenai UFO & Aliens, film "The Fourth Kind" bisa jadi yang paling memancing pertanyaan dari para penonton Indonesia, karena bisa jadi inilah filmyang bertema semi-dokumenter mengenai peristiwa Alien abduction (penculikan oleh Alien), atau yang dunia Ufologi klasifikasikan sebagai penampakan UFO dari kategori "CE4" alias "Close Encounter of the 4th Kind".

Adapun film-film lainnya yang berkisah mengenai Alien Abduction misalnya "Close Encounters of The Third Kind (1977)", "Communion (1989)", dan "Fire in The Sky (1993)"; dua judul terakhir tersebut berbasis pada kisah nyata, tidak ditayangkan di bioskop Indonesia sehingga luput dari perhatian penonton film-film sci-fi Indonesia.

Terkait judul film "The Fourth Kind sendiri", istilah ini sendiri muncul mengacu pada hasil penelusuran Ufolog kenamaan J. Allen Hynek, yang menjadi konsultan utama Project Blue Book AU AS, dan menyelidiki sekitar 12,000 kasus penampakan UFO yang diterima AU AS di era tahun 1950an. Dari hasil penyelidikan tersebut, Hynek menerbitkan klasifikasi penampakan UFO kedalam beberapa golongan berdasarkan karakteristik dari penampakan yang terjadi (1).

Sedangkan mengenai keaslian dan klaim dari film The Fourth Kind sebagai berbasis pada kisah nyata, ternyata tak lebih dari sekedar marketing gimmick, mengikuti jejak kesuksesan cara marketing serupa yang dilakukan oleh film "The Blair Witch Project (1989)", dan "Paranormal Activity (2007)" film ini bukanlah "berdasarkan kisah nyata" ataupun film semi-dokumenter, tapi fiksi.

Cover of
Cover of The Blair Witch Project
Baik tokoh cerita utama, Dr. Abigail Tyler, kasus kehilangan anaknya karena Alien Abduction, maupun banyaknya warga Nome, Alaska, yang hilang karena diculik Alien, termasuk footage yang ditampilkan di beberapa bagian film, semuanya fiktif, alias rekayasa belaka (2)(3).

Lantas apakah seluruh elemen dalam film ini merupakan hoax? Sebenarnya tidak, setidaknya dalam hal-hal berikut ini:
  1. Kasus Alien Abduction adalah salahsatu fenomena yang dipelajari dalam Ufologi dan dipercaya sebagai nyata 
  2. Kemampuan Alien untuk menghapus pikiran para korban abduction, atau melakukan False Memory Implantation (FMI) - penanaman ingatan yang berbeda sebagai selubung atas kejadian yang sebenarnya, ini juga merupakan kejadian yang berbasis pada kisah nyata para korban Alien abduction 
  3. Kemungkinan seorang psikolog untuk melakukan hypnosis regression untuk membuka ingatan korban abduction mengenai apa yang terjadi sebenarnya, adalah praktik yang banyak dipakai Ufolog dalam menyelidiki kasus kemungkinan Alien abduction 
Adapun mengenai korban Abduction yang terus menerus kerasukan Alien, lalu melakukan hal-hal diluar kewajaran seperti terbang atau mematahkan diri sendiri, sejauh ini tidak ada padanannya dalam kasus di dunia nyata. Begitu juga mengenai komunikasi Alien dalam bahasa Sumeria Kuno, ini adalah kisah fiktif yang mengakar pada legenda Anunnaki: dewa Sumeria kuno. Sejauh yang Ufologi ketahui, banyak jenis Alien lebih memilih berkomunikasi secara telepatik, atau kalaupun secara verbal maka yang mereka pakai adalah bahasa yang terkini yang dikenal oleh saksi, bukan bahasa kuno yang sudah tidak pernah dipakai lagi.

Saya pribadi jika pada awalnya cukup terhanyut dengan aneka ragam footage yang ditampilkan, serta munculnya ciri-ciri telah terjadinya FMI, mulai buyar konsentrasi dan rusak ilusi filmnya, ketika korban Abduction yang diwawancara menunjukkan tanda-tanda kerasukan ala film "The Exorcist (1973)", dan Alien yang dibicarakan berbicara dalam bahasa Sumeria kuno. Padahal baik premise maupun prolog filmnya cukup menarik.

Jadi apakah film "The Fourth Kind" ini berdasar kisah nyata? Secara faktual tidak, tapi sebagian elemen cerita yang dipakai betul mengacu pada kasus-kasus Alien abduction yang asli.


Jika anda tertarik dengan film mengenai kisah Alien Abduction yang berdasar kisah nyata, silakan tonton "Fire in The Sky" yang bercerita mengenai kisah penculikan Travis Walton, salahsatu kasus Alien abduction paling terkenal di dunia Ufologi, atau "Communion" yang mengisahkan kasus Alien abduction terhadap Whitley Strieber. (byms)


Referensi:
Enhanced by Zemanta

Selasa, 24 Juli 2012

Cakram neon di langit Denpasar, Bali, 24 Juli 2012

Jam 00:30 tadi terlihat seberkas cahaya di langit, bentuk seperti lampu cakram neon putih kebiruan.

Awalnya saya kira ini bintang jatuh, secara kemunculannya yang tiba-tiba, tapi tidak ada ekor, tak ada perubahan intensitas cahaya, terlalu pelan, dan yang paling menggugurkan adalah ketinggiannya sangat dekat: di bawah awan.

Karena itu sempat terpikirkan juga barangkali ada yang main kembang api, tapi intensitas cahayanya terlalu konstan dan tidak seterang flare phospor, muncul dan hilangnya juga seperti diatur saklar on/off sedangkan flare kembang api biasanya meredup dan mati.

Kecepatannya juga cukup tinggi untuk kembang api, terlihat ada tenaga di sana: bukan sekedar jatuh karena ditarik gravitasi. Arah lintasan diagonal konstan, sementara angin sedang kencang karena terlihat awan bergerak cukup cepat.

Ukurannya juga terlalu besar untuk flare kembang api, yaitu sekitar 1/2 bulan purnama.

Lokasi: Renon, Denpasar, Bali. Arah: Barat Laut. Lama penampakan: 2 detik. Saksi: sendirian.

Metode: Aktif, sugesti positif: tegur sapa. (byms)

Enhanced by Zemanta

Rabu, 11 Juli 2012

Sembilan jenis Alien pengunjung Bumi

Sembilan jenis Alien pengunjung Bumi ini disusun berdasarkan laporan saksi pertemuan dengan Alien, baik melalui proses Alien abduction, pertemuan Alien yang disertai dengan penampakan UFO, maupun penampakan Alien tersendiri namun diduga kuat terkait penampakan UFO dalam waktu berdekatan.

1. Greys


Greys A dan Manusia
Walaupun mencakup hanya 4 jenis dari sekitar 50an yang teridentifikasi tim Project Moondust menurut kesaksian Clifford Stone, Greys merupakan Alien yang paling sering terlihat, sehingga dianggap sebagai icon dari Alien. Bahkan dalam kenyataannya banyak juga yang menduga Greys sebagai satu-satunya jenis Alien.

Greys adalah jenis Aliens yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa Alien abduction, sehingga banyak Ufolog mengkategorikan mereka sebagai jenis Alien yang bebahaya.

Diluar anggapan umum, Greys sendiri sebenarnya terbagi-bagi lagi menjadi beberapa sub-jenis, dengan yang paling sering terlihat dari jenis Greys A.

Greys A


Yang paling terkenal diantara jenis-jenis Alien dan menjadi icon dari pop-culture, umumnya Greys A memiliki struktur tubuh mirip manusia, namun dengan tinggi sekitar 1 meter saja. Berdada kecil, bertangan panjang, tidak terlihat berotot serta tidak memiliki organ eksternal seperti daun telinga, hidung, atau kelamin.

Yang mencolok dari Greys A adalah proporsi kepala mereka yang relatif lebih besar dibanding dengan besar tubuhnya, sehingga mirip anak kecil berkepala besar. Mata Greys berbentuk almond yang bersudut lancip dan miring, terlihat hanya hitam gelap tanpa pupil, serta mulut yang hanya berupa bukaan kecil tanpa bibir, hidung yang juga sederhana dan berukuran kecil.

Greys A dikabarkan memiliki kulit yang tanpa rambut, sangat halus seperti plastik, agak berkerut, dan berwarna keabu-abuan. Pada beberapa kasus dilaporkan kalau Greys memiliki warna kulit merah muda.

Greys A cenderung tidak menunjukkan emosi. Banyak Ufolog menduga kalau Greys ini sebenarnya adalah mahluk cyborg, atau malah sepenuhnya robot, dengan fungsi sebagai pekerja dari ras Alien yang lebih cerdas. Dalam beberapa kasus penculikan dilaporkan kalau Greys memiliki sorot mata yang menimbulkan halusinasi, dan walaupun memiliki hidung serta dada, mereka bernafas sangat lemah atau tidak sama sekali.

