Kamis, 15 November 2007

Berita: Sinar Aneh di Langit Batam


Dari Kompas Cyber Media
[http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/13/141253.htm]

(Special thanks to Ade for noticing)

Berbentuk Garis Vertikal Sejajar

Sinar Aneh di Langit Batam

Laporan wartawan Tribun Batam, Agus Prihartanto
BATAM, PERSDA - FENOMENA sinar aneh muncul di langit Batam. Beberapa warga bertanya-tanya sinar apakah itu. Sementara pihak Stasiun Meteorologi Hang Nadim juga belum bisa menjelaskan secara pasti. Fenomena tersebut berbentuk dua buah sinar vertikal yang sejajar. Kedua sinar ini mulai muncul hari Senin (12/11) sekitar pukul 21.00 WIB di langit sebelah utara. Anehnya sinar berwarna kuning kemerahan tersebut tidak bergerak.

Adanya sinar ini membuat beberapa warga keluar rumah. Dengan dihinggapi pertanyaan, mereka melihat fenomena alam tersebut. "Sinar apa itu ya. Kok tidak bergerak," ungkap seorang warga.

Ada juga warga yang beranggapan jika sinar tersebut erat kaitannya dengan mistik. "Mungkin itu semacam keris pusaka. Berarti keris kembar," ungkap warga lainnya dengan nada keheranan.

Fenomena itu bisa terlihat jelas di Batuampar. Cuaca malam itu memang sangat mendukung karena tidak terdapat mendung sedikitpun. Apalagi bintang-bintang di langit juga bisa terlihat dengan jelas.

Seorang warga mencoba memastikan apakah sinar tersebut juga bisa dilihat dari wilayah lainnya. Dengan telepon selular, seorang warga mencoba menghubungi saudaranya di Legenda Malaka. "Coba keluar rumah. Lihat di langit sebelah utara ada sinar aneh. Mari kita berdoa agar tidak terjadi sesuatu. Semoga Allah melindungi kita," ungkap bapak itu.

Keberadaan sinar tersebut memang membuat bingung. Untuk beberapa saat, sinar tersebut sempat redup. Namun kembali terlihat. Satu setengah jam kemudian, kedua sinar sejajar ini meredup dan tidak terlihat lagi seperti garis sejajar, namun bayangannya masih ada.

Sejauh ini belum diperoleh penjelasan ilmiah akan fenomena itu. Kepala Kelompok Pemantauan Cuaca. Stasiun Hang Nadim Batam belum bisa menjelaskan secara pasti."Sayangnya dari tempat saya tidak terlihat. Tapi dari penjelasan saudara, itu bukan bintang," ungkap Yayat.

Yayat sendiri tidak yakin jika sinar tersebut merupakan fenomena alam. "Kalau fenomena itu seperti halo matahari, pelangi. Tapi saya juga belum melihat pelangi di malam hari," ungkapnya.

Caption foto:

[Tribun Batam/Iman Suryanto] Penampakan - suatu penampakan di langit pada hari Senin tanggal 12 November 2007 jam 21.00 hingga 22.30 di langit Batam yang menghebohkan warga. Belum diketahui benda apakah itu.

COMMENTS:

Tanpa informasi yang lebih jelas, akan mudah untuk "menuduh" negara tetangga kita, Singapura atau Malaysia sebagai dalang dibalik fenomena ini, apalagi penampakan terjadi di langit sebelah Utara. Semestinya yang ikut diwawancarai adalah pihak Bandara, karena mereka memiliki kemampuan penginderaan elektronik yang cukup canggih.

Berita juga tidak menyertakan deskripsi yang lebih mendetail, misalnya perkiraan ketinggian, atau minimal derajat penampakan terhadap horizon/kaki langit. Setelah melihat foto barulah cukup jelas kalau penampakan tersebut terjadi cukup tinggi di langit, berdasarkan posisi penampakan terhadap ujung tiang telepon.