Komunikasi: telepatik/ekspresi vokal

Fungsi: pekerja, mind reader, memory screener

Greys B


Memiliki penampilan mirip Greys A, namun sedikit lebih tinggi dan proporsi tubuh lebih mirip manusia, menunjukkan emosi dan kemampuan berkomunikasi telepati yang lebih kompleks. Warna kulit putih atau keabuan, dalam banyak kasus teramati mengenakan pakaian ketat senada warna kulit mereka.

Komunikasi: telepatik.

Fungsi: pekerja terampil, misalnya: staf medis, pengawal.

Greys C


Memiliki penampilan mirip Greys B, sedikit lebih tinggi lagi (1,5 m) dengan rambut panjang berwarna putih keemasan (blond). Warna kulit keabuan, mengenakan pakaian ketat berwarna muda, menunjukkan emosi yang lebih kompleks dibanding Greys B

Komunikasi: telepatik

Fungsi: pekerja terampil kompleks, misalnya: pilot, navigator.

Greys D


Memiliki penampilan mirip Greys B, sangat tinggi (2 - 2,5 m) dan ramping, serta terlihat seperti tidak berpakaian. Anggun, cara jalan agak membungkuk dan bergerak perlahan dengan pinggul mengayun dari sisi ke sisi.

Dalam banyak kasus kemunculan Greys D, terlihat kalau mereka memiliki posisi penting dalam struktur sosial para Greys. Greys D umumnya tidak pernah tampil sendiri, namun didampingi oleh Greys jenis lain, khususnya Greys B yang berfungsi sebagai pengawal.

Komunikasi: telepatik

Fungsi: petinggi, misalnya: pimpinan politik, duta negara.

2. Nordics alias Space Brothers


Nordics dan Manusia
Dinamakan Nordics karena memiliki penampilan yang mirip dengan orang-orang dari wilayah Eropa Timur dan Atlantik Utara. Nordics memiliki tinggi antara 1.8 - 2 meter, dengan struktur tubuh dan penampilan manusiawi, berpostur atletis dan ramping, dengan sedikit saja perbedaan detail wajah dibandingkan manusia Bumi. Beberapa ciri yang menonjol antara lain: berkulit putih atau sedikit saja kecoklatan, warna rambut kekuningan (blond), pupil mata berwarna biru, hijau, atau biru kehijauan, ujung mata lancip agak naik.

Variasi lain dari Nordics memiliki tinggi tubuh yang lebih pendek, warna rambut putih keperakan, serta raut wajah yang tidak seperti orang Eropa dengan kulit yang lebih coklat.

Nordics kadang teramati terlibat dalam kasus-kasus Alien abductions, namun secara umum mereka menunjukkan sikap yang bersahabat, spiritual, dan hangat. Para Contactee dari Nordics rata-rata menyampaikan pesan mengenai harusnya manusia mengubah perilaku mereka agar bisa menjaga keseimbangan alam dan kosmos.

Komunikasi: verbal/telepatik

Sifat: spiritual, ramah

3. Reptoids alias Reptilians, Draconians, Dargons


Reptoids dan Manusia
Memiliki struktur tubuh mirip manusia, dengan variasi jenis kulit antara lain: bersisik dan berwarna kehijauan, kecoklatan dan terlihat keras/kasar, atau halus dengan noda-noda berwarna gelap. Mata kuning dengan pupil hitam atau warna api, dan iris tipis vertikal seperti mata kucing; mulut lebar tanpa bibir, dan gigi bervariasi antara gigi rata dan taring. Reptoids tidak memiliki pusar maupun puting, serta tidak terlihat memiliki daun telinga atau cuping hidung. Reptoids memiliki tinggi antara 1.5 - 3.5 meter dan cenderung berotot. Ada Reptoids yang memiliki ekor, ada juga yang tidak.

Adapun Draconians dikabarkan memiliki tinggi 2,5 - 4 meter, dengan postur lebih atletis dibandingkan Reptoids, serta memiliki sayap dan bisa terbang.

Sedangkan Dargons (bukan Dragons) dikabarkan memiliki panjang tubuh hingga 1,5 meter, dan bergerak dengan merayap.

Reptoids dalam banyak kasus Alien abduction digambarkan sebagai pihak yang kurang ramah, pemarah, dan kasar. David Icke lebih lanjut menganggap ada jenis Reptoids dengan kemampuan mengubah bentuk menjadi mirip manusia, dan banyak diantara mereka telah hidup dengan cara menyamar sebagai manusia di tengah-tengah kita.

Komunikasi: telepatik, verbal

Sifat: kasar, ambisius, militeristik

4. Insectoids


Insectoids dinamakan demikian karena kemiripannya dengan serangga. Memiliki struktur tubuh mirip belalang sembah, dengan perawakan mirip Greys D, namun dengan dua mata mata hitam yang sangat besar dan bagian kepala yang lebih mirip serangga daripada wajah manusia. Tangan dan kaki Insectoids relatif panjang, dengan jari-jari sangat panjang.

Insectoids bergerak sangat anggun dan luwes, dengan tinggi antara 1.5 - 2 meter dan cenderung sangat kurus.

Komunikasi: tidak diketahui

Sifat: terlihat bersahabat, namun diduga memiliki kemapuan hipnotis

5. Hybrids


Hybrids adalah jenis Alien yang merupakan kombinasi antara satu jenis Alien dengan lainnya, atau dengan manusia. Dari informasi korban abduction bedasarkan informasi para Alien pelaku praktik hibrida, manusia dipilih untuk menciptakan hybrids jenis unggul karena memiliki sesuatu yang khusus dan tidak mereka (Aliens) miliki. Ada dugaan seakan manusia dianggap sebagai "stem cell" dari jagad raya.

Hybrids Alien dengan manusia diduga adalah hasil dari proses abduction dengan kehamilan, dimana korban mendadak hamil setelah peristiwa abduction, kemudian saat kandungan mendekati usia kelahiran korban akan mengalami abduction kembali dimana bayi Hybrids dari rahimnya akan diangkat dan ia dipulangkan dengan hilangnya bayi dari kandungannya.

Komunikasi: telepatik/verbal

Sifat: beragam

6. Monsters


Flatwood Monster dan Manusia
Monsters adalah jenis Alien yang memiliki penampilan fisik maupun proporsi sangat berbeda dengan manusia, cenderung menyeramkan, dan tidak menunjukkan intelegensi tinggi ataupun kemampuan berkomunikasi kompleks.

Beberapa diantara Aliens jenis Monsters: Flatwood Monster (3,5 meter), Mothman (2,5 meter, bersayap), Hopkinsville Goblins (1 meter), Chupacabra (1 meter).

Komunikasi: ekspresi vocal

Sifat: menteror/intimidatif

7. Little Green Men


Little Green Men dan Manusia
Little Green Men (LGM) adalah istilah yang digunakan media massa bagi Alien di era sebelum tahun 1950an. Pada era ini diketahui banyak terlihat Alien berukuran sangat kecil kurang dari satu meter, dan berkulit hijau atau mengenakan pakaian berwarna hijau.

Popularitas LGM kemudian digantikan oleh Greys dan Alien jenis ini sangat jarang terlihat kembali di belahan dunia Barat. Namun demikian, penampakan Alien dari jenis ini secara mengherankan masih seringkali teramati hingga saat ini di negara-negara Asia, khususnya Malaysia, menurut laporan Ufolog Ahmad Jamaludin.

Komunikasi: telepatik

Sifat: pemalu

8. Elementals


Elementals adalah jenis Alien yang memiliki penampilan tidak seperti mahluk dengan kerangka fisik, atau terlihat lebih seperti mahluk supranatural. Elementals umumnya mengenakan pakaian longgar seperti gaun dan tutup kepala, dengan bagian kepala yang terlihat lebih menyerupai elemen alam atau energi daripada muka.

Sebagian jenis Elementals terlihat bisa terbang dan memiliki penampilan seperti peri, namun ada juga yang secara perawakan terlihat sangat kekar dengan wajah menyerupai cairan hitam kental.

Komunikasi: telepatik

Sifat: beragam

9. Droids, atau Robot


Droids dikabarkan terlihat dalam beberapa penampakan dan kasus penculikan, diantaranya yang menimpa seniman Sudjana Kerton di kediamannya di Bandung. Droids memiliki penampilan dan karakter yang mekanik, selayaknya gambaran robot dalam imajinasi manusia. Droids umumnya bertugas untuk melaksanakan hal-hal teknis, termasuk abduction, serta tidak diketahui memiliki kemampuan berkomunikasi dengan manusia baik secara verbal maupun telepatik.

Komunikasi: tidak diketahui

Fungsi: perangkat pendukung

Penutup


Sebagai catatan, walaupun sebagian besar dari informasi mengenai Aliens ini menyertakan keterangan terkait fitur-fitur fisik termasuk tinggi, namun dimungkinkan adanya variasi, selayaknya manusia Bumi pun memiliki perbedaan-perbedaan fisik antara satu dan lainnya.

Diluar dari sembilan jenis Aliens ini juga sebenarnya masih terdapat banyak jenis, namun tidak muncul sesering dari sembilan jenis ini. (byms)

Senin, 09 Juli 2012

Dokumen Valentich akhirnya dibuka oleh Pemerintah Australia

Catatan: Tulisan ini merupakan terjemahan kedalam bahasa Indonesia dari artikel aslinya di sini.

Hallo semuanya,

Pengantar:

Menghilangnya pilot Australia Frederick Valentich pada 21 October 1978, di atas Bass Strait, Australia, telah selalu membingungkan para peneliti UFO global. Valentich, menerbangkan pesawat ringan,  nomor registrasi VH-DSJ, menghilang pada penerbangan dari lanud Moorabbin, Melbourne, Victoria, menuju King Island di Bass Strait. Baik ia, maupun pesawatnya, tidak pernah terlihat lagi setelahnya. Ia melaporkan melihat benda asing di langit, selama penerbangan.

Dokumentasi Pemerintah:

Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Australian melalui Department of Transport mengeluarkan tiga halaman berjudul "Aircraft Accident Investigation Summary Report" tanggal 27 Apr 1982. Pada bagian 7 dokumen tersebut, berjudul "Opinion as to cause (Pendapat mengenai penyebab)" Department tersebut menyatakan "The reason for the disappearance of the aircraft has not been determined. (Penyebab dari hilangnya ini masih belum ditentukan)" Referensi file yang tercantum dalam dokumen ini adalah V116/783/1047.

Upaya pencarian akses e V116/783/1047:

Pada 1982 Australian UFO researcher Bill Chalker meneliti Department of Transport UFO files "...but was specifically denied access to the Valentich files on the grounds that they were Air Accident Investigation files and not UFO files." (Chalker, Bill. 1996. The Oz Files. Duffy & Snellgrove. Potts Point, NSW. Page 170.)

Pada 2004 Saya mengirimkan sebuah permohonan Freedom of Information kepada Department of transport. Bagian dari permohonan tersebut adalah akses ke file V116/783/1047. Department tersebut memberitahu saya bahwa sepengetahuan mereka dokumen tersebut telah dihancurkan oleh National Archives of Australia (NAA.) Saya mengkaji NAA website's electronic database RecordSearch dan tidak menemuan catatan mengenai dokumen tersebut. Namun demiian, saya mengerti bahwa hanya sekitar 10% dari dokumen-dokumen yang disimpan NAA bisa dicari melalui RecordSearch.

Pada October 2011, sewaktu melakukan pencarian rutin pada RecordSearch, saya menemukan bahwa dokumen ini sekarang terdaftar sebagai dokumen dengan seri B1497 control symbol V116/783/1047, berjudul "DSJ-Cape Otway to King Island 21 October 1978 - Aircraft missing (Valentich) 1978-1992" barcode 10491375. Dokumen ini ditampilkan sebagai tersimpan di kantor Melbourne office dari NAA. Namun demikian status dari dokumen ini adalah "closed." Walaupun statusnya seperti ini, saya mengirimkan sebuah permohonan untuk mengakses dokumen tersebut, dengan alasan bahwa pada tahun 2012 surat-surat dokumen bertanggal 1978-1981 seharusnya sudah terbuka bagi masyarakat umum.

Dokumen lain muncul:

Pada saat bersamaan, Andrew Arnold, dan timnya, dari Melbourne based group, Victorian UFO Action, telah melakukan riset terhadap kasus Valentich. Andrew menemukan bahwa terdapat dokumen lainnya yang terkait. Ini adalah dokumen seri A4703 control symbol 1978/1205 titled "VH-DSJ- Light aircraft overdue King Island." dengan barcode 11485989 dan disimpan oleh Canberra office dari NAA. Agensi sumber yang terlihat di NAA Notes adalah Department of Transport, Head Office, Canberra and Melbourne, Emergency & Special Services Branch. Andrew mengirimkan permohonan untuk mengakses file ini.

Apakah yang dinyatakan dokumen A4703 ini mengenai UFOs?

Dokumen ini, yang terdiri dari 292 halaman telah dibukakan oleh Marine Operations Centre dan termasuk dalam dokumen MARSAR (Marine search and rescue). Sampul dokumen ini mengindikasikan bahwa baik pencarian udara dan laut telah dikerahkan. Insiden dibukakan pada 21 Oct 78 dan ditutup pada 25 Oct 78. Pihak berwajib yang terlibat adalah Victorian Police at King Island, Hobart and Lakes Entrance, ditambah dengan Department of Defence.

Dokumen ini memuat kesimpulan dua halaman yang berisi ringkasan luar biasa atas insiden, sebagai berikut:

"1. Airways Operations Melbourne menginformasikan bahwa sebuah Distress phase telah diberlakukan terhadap sebuah pesawat Cessna 182 berada di sekitar King island dalam penerbangan dari Moorabbin menuju King Island. Pesawat tersebut telah melaporkan mesin yang berjalan tersendat-sendat sebelum hilangnya komunikasi."

Pada bagian kesimpulan tertulis "S.SOC AMML menyatakan pesawat melaporkan melihat sesuatu (kemungkinan sebuah UFO) sesaat setelah meninggalkan Cape Otway pada 0903Z..."

Kemudian "16. Beberapa laporan mengenai sinar putih terang bergerak cepat telah diterima dari beragam bagian negara. Mt Stromlo observatory mengabarkan bahwa pada malam tanggal 21 adalah puncak dari hujan meteorite dengan 10-15 penampakan per-jam terjadi."

"21. Pada 250900Z pencarian pesawat terbang dihentikan dengan tidak adanya penampakan pesawat terbang, runtuhan, atau sisa pesawat walaupun telah dilakukan pencarian intensif di lokasi yang kecil."

"22. Sebagai lanjutan dari misteri ini, reruntuhan dilaporkan ditemukan di luar dari Lakes Entrance, diperiksa oleh Polisi namun tidak terkait dengan pencarian ini. Ayah dari pilot percaya sebuah UFO telah membawa anaknya dan akan ... (tulisan tidak jelas, pen) ia dalam waktu berselang. Kecelakaan ini menerima liputan surat kabar dan televisi karena keterkaitannya dengan UFO."

Saya menghitung ada sepuluh referensi ke kata "UFO" pada sisa bagian dokumen. Ini termasuk sebuah laporan dari pesawat terbang VH-DRB dari Tenannt Creek menuju Darwin yang melihat sinar putih terang selama 3-4 detik.

File V116/783/1047:

Dokumen ini diserahkan pada saya oleh NAA beberapa hari lalu. Dokumen kunci dari 315 halaman berkas ini adalah folio 103. Ini semuanya berjumlah 64 halaman, dan merupakan laporan dari Director, Victoria/Tasmania Region bertanggal 20 Oct 1981, dialamatkan untuk AS(SI). Ia memuat satu halaman "Air Safety Investigation Minute" dan 63 halaman laporan.

Dokumen memuat:

* Peta dari jalur penerbangan semula
* Data pesawat terbang
* Data kru penerbangan
* Data penerbangan
* Data Meteorologis
* Rangkaian peristiwa
* Sebuah analisis mengenai penyebab
* Lampiran-lampiran

Lampiran-lampiran memuat catatan percakapan antara para peneliti Departmen dan:

* The Moorabbin briefing officer
* Orang yang mengisi ulang bahan bakar VH-DSJ malam itu
* The Departmental OIC, King Island
* Seorang nelayan crayfish dari King Island
* The mess officer, ATC HQ
* Seseorang yang menerbangkan VH-DSJ pagi itu
* Tutor penerbangan Valentich
* Ayah dari Valentich
* Kekasih Valentich
* Seorang teman dekat Valentich
* Seorang pegawai dari Southern Air Services (SAS - pemilik pesawat terbang tersebut)
* Empat instruktur/pilot dari SAS

Lampiran-lampiran juga memuat:

* Gambaran jejak radar dari Melbourne Flight Services
* Sebuah analisis atas citra radar saat itu
* Rencana penerbangan Valentich
* Sebuah transcript dari rekaman komunikasi antara DSJ dan Melbourne Flight Services yang mencakup lingkup waktu lebih luas daripada yang dipublikasikan di dokumen dari 1982
* Sebuah peta menunjukkan liputan radio pada ketinggian berbeda, dan jarak berbeda dari Melbourne
* Sejarah pribadi rahasia dari Valentich
* Sebuah ringkasan berdasar informasi dari RAAF (AU Australia)
* Detail hasil ujian lisensi pilot komersil Valentich
* Detail dari perangat radio DSJ
* Ramalan cuaca dari area tersebut
* Perkiraan terbaik dari cuaca sepanjang jalur penerbangan
* Sebuah laporan dari contoh air dari Bass Strait oleh Department of Defence Materials Research Laboratories
* Sebuah laporan spesialis dari seorang dokter mengenai Human Factors Aspects
* Sebuah laporan mengenai sebuah pesawat terbang mengerek sebuah glider di dekat Apollo Bay
* Sebuah laporan UFO dari seorang individu
* Sebuah laporan mengenai hujan metallic "scintillations" terlihat di langit

Halaman utama laporan, di seksi 7, "Pendapat mengenai penyebab" hanya menyatakan "Tidak disimpulkan - pesawat terbang hilang."

Dokumen "Air Safety Investigation Minute" para 3, menyatakan "Pihak Region tidak bermaksud untuk mengambil tindakan lebih lanjut terkait perkara ini kecuali diperoleh bukti faktual yang positif."

Baca versi digital nya sendiri:

Anda bisa membacanya (dalam Bahasa Inggris, pen.) sebagaimana dibukakan bagi saya, dengan cara:

1. Go to http://www.naa.gov.au/
2. Click on "search the collection"
3. Click on "begin your search"
4. Up comes "RecordSearch"
5. In the keywords box type the word Valentich
6. Click on search
7. Up comes a list
8. Scroll down to V116/783/1047
9. Click on this entry
10. Click on digital file
11. Up comes the file.

Komentar:

Setelah anda membaca dokumennya, saya mempersilahkan anda berbagi pikiran. Silakan gunakan bagian komentar dari blog (sumber) di sini: http://ufos-scientificresearch.blogspot.com.au/2012/06/valentich-files-released-by-australian.html

Diterjemahkan oleh: Bayu Amus (byms).

Foto dan ilustrasi (dari Ufoevidence.org):




Referensi terkait:
(1) Valentich disappearance (Wikipedia) - http://en.wikipedia.org/wiki/Valentich_disappearance
(2) The Valentich Mystery - http://www.ufoevidence.org/cases/case24.htm
(3) The Frederick Valentich Disappearance by Paul Norman - http://members.ozemail.com.au/~vufors/valensum.htm
Enhanced by Zemanta

Jumat, 06 Juli 2012

Bus & truk tersesat di hutan Mbogan, kasus Alien abduction?

Di penghujung bulan Juni 2012, muncul berita mengejutkan mengenai tersesatnya satu buah bis Pahala Kencana berpenumpang 33 orang, dan dua buah truk Hino Ranger tronton pengangkut semen Jaya Mix milik PT Varia Usaha, Gresikdi hutan jati Gadogan, daerah Mbogan, desa Kedungbacin, kecamatan Todanan, Blora, Jawa Tengah.

Hal yang janggal adalah lokasi ditemukannya konvoi kendaraan ini adalah jauh di tengah hutan, diantara rimbunnya pepohonan jati di lahan hutan Perhutani, dengan akses jalan masuk rusak parah dan memiliki lebar hanya sekitar 1.5 meter, serta di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan jejak ban kendaraan keluar/masuk TKP.




Menurut keterangan saksi, hal yang terakhir mereka ingat adalah sedang melaju di jalanan mulus lebar, berpapasan dengan becak, kendaraan umum, supermarket, kota, dan berhenti di sebuah persimpangan dengan lampu lalu-lintas yang terus menyala merah.

Adapun saksi lain mengaku terakhir kali berada dalam perjalanan mendaki sebuah tanjakan curam, lalu bus nya kehilangan tenaga dan mundur, lalu terdengar suara benturan keras dan mendadak mesin mati dan semua gelap. Saat kernet turun untuk memeriksa, ternyata mereka sudah tidak berada lagi di jalan tanjakan, namun di tengah hutan jati, pada dini hari sekitar pukul 02:30 WIB.

Pagi harinya korban berhasil mencapai pemukiman terdekat, dan polisi yang dikirimkan untuk meninjau lokasi baru berhasil sampai ke tempat kejadian pada sekitar siang hari karena rusaknya medan jalan. Konvoi kendaraan ini sendiri baru bisa dievakuasi pada hari yang sama di sore hari. Untuk mengeluarkan konvoi kendaraan ini sendiri, tim evakuasi harus menebang beberapa pohon dan mengurug sawah karena jalan masuk yang tersedia tidak bisa dilalui kendaraan-kendaraan besar ini dalam kondisi normal.
Dalam wawancaranya dengan HU Suara Merdeka, Sekdes Jarwi menceritakan, Kamis (21/6) malam lalu sebuah PO bus ternama yang didalamnya berisi 33 orang terdiri atas penumpang dan awak bus dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madura. Bus iring-iringan dengan dua truk tronton bermuatan semen dengan Nopol W 8397 UC dan W 8568 UC. ''Tidak diketahui pasti asal muasal kendaraan besar itu bisa nyasar di sebuah tempat di Desa Kedungbacin,'' jelasnya. (1)
Jarwi menambahkan, dari cerita yang berkembang di masyarakat, sebelum nyasar di Kedungbacin, awak bus seolah-olah melewati jalan Pantura yang jalannya sangat lebar, lampu kota juga terang benderang. ''Kata awak bus, dalam perjalanan itu juga berpapasan dengan becak, dan mobil lain. Hingga akhirnya tiba-tiba lampu mati. Tahu-tahu truk tronton berikut bus terperosok di gorong-gorong. ''Kejadiannya Jumat (22/6) dinihari menjelang Subuh. Kendaraan bus baru bisa dievakuasi Jumat malam sekitar pukul 22.00,'' tambah Sekdes Jarwi. (1)
Namun demikian diluar segala keanehan yang terjadi, pihak kepolisian dalam komentar resminya menyatakan ini murni kasus kesalahan sopir semata:
Sementara dari pihak kepolisian Polsek Todanan menganggap peristiwa tersebut adalah murni akibat sopir yang salah jalur hingga akhirnya tersesat didalam hutan. Hal ini disampaikan oleh Aipda Suyadi, Kanit Reskrim yang mewakili Kapolsek Todanan, AKP Daryoto. Di duga, sopir tak paham kondisi medan saat mengambil jalan pintas untuk menghindari kemacetan di jalur  Juwana-Rembang. “Sopir sudah kami mintai keterangan. Yang bersangkutan dalam keadaan sadar dan tak terpengaruh narkoba atau alkohol. Polisi menyimpulkan peristiwa itu murni karena sopir yang salah jalan,” kata Suyadi. (7)
Senada dengan kesimpulan polisi, menurut analisis dari bidang parapsikologi, kasus ini terjadi semata akibat kelelahan supir bus:
"Tidak, kecil kemungkinan ada dunia lain, sopir sering begitu dia halusinasi, pikirnya ada jalan," kata Ahli Parapsikologi, Masrukhan kepada Tribunnews.com, Minggu(24/6/2012). Masrukhan menjelaskan kejadian masuknya bus Pahala Kencana ke hutan jati di wilayah Blora, Jawa Tengah lebih disebabkan karena faktor kelelahan dan menumpuknya beban pikiran sang sopir, sehingga sering menghayal dan batinnya tidak tenang. "Kelelahan, banyak masalah jadi sering menghayal, tidak jelas realitas, karena ketidaktenangan batin," ujarnya.(9)
Adapun berdasarkan penelusuran di Google Map, TKP diketahui berada sejauh 50 Km dari jalur normal, dan walaupun diatas kertas jalur ini bisa ditempuh dalam waktu 40 menitan, namun berdasar pada perjuangan keras tim evakuasi untuk menuju TKP, serta mengeluarkan konvoi kendaraan dari TKP, menunjukkan kalau lokasi yang dimaksud hanya mungkin ditempuh dalam waktu beberapa jam, itupun dalam kondisi siang hari.


View UFO Sighting Indonesia in a larger map

Belum lagi kenyataan bahwa jalan menuju lokasi sangat sempit untuk bisa dilalui oleh kendaraan besar seperti bus dan truk tronton, sehingga di beberapa bagian jalan harus diurug dan pohon ditebang agar supaya konvoi kendaraan bisa dikeluarkan.



Kemudian dari dalamnya mereka terjebak di dalam hutan mengindikasikan kecil kemungkinannya supir baru menyadari kalau mereka salah jalan, setelah puluhan menit menembus hutan.

Jadi apakah sebenarnya yang terjadi? Berikut ini beberapa pendapat umum yang beredar:

Lorong Waktu & Tipuan Jin

Sejauh ini pihak media massa cenderung menduga konvoi kendaaan ini menemui nasib nahas masuk ke lorong waktu dan dipindahkan dari lokasinya semula. Adapun masyarakat setempat lebih percaya kalau insiden ini adalah buah karya mahluk halus yang mendiami hutan sekitar, apalagi ini bukan kejadian pertama ada kendaraan tersesat di hutan tersebut, walaupun biasanya hanya kendaraan kecil seperti motor dan mobil. 

Namun demikian menurut para pengamat di BETA-UFO, istilah yang lebih tepat sebenarnya bukan lorong waktu tapi portal teleportasi: suatu portal teleportasi muncul di jalan tempat konvoi kendaran melaju, dan mengeluarkan mereka di portal lainnya di tengah hutan jati tersebut. Adapun portal ini diduga tidak terjadi secara alamiah melainkan dengan campur tangan pihak ketiga dan bersifat artifisial/buatan.

Di sisi lain dari sudut pandang supranatural, lokasi tempat ditemukannya konvoi kendaraan ini sendiri diketahui merupakan tempat pesugihan dari mereka yang berusaha mencari kekayaan dengan cara meminta bantuan mahluk halus, seperti diterangkan salahsatu penduduk:
Sesepuh desa Kedungbacin, Kasbi mengakui hutan Bonggan merupakan tempat favorit untuk mencari kekayaan dengan jalan pintas, ilmu pesugihan. Ia menunjukkan banyak pakaian anak anak, terpasang di ranting pohon jati. Pakaian dibawa oleh orang tua, kalau keinginan berhasil, biasanya mereka datang lagi membawa aneka jajanan sebagai bentuk “persembahan”. (5)
Adapun tokoh paranormal setempat berpendapat kalau konvoi kendaraan ini sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju alam gaib tempat mahluk halus berada, namun terselamatkan karena mendengar kokok ayam dan suara adzan:
“Itu jelas ulah makhluk halus. Kendaraan itu sebenarnya masuk ke dalam sebuah terowongan gaib yang entah kemana tembusnya. Beruntung sopir segera tersadar setelah mendengar suara kokokan ayam dan suara adzan,” kata Mbah Kesi, sesepuh desa setempat yang juga spiritualis kepada Tribun, Selasa (26/5/2012). Ia mengetahui cerita soal kokokan itu setelah si sopir truk bercerita banyak padanya saat meminta terapi akibat trauma berat. (6)

UFO & Alien Abduction

Diluar dari pendapat umum yang beredar, jika dilihat dari sisi Ufologi, peristiwa ini menurut penulis sebenarnya memiliki beberapa karakter khas dari Alien abduction, diantaranya:
  1. Pemindahan lokasi dari jalan raya ke tengah hutan
  2. Saksi kehilangan orientasi waktu, dan tidak tahu apa yang terjadi antara posisi terakhir yang diingat, dengan posisi tempat mereka ditemukan
  3. Mesin kendaraan mati secara tiba-tiba 
  4. Terdengar suara benturan keras, tanpa asal-usul yang jelas
  5. Berdasarkan catatan peristiwa Alien abduction, diketahui terkadang korban penculikan Alien dikembalikan ke daerah yang berbeda dengan tempat mereka diculik
  6. Lokasi berdekatan dengan danau: salahsatu tempat favorit penampakan UFO
Namun demikian dugaan ini hanyalah salahsatu asumsi awal, dan untuk memastikannya maka perlu diadakan rangkaian investigasi lebih lanjut terhadap hal-hal berikut ini:
  1. Jejak fisik:
    1. Apakah terdapat jejak anomali medan Elektromagnetik (EM) baik di TKP maupun pada badan kendaraan?
    2. Apakah terdapat jejak anomali radiasi radioaktif baik di TKP maupun pada badan kendaraan, atau saksi?
    3. Adakah ditemukan jejak pendaratan benda berat, atau tanaman yang layu terkena panas, di sekitar TKP?
    4. Adakah jejak fisik selain goresan ranting pada badan bus dan truk?
  2. Informasi setempat:
    1. Adakah saksi yang menyaksikan kemunculan cahaya-cahaya asing pada malam kejadian, atau beberapa hari sekitar waktu kejadian?
    2. Adakah saksi yang menyaksikan kemunculan cahaya-cahaya asing di sekitar TKP di waktu lain?
  3. Kondisi saksi:
    1. Adakah ditemukan bekas-bekas luka tak terjelaskan pada tubuh sopir, kernet, maupun penumpang bus?
    2. Adakah saksi yang merasa bermimpi bertemu dengan Alien, atau hal yang ia anggap biasa tapi terasa agak ganjil?
    3. Adakah saksi setelah kejadian ini memiliki peningkatan ketertarikan terhadap suatu hal tertentu?
    4. Adakah saksi setelah kejadian ini memiliki peningkatan ketertarikan terhadap UFO & Alien?
    5. Adakah saksi setelah kejadian ini mengalami sakit dengan gejala mirip keracunan radioaktif?
Jika kemudian terdapat tanda-tanda positif atas ciri-ciri yang dituliskan di sini, maka bisa jadi kita tidak berurusan dengan mahluk gaib, supir tidak hapal jalan, tapi dengan mahluk cerdas dengan teknologi sangat canggih, yang selama ini kita kenal sebagai Alien & UFO.

Adapun bus Pahala Kencana yang terlibat dalam insiden ini, saat ini disimpan di Pool sekaligus kantor pusat PO Pahala Kencana, di Jl. Pegangsaan II, Jakarta. (byms)

Referensi:
(3) http://jogja.tribunnews.com/2012/06/27/inilah-keanehan-kawasan-hutan-jaken-blora
(4) http://id.berita.yahoo.com/menyusuri-hutan-gaib-tempat-nyasar-bus-pahala-kencana-154205141.html
(5) http://radior2b.com/2012/06/28/menjawab-penasaran/
(6) http://id.berita.yahoo.com/beruntung-sopir-dengar-kokokan-ayam-153403127.html
(7) http://id.berita.yahoo.com/hutan-tempat-bus-pahala-kencana-nyasar-dulunya-kota-161606278.html
(8) http://www.tribunnews.com/2012/06/25/bus-pahala-kencana-kesasar-di-hutan-blora
(9) http://www.tribunnews.com/2012/06/24/parapsikologi-tak-ada-unsur-mistis-sopir-hanya-kelelahan

Rabu, 27 Juni 2012

UFO Menurut Islam (Tribun Kaltim)

Oleh: Uki M Kurdi, Direktur Tribun Kaltim (Sumber)

SELAMAT hari Jumat. Marilah kita saling mengingatkan untuk dapat mencapai pribadi yang muttaqien. Yaitu pribadi mulia yang secara istiqomah (konsisten) selalu menggapai derajat takwa yang berkualitas. Salah satu indikator takwa berkualitas bisa diukur dari sejauh mana kita selalu bertasbih (membenarkan kebesaran Allah ta'ala).

Dalam kurun sepekan yang lalu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  dihebohkan oleh dua fenomena alam yang misterius. Dalam bahasa populer fenomena itu disebut crop circle (pola lingakaran tanaman yang teratur). Crop circle pertama terjadi sebuah hamparan sawah padi di Kabupaten Sleman, dan dua hari kemudian muncul lagi di Bantul.

Ada yang menganggap terjadinya crop circle disebabkan oleh pendaratan UFO (Unidentified Flying Object). Juga ada yang mayakini bahwa setiap crop circle mengandung arti tertentu atau pesan khusus yang disampaikan makhluk asing luar angkasa. Tapi ada pula kelompok masyarakat tertentu yang tidak percaya pada fakta crop circle terkait dengan UFO, mereka mayakini itu sebagai ulah tangan manusia.

Dalam konteks masyarakat madani secara internasional, pro-kontra menyangkut UFO memang belum tuntas hingga hari ini. Sebagian ilmuwan yang tidak percaya pada UFO karena mereka berpegang pada kaidah-kaidah ilmiah. Yang disebut ilmiah bagi mereka adalah segala sesuatu --tentang alam-- yang bisa dibuktikan secara faktual-empirik. Sejauh ini keberadaan UFO memang belum bisa dibuktikan secara faktual-empirik.

Sedangkan bagi ilmuwan modern yang percaya bahwa fenomena UFO juga masuk dalam kategori ilmiah, karena mereka berpegang pada prinsip-prinsip ilmiah yang lain. Prinsip itu menyebutkan bahwa sesuatu fenomena alam bisa pula disebut ilmiah asal bisa dibuktikan kebanarannya dengan pembuktian yang nonfaktual-empirik.

Bagi saya, kedua aliran ilmiah tersebut sama-sama benar dalam melihat fenomena UFO. Karena, ilmu pengetahuan memang selalu berpegang pada prinsip bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak, kebenaran itu sangat bersifat relatif. Yang penting bagaimana kita menggunakan akal pikiran yang diberikan oleh Allah SWT untuk menguak seluruh potensi alam ciptaan Tuhan --termasuk yang masih tergolong misteri-- agar iman dan takwa kita semakin berkualitas.

Pertanyaannya bagimanakah Islam memandang UFO? Mohon maaf, sama sekali tidak dengan niatan untuk merendahkan ajaran agama-agama lain, namun saya bisa sampaikan bahwa beruntunglah mereka yang beragama Islam, dalam konteks menyikapi polemik ilimah tentang makhluk yang dalam khazanah ilmiah disebut 'benda terbang tak teridentifikas'i tersebut.

Setidaknya ada dua alasan untuk mengatakan bahwa umat Islam sejatinya sangat siap untuk menerima dan mengakui fenomena UFO. Alasan pertama, dari sisi iman. Kita --umat Islam-- diajarkan dengan dua prinsip yaitu makhluk dan kholik. Tuhan Yang Maha Esa adalah Sang Kholik (Pencipta). Di luar itu, seluruh yang ada di bumi dan langit adalah makhluk. Jadi, UFO entah dia itu makhluk luar angkasa atau makhluk bumi, tetap saja adalah makhluk Tuhan.

Alasan kedua, al-Quran sangatlah lengkap memberikan petunjuk-petunjuk tentang adanya makhluk yang hidup di luar bumi, yang tentunya bermakna dia bukanlah sejenis manusia. Tidak saja tentang eksistensi makhluk yang hidup di luar bumi, al-Quran juga memberi petunjuk-petunjuk tentang kendaraan yang digunakan oleh makhluk-makhluk tersebut.

Dalam perspektif ini tentunya UFO bisa kita kategorikan sebagai makhluk Tuhan di luar manusia yang hidup di suatu tempat, entah di luar angkasa sana atau mungkin di bumi. Allah SWT berfirman, "Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi. Dan makhluk-makhluk hidup yang Dia sebarkan pada keduanya.  Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS 42:29)

Yang jelas, kita umat Islam memang diwajibkan untuk percaya pada hal-hal yang nyata dan yang ghaib. Hal-hal yang ghaib misalnya makhluk yang kasat mata seperti malaikat, setan, jin, dan dajjal. Bila manusia diciptakan Tuhan dari tanah, malaikat dari cahaya, maka jin dan setan diciptakan Allah dari api.

Secara ilmiah kita bisa mengkritisi bahwa makhluk Allah yang terbuat dari cahaya dan api tentunya memiliki hukum-hukum tersediri yang terkait dengan alam semesta. Argumen ini untuk menegaskan bahwa manusia hanya bisa hidup dengan mudah di bumi. Malaikat, bisa hidup di bumi dan langit.   Sedangkan setan dan jin bisa hidup di bumi dan mungkin saja bisa hidup di luar bumi.

"Kepada Allah sajalah bersujud semua makhluk hidup yang berada di langit dan di bumi dan para malaikat, sedang mereka (malaikat)  tidak menyombongkan diri. (QS 16:49) Lantas, bagaimanakah halnya dengan polisi yang saat ini menyibukkan diri dengan mencari-cari calon terdakwa yang diduga telah merusak tanaman padi di sawah petani korban crop circle? Dari semangat ilmiah dan tuntunan ajaran Allah SWT, kiranya tindakan polisi itu tergolong negatif.

Kenapa? Karena sesungguhnya kita bisa merujuk fenomena crop circle di Sleman dan Bantul tersebut dari sisi positive thinking. Artinya mungkin saja itu hasil karya makhluk luar angkasa UFO yang sedang mengajarkan kepada kita semua untuk selalau bertasbih kepada Allah SWT.

"Bertasbihlah bagi-Nya planet-planet, bumi dan semua yang ada di dalamnya. Bahwa mereka itu hanya tasbih dengan memuji Dia, tetapi kamu tidak mengerti caranya mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS  17:44)

Jadi, marilah kita jadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang tidak malas berpikir. Apalagi mayoritas penduduk bangsa ini adalah muslim yang ajaran agamanya sangat mendorong untuk membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya kajian-kajian ilmiah termasuk kajian atas fenomena segala makhluk Tuhan yang ghaib, semacam UFO misalnya.

Pembaca yang saya hormati. silakan melanjutkan membaca berita-berita sajian Tribun Kaltim edisi hari ini. Kami berharap kiranya sajian kami selalu menjadi inspirasi untuk kemajuan masyarakat Kaltim di segala bidang. Termasuk menjadi inspirasi bagi tumbuh dan berkembangnya iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang berbasis pada iman dan takwa.
Salam. (*)

Editor : Fransina
Sumber : Tribun Kaltim

Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi (PengajianBremen)

Oleh: Bpk. Yudi N. Ihsan (sumber)

Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar sepanjang masa. Pertamakali dibukukan di jaman Khalifah Abu Bakr, lalu pembukuannya disempurnakan di jaman Khalifah Umar bin Khathab. Sedangkan di jaman Khalifah Utsman mulai ditetapkan bentuk hurufnya serta diperbanyak sehingga dikenal istilah Rosam Utsmani. Ilmu tata bahasa al-Qur’an (nahwu dan sharaf) mulai diperkenalkan di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib.

Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?

  1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”
  2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
    a) Sujud dengan taat kepada Allah;
    b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
    c) Memiliki bayang-bayang.
    Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang
  3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain
  4. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang
  5. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang
  6. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang
  7. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.
Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.

Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).

Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab.

Sumber: Blog Pengajian Bremen

Senin, 18 Juni 2012

Beberapa Kemungkinan Identitas dan Asal-Usul UFO & Alien dalam Islam

Seiring ketertarikan mengenai kemungkinan terdapatnya informasi mengenai identitas dari UFO & Ufonaut di dalam sumber-sumber literatur Islam, terutama Al-Qur'an dan Hadist, penulis menggagas berdirinya grup Islamic UFO di Facebook untuk mendukung proses pengkajian ini. Sebagai anggota awal ditarik anggota-anggota diskusi dari grup BETA-UFO yang memiliki ketertarikan dalam topik UFO & Islam.

Alhamdulillah, dalam waktu relatif singkat sudah tersusun beberapa hipotesa awal mengenai identitas UFO seperti terurai di bawah ini. Hipotesa-hipotesa ini ini diambil dengan berasumsi bahwa fenomena UFO adalah nyata, UFO bukan buatan Manusia Bumi, dan Ufonaut (pengendara UFO) adalah mahluk cerdas yang berasal dari luar planet Bumi, sehingga sejajar dengan istilah "Aliens" dalam terminologi populer.

Hipotesa Identitas dan Asal-Usul UFO & Alien dalam Islam

01. Bani Adam Hypothesis (BAH)

BAH menduga bahwa Aliens adalah manusia keturunan Adam AS yang pada suatu masa di jaman silam memperoleh teknologi perjalanan luar angkasa, kemudian mengkolonisasi planet lain di luar angkasa dan berevolusi di sana. Dugaan ini sendiri muncul dengan banyaknya ditemui Alien yang memiliki wujud mirip manusia, terutama dari jenis "Nordic".

Hipotesa ini muncul dengan axiom bahwa Adam AS adalah manusia cerdas pertama di alam semesta, bukan hanya di planet Bumi, dikaruniaiNya rahasia teknologi sejak masa awal diciptakan, mahluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, juga mengartikan status Islam sebagai "rahmat bagi segenap alam" sebagai indikasi bahwa Islam diturunkan di Bumi, namun berlaku universal hingga ke planet-planet lain.

Hipotesa ini menduga bahwa pada suatu masa di masa lampau Manusia Bumi telah menguasai teknologi penjelajahan angkasa, dan sebagian dari mereka sekarang telah menjadi ras yang mampu bepergian antar galaksi.

02. Pre Human Hypothesis (PHH)

PHH menduga bahwa Aliens adalah mahluk mirip manusia yang Allah SWT telah ciptakan sebelum Adam AS, mengacu diantaranya pada QS 02:30 dimana Malaikat terlibat dialog dengan Allah SWT, dengan indikasi seakan-akan pada masa tersebut telah ada stereotyping untuk mahluk dengan desain mirip Manusia yang hendak Allah SWT ciptakan sebagai khalifah di Bumi tersebut.

Hipotesa ini muncul dengan penafsiran bahwa QS 02:30 secara spesifik mengkisahkan penciptaan Manusia sebagai manusia pertama di planet Bumi, namun bukan di alam semesta, dan menyempitkan arti dari "Manusia" dalam kosmologi Islam sebagai Homo Sapiens (manusia modern). Adapun pemahaman dari hipotesa ini mengenai kesempurnaan manusia adalah lebih terkait kepada desain dan proses penciptaan, namun diluar dari itu manusia sangat bergantung pada ikhtiar untuk mencapai kemajuan, termasuk dalam hal penguasaan teknologi.

Hipotesa ini beranggapan adanya jejak penguasaan teknologi tingkat rendah oleh ras-ras manusia selain Homo Sapiens (Cro Magnon, Homo Neandethal, dll.) sebagai indikasi bahwa Adam AS bukanlah Manusia cerdas (bisa berpikir) pertama di Bumi sekalipun, namun suatu ras manusia baru yang disempurnakan, yang didaulatNya untuk menjadi khalifah (pemimpin, pengelola) dari planet Bumi.

03. Dabbah Hypothesis (DH)

DH menduga Aliens adalah salahsatu jenis "dabbah" yang Allah SWT sebutkan beberapa kali di dalam Al-Qur'an, namun tidak dijelaskan lebih spesifik karakteristiknya, serta termasuk dalam jenis ciptaan Allah SWT yang kita hanya diberikanNya sedikit saja informasi mengenai keberadaannya.

04. Man Hypothesis (MH)

MH menduga Aliens adalah "man" dalam bahasa Al-Qur'an sebagaimana tercantum salahsatunya dalam QS 13:15. Walaupun "Man" kemungkinan besar termasuk "dabbah", namun ia memiliki pengertian yang lebih spesifik, yaitu mahluk cerdas yang diberikan Allah SWT akal pikiran, tuntunan Dien (Agama), kewajiban beribadah, serta kemampuan untuk memilih.

05. Jin Hypothesis (JH)

JH menduga Aliens adalah kalangan Jin yang memiliki teknologi tinggi, sebagaimana tersirat dalam tafsir dari ayat-ayat Al-Qur'an mengenai kemampuan kaum ini dalam menuntaskan beragam pekerjaan canggih pada masa kerajaan Nabi Sulaiman AS.

06. Permanent Ghaib Hypothesis (PGH)

PGH menduga kalau fenomena UFO & Alien adalah satu dari apa yang Allah SWT firmankan bahwa Allah menciptakan apa yang manusia ketahui, dan tidak ketahui; dan dalam hal ini akan tetap tidak manusia ketahui, hingga akhir masa nanti.

07. Satanic Trick Hypothesis (STH)

STH menduga fenomena Alien & UFO itu sebenarnya tidak nyata, dan keseluruhan fenomena UFO adalah sekedar tipu-daya Iblis dan Setan.

Hipotesa ini muncul karena tidak adanya ayat-ayat Al-Qur'an yang secara spesifik menyatakan adanya mahluk cerdas lain selain manusia di luar angkasa sana.

Hipotesa ini juga dipengaruhi kuat oleh karya-karya penulis Islam yang banyak mengkaitkan fenomena UFO dengan Jin, Segitiga Bermuda, dan bahwa kerajaan Iblis terletak di Segitiga Bermuda, sehingga muncul anggapan bahwa keseluruhan fenomena UFO tak lain adalah tipuan Iblis dengan kaki-tangannya para Setan, untuk menyesatkan ummat manusia dengan beragam informasi tak benar yang terkait dengan fenomena ini.

Penutup


Secara umum BAH, PHH, DH, MH, JH, mengartikan "samaa" dan "samawaat" bukan sebagai "langit (surga)" dan "bumi (dunia)", namun lebih kepada "langit (atmosfer)" dan "planit berpenghuni", sedangkan PGH dan STH keduanya bersifat pro-status-quo yang mendukung tidak perlunya fenomena UFO ini dipelajari.

Adapun keseluruhan hipotesa ini masih merupakan "Work in Progress (WIP)", alias pekerjaan yang masih dalam proses, dan belum merupakan hasil akhir. Sebagaimana fitrahnya pengembangan suatu hipotesa dalam suatu penelitian ilmiah, maka sebagian dari hipotesa ini akan gugur, sedangkan sebagian lainnya mungkin akan bisa dikembangkan menjadi suatu teori, atau postulat; atau semuanya salah total. (byms)

Sumber tulisan: https://www.facebook.com/groups/islamicufo/326654534062682/

Rabu, 25 April 2012

Keaslian foto UFO di Kebumen Selatan, 26 February 1932

Sudah beberapa waktu ini beredar gambar diantara situs-situs yang memuat artikel mengenai pemunculan UFO di Indonesia, yang konon berasal dari Kebumen Selatan, 26 February 1932 sebagai berikut:



Adapun saya, selama aktif di BETA-UFO merasa tidak pernah menemukan foto serupa dari penampakan-penampakan UFO di Indonesia yang lebih tua dari penampakan UFO di Gunung Agung, Bali, 17 Agustus 1973, tergerak untuk mencari tahu mengenai keabsahan dari foto tersebut.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ketahuanlah bahwa ternyata foto tersebut bukan berasal dari Kebumen Selatan, 16 February 1932, melainkan dari Trindade Island, Brazil, 16 January 1958 (sumber).

Kerancuan yang muncul sendiri, rupanya terjadi karena banyaknya situs-situs blog yang menulis mengenai sejarah penampakan UFO di Indonesia, namun seringkali hanya saling copy satu sama lain tanpa ada upaya untuk melakukan verifikasi lebih lanjut, atau sekedar pilih acak foto UFO yang tidak terkait, namun dianggap sebagai foto dari salahsatu penampakan UFO di Indonesia oleh penyalin konten berikutnya.

Jika anda tertarik untuk mengetahui foto-foto penampakan UFO terkini dari Indonesia, silakan kunjungi bagian gallery dari situs web BETA-UFO di alamat berikut ini: http://www.beta-ufo.org/foto-ufo. (byms)
Enhanced by Zemanta

Jumat, 23 Maret 2012

Berburu UFO: Malam Sebelum Nyepi 1934 Saka

Seperti yang sudah pernah saya posting sebelumnya, Hari Raya Nyepi di Bali menawarkan suatu kondisi yang sangat ideal bagi para pemburu UFO untuk meningkatkan kemungkinan mereka mendapatkan penampakan UFO. Hal ini terkait dengan nol-nya gangguan cahaya dari oermukaan Bumi pada saat malam hari, sehingga jika langit sedang cerah maka segala macam penampakan benda angkasa bisa dengan jelas teramati, tanpa harus jauh-jauh mengasingkan diri menyingkir dari peradaban.

Di ajang Hari Raya Nyepi tahun 2012 ini sebenarnya kami rencanakan untuk menginap di lokasi yang berdekatan dengan gunung atau tepi pantai dengan harapan memperoleh pandangan yang luas ke langit terbuka, sekaligus malam yang cerah. Namun karena keterbatasan sarana transportasi maka niatan ini terpaksa kami urungkan. 

Adapun untuk menginap di hotel di dalam kota Denpasar sendiri tidak menawarkan kelebihan khusus, selain dari kebebasan berkeliaran di dalam kompleks hotel, plus fasilitas yang bisa dinikmati; tidak berbeda jauh dengan menyepi di kediaman kami sendiri. Beberapa hotel dengan akses roof-top sempat menjadi incaran kami, namun karena tidak menemukan paket yang sesuai harapan maka rencana inipun kami batalkan. Rencana berburu UFO pun kembali dilakukan dari pekarangan kediaman kami sendiri saja.

Malam sebelum Nyepi, saat masyarakat Bali sebagian masih asik berkumpul di jalan-jalan protokol untuk menyaksikan ajang langka setahun sekali; pawai Ogoh-Ogoh, saya dan isteri justru meluangkan waktu untuk mengamati langit, mencari-cari penampakan yang diharapkan.

Dan benar saja... pada sekitar pukul 8 malam WITA, di ketinggian langit malam yang malam itu luar biasa cerah, kembali kami saksikan obyek cahaya tunggal mirip bintang putih kemerahan bersinar redup dan berkelana dengan karakteristik penampakan, jalur, maupun kecepatan yang tidak seperti pesawat terbang komersial yang sering melintas di langit Denpasar.

Obyek teramati pada posisi langit tegak di atas kepala, bergerak dengan kecepatan sedang ke arah utara, dengan agak berkelok. Pada posisi sekitar 1/4 dari puncak langit, obyek meredup dan menghilang, namun kembali tampak dengan kecerahan semula pada posisi agak ke timur, kemudian teramati berkelana kembali ke arah selatan, ke arah pertama kalinya ia teramati. 

Sayangnya setelah kami masuk ke dalam rumah untuk mengambil pena laser, untuk mencoba memancing reaksi dari bintang berjalan tersebut, obyek sudah tidak teramati lagi di langit. Upaya kami untuk mencari obyek sama di jam-jam berikutnya pun tidak membuahkan hasil.

Sasaran waktu berikutnya adalah menjelang dan sesaat setelah matahari terbenam di malam Nyepi hari ini (peralihan terang ke gelap), mencoba mengulang keberhasilan malam Nyepi 2010 lalu saat kami mendapati setidaknya tiga penampakan obyek asing di angkasa. 

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1934. (byms)
Enhanced by Zemanta

Senin, 19 Maret 2012

Lingkaran merah biru memutar teramati di Karanganyar, Jawa Tengah, Oktober 2011

No. 1110xx-01-u-karanganyar-jateng
Timestamp:  11/2/2011 22:53:22 (mm/dd/yy)
Nama Pelapor: Rahasia
Profesi: Rahasia
Deskripsi penampakan:  Lingkaran berwarna biru merah dengan merah memutar, sering terlihat tiap subuh. kadang bergerak dari timur jauh ke barat terus belok ke utara dan bergerak jauh. dan  pernah menemui hanya muter2 di atas langit saja. berada di langit agak tinggi. cahaya dari jauh birunya sangat terang. tp masih ragu apa itu layang2 atau bukan, soalnya bergerak dari timur jauh ke barat terus belok ke utara dan jauh.
Bentuk UFO:  Piringan, Lingkaran
Lokasi penampakan:  Palur, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah
Waktu penampakan: 04:00 Pagi (subuh)
Lama penampakan: cepat (bergerak) & lama (muter2)
Tanggal penampakan: Minggu2 akhir bulan oktober 2011
Saksi Mata: Dua
Pengalaman pertama: Ya
Data pendukung:
Informasi lainnya:  Anehnya di langit tinggi dan muncul tiap subuh, ada perkiraan ada 2 benda.. yg pertama dan bergerak dari timur dan belok saya aneh, cz seperti pesawat bergerak tp bentuk lingkaran. sedangkan yang muter2 kyk layang2.. 2 penampakan itu berada dihari yang berbeda tp seringnya yang bergerak

Jumat, 16 Maret 2012

Benarkah Bulan pernah terbelah dua?

Dalam sebuah thread diskusi di FB group BETA-UFO, pertanyaan benarkah Bulan pernah terbelah dua ini sempat terlontar. Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata pertanyaan ini termasuk pertanyaan populer di Internet, dan telah beredar selama beberapa waktu.

Pertanyaan ini sendiri muncul akibat adanya desas-desus yang menginformasikan telah ditemukannya bukti ilmiah oleh tim ekspedisi Apollo bahwa Bulan pernah terbelah hingga ke perutnya, yang mana berarti mengkonfirmasi kebenaran dari salahsatu mujizat Nabi Muhammad SAW, yaitu terbelahnya Bulan menjadi dua:
"Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW bersabda: Saksikanlah oleh kalian". ~ HR Abdullah bin Masud ra, Shahih Muslim No.5010.
Peristiwa terbelahnya Bulan ini disinggung pula dalam Al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 1:
 اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
“Telah dekat (datangnya) Kiamat dan telah terbelah bulan.” (QS. Al Qamar: 1)
Polemik muncul ketika apa yang dianggap sebagai bukti ilmiah yang membuktikan mujizat Rasulullah SAW ini benar pernah terjadi, dan bahwa Kiamat telah dekat, dianggap oleh sebagian pihak sebagai hoax, atau tipuan yang disengaja untuk memberikan persepsi yang salah.

Untuk mencegah disinformasi, dan malah berbalik merugikan ummat muslim, maka ada baiknya kita telaah kebenaran dari klaim ini dengan menjustifikasi kebenaran dari klaim yang dibuat tersebut.

Asal-muasal isyu: Artikel mengenai cerita Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, atas kesaksian Daud Musa Pitkhok

Dari beragam artikel di internet yang bisa dilacak via Google, semuanya merujuk pada suatu kisah yang diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, atas cerita Al-Hizb Al-Islamy atau Daud Musa Pitkhok, mengenai suatu acara perbincangan di TV BBC Inggris yang diikuti oleh pewawancara, beserta tiga narasumber ahli Astronomi dari Amerika Serikat. Salahsatu dari tiga ahli Astronomi AS ini kemudian konon menyatakan bahwa dana luar biasa yang mereka (AS) keluarkan untuk misi ke Bulan menghasilkan temuan berharga yaitu adanya bukti ilmiah mengenai terbelahnya Bulan.

Berikut ini cuplikannya:

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati.”
Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah....
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi di antara presenter, seorang Inggris, dengan 3 orang pakar ruang angkasa AS.
Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal pada saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”.
Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia."
Di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dolar.
Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, ”Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”
Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dolar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun."
Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?"
Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!"
Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?”
Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah, terpotong, di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, 'Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali'."
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dolar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin!" [1]

Walaupun seperti cukup meyakinkan dan menggugah semangat keimanan, sayangnya klaim ini muncul dan kemudian dipercaya kaum muslim secara luas hanya berdasarkan good faith dan husnudzon atau sifat berbaik sangka, namun menyisakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Tidak jelas siapa ahli Astronomi AS yang dimaksud
  2. Tidak jelas apa bukti yang dimaksud
  3. Tidak jelas data apa yang dianalisa
  4. Tidak jelas alat pendeteksi apa yang dipakai (untuk mendeteksi adanya bekas patahan di Bulan)
  5. Tidak jelas metode analisa yang dipakai
Jadi kalau digambarkan melalui skema, runutannya adalah sebagai berikut:

Adapun bukti yang dikatakan ilmiah ini, sayangnya tidak dinyatakan secara eksplisit berupa apakah ia, juga tidak ada keterangan yang jelas. Padahal untuk bisa dinyatakan sebagai bukti ilmiah maka identitasnya harus jelas, teruji bebas dari kesalahan penafsiran dan asumsi, serta dapa di cross-check oleh peneliti lainnya.

Tulisan yang di copy-paste ratusan kali di Internet itu sendiri ternyata bersumber hanya dari sebuah blog luar negeri tanpa kredibilitas yang jelas: http://www.aulia-e-hind.com/Prophet.htm, dan kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh seseorang bernama Sukmayana, di blog nya http://sukmayana.blog.com/Moon/, yang kini sudah tutup [2].

Jadi betulkah terdapat bukti ilmiah telah terbelahnya Bulan? Bagaimana dengan foto-foto yang banyak beredar di Internet yang menggambarkan Bulan dengan apa yang nampak seperti bekas patahan?

Bukti foto terbelahnya Bulan

Pada beberapa artikel mengenai topik yang sama, memang ada ditampilkan gambar permukaan Bulan yang sepertinya terbelah, namun demikian foto yang dimaksud sebenarnya adalah gambar dari sebuah fitur geografis Bulan yang dikenal sebagai Rilles [3], namun tidak ada pernyataan spesifik juga bahwa bukti inilah yang dimaksud.

Adapun Rilles, sejauh yang para peneliti ketahui, bukanlah suatu fenomena yang membuktikan terbelahnya Bulan, atau terdapat hanya khusus di Bulan saja:
Rille (German for 'groove') is typically used to describe any of the long, narrow depressions in the lunar surface that resemble channels. Typically a rille can be up to several kilometers wide and hundreds of kilometers in length. However, the term has also been used loosely to describe similar structures on a number of planets in the Solar System, including Mars, Venus, and on a number of moons. All bear a structural resemblance to each other. [3]

 Ariadaeus Rille dipotret pada misi Apollo X [y]

Jikapun betul Rilles yang dimaksud sebagai "bukti ilmiah", maka klaim ini adalah bukti Bulan pernah terbelah otomatis gugur, karena berdasarkan pengamatan dan penelitian diketahui bahwa rata-rata Rilles hanya memiliki kedalaman yang relatif dangkal, tidak sampai jauh ke kedalaman Bulan seperti yang di-klaim oleh ilmuwan misterius dalam acara talkshow BBC UK tersebut.

Penekanan bahwa Rilles bukanlah bekas terbelahnya Bulan, juga dijelaskan juga oleh T. Djamaluddin, yang pada tahun 2007 menjabat sebagai Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, LAPAN Bandung, dalam blog nya sebagai berikut:
Gambar itu hanyalah salah satu kanal sempit (disebut rille) yang dinamakan Ariadaeus Rille. Kanal seperti itu banyak terdapat di permukaan bulan dan bentuknya bermacam-macam, ada yang hampir lurus (seperti Ariadaeus Rille tersebut), ada juga yang berkelok-kelok (seperti Hadle Rille). Panjangnya bisa ratusan km, lebarnya beberapa kilometer, dan dalamnya bisa ratusan meter. Pembentukannya dari proses aktivitas geologis permukaan bulan, bukan karena celah bekas bulan terbelah. Jadi, anggapan bahwa kanal itu adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah sangat mengada-ada. [2]
Adapun T. Djamaluddin sendiri semenjak bulan Mei 2011 menjabat sebagai Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN.

Jika foto Rilles tersebut bukanlah bukti yang dimaksud, maka adakah bukti lain yang bisa mendukung klaim telah ditemukannya bukti ilmiah telah terbelahnya Bulan ini?

Hal ini bisa kita telusuri dengan mengidentifikasi teknik dan instrumen apa sajakah yang para astronot Apollo gunakan kala mereka menjelajah dan meneliti Bulan? Dan apakah instrumen ini bisa melakukan penginderaan patahan hingga jauh ke kedalaman Bulan?

Eksperimen Thumper

Sayangnya selain dari dugaan bahwa Rilles lah yang dimaksud, tidak ada bukti lain yang dianggap cukup kuat untuk mendukung klaim pernyataan ilmuwan tersebut. Adapun jenis eksperimen yang para astronot dari misi Apollo lakukan di permukaan Bulan adalah eksperimen seismik buatan yang diberi nama "Thumper" [5] . Eksperimen ini melibatkan peledakan terkendali bahan peledak kekuatan kecil, dalam skala kecil, di permukaan Bulan, dimana data seismiknya kemudian direkam untuk dipelajari.

Berikut ini skema dari perlengkapan yang dipakai dalam eksperimen Thumper ini:

Sumber: Wikipedia [6] .

Berdasarkan keterangan NASA, hasil dari Thumper ini pun tidak mendukung klaim spektakuler seperti yang diutarakan ilmuwan tersebut, karena eksperimen Thumper ini hanya dapat mengindera hingga kedalaman ~460 meter saja, sehingga sangatlah tidak mungkin bisa digunakan untuk mendeteksi adanya bekas patahan Bulan hingga ke intinya. [7]

Berdasarkan kondisi ini pulalah maka sepertinya "bukti ilmiah" yang dimaksud dalam desas-desus mengenai kebenaran Bulan pernah terbelah, tidak pernah ada.

Berarti Bulan tidak pernah terbelah dua?

Kalau berpegang pada keimanan terhadap Al-Qur'an dan Hadist mengenai salahsatu mujizat Rasulullah SAW ini, maka jawabannya adalah Bulan betul pernah terbelah. Hanya saja bukti ilmiah yang diklaim ada pada kasus ini, ternyata tidak jelas keberadaannya, dan belum tentu pula akan ditemukan. (byms)

Referensi:
[1] http://www.tnol.co.id/id/spiritual-psychology/5947-ketika-bulan-terbelah-dua.html
[2] http://tdjamaluddin2.wordpress.com/2007/06/
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Rille
[4] http://apod.nasa.gov/apod/ap021029.html
[5] http://www.hq.nasa.gov/alsj/a16/a16.thumper.html
[6] http://en.wikipedia.org/wiki/Apollo_Lunar_Surface_Experiments_Package
[7] http://ares.jsc.nasa.gov/humanexplore/exploration/exlibrary/docs/apollocat/part1/ASE.htm
[8] http://mutoha.blogspot.com/2007/07/bulan-pernah-terbelah.html