Anyway, bisa diliat kalau response sebagian masyarakat masih bersifat sangat mistis... =)

Kemungkinan UFO: C+ (faktor negara tetangga belum dieliminir, bandara tidak dimintai konfirmasi)
(bay)

Sabtu, 10 November 2007

Berita: Ribuan Orang Buru Benda Bercahaya Di Banyuwangi

SUARA PEMBARUAN DAILY, 20 Nopember 1998
Banyuwangi, Pembaruan

Ribuan orang dari berbagai kota di Jawa Timur (Jatim) dan Bali, Selasa (17/11) malam berdatangan secara bergelombang memadati Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Mereka memburu adanya benda bersinar di langit yang jatuh di wilayah tersebut. Kota paling ujung timur dari wilayah Jatim yang mulai 'terbebas' dari aksi teror ninja mau pun pemeriksaan dari warga yang melakukan pengamanan swakarsa di jalan-jalan raya, datang ke Karetan untuk membuktikan adanya benda bercahaya terang warna kuning kebiruan yang memancar dari tengah hutan jati, masuk wilayah Dusun Turain, Desa Karetan.

Cahaya misterius yang dapat dilihat dari beberapa sudut desa di kawasan Kecamatan Purwoharjo sejauh 1 km itu ada sejak dua minggu terakhir. Semula, pancaran sinar terang tersebut disebutkan warga seperti meteor yang jatuh dari langit dan menghujam di tengah hutan jati. Bahkan karena Banyuwangi sedang dilanda keresahan isu dukun santet, sinar misterius itu sempat diisukan sebagai pusat kegiatan kelompok pembantai dukun santet yang disebut ninja. Namun sesudah sekitar seribu penduduk umumnya laki-laki Desa Karetan yang membawa perlengkapan aneka senjata tajam didampingi sejumlah petugas Polsek Purwoharjo yang mengaku penasaran dan ingin mengetahui wujud benda yang memancarkan sinar misterius itu secara beramai-ramai, Minggu (15/11) malam sepakat melakukan pencarian ke pusat cahaya.

Beberapa warga yang ikut dalam rombongan pencarian mengaku tidak menemukan benda tersebut. Belasan wartawan dalam dan luar negeri yang semula bertugas meliput sidang pengadilan delapan tersangka pelaku pembantaian di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Senin (16/11) malam bersama-sama datang dan menyaksikan cahaya tersebut. Kamerawan televisi luar negeri tampak mengabadikannya, termasuk beberapa wartawan dalam negeri yang mengambil gambar dengan tustel.

Kapolres Banyuwangi Letkol Pol Drs Edy Murdiono SH yang menyempatkan datang ke Desa Karetan menduga, cahaya itu sebagai bagian dari pecahan benda angkasa (meteor) yang jatuh beberapa waktu lalu. Meteor yang jatuh tersebut bisa jadi merupakan benda pertama dari meteor Lionids yang muncul dalam kurun waktu 33 tahun sekali. "Bisa jadi, benda itu merupakan pecahan pertama meteor Linoids yang belakangan diburu banyak astronom yang berkumpul di Pegunungan Mongolia hingga Thailand Utara," ujarnya.

Comments:

Perhatikan keyword berikut:
+ benda bersinar di langit yang jatuh di wilayah tersebut
+ benda bercahaya terang warna kuning kebiruan yang memancar dari tengah hutan jati
+ ada sejak dua minggu terakhir
+ bersama-sama datang dan menyaksikan cahaya tersebut

Dan yang ini:
+ bagian dari pecahan benda angkasa (meteor) yang jatuh beberapa waktu lalu

Analisis:

Mungkinkah memang meteor? Atau pecahan satelit? Bila ya, tentu pecahan meteor tidak akan menyala terus menerus selama dua minggu, dan pecahan satelit tidak akan jatuh secara bertahap selama dua minggu lamanya. Pecahan meteor juga kecil kemungkinannya bercahaya dengan spektrum warna kuning kebiruan (anyway, kuning kebiruan = ijo?). Apalagi kalau tiba-tiba bercahaya kembali dan bisa diamati banyak orang, tapi benda fisiknya tidak diketemukan.

Kemungkinan UFO: B (Skala A to D)
(bay)

Berita: Dua Nelayan Lapor, Ada Pesawat Jatuh di Laut ?

Catatan: Ini salahsatu arsip berita dari tahun 90an

RANGKASBITUNG, (PR).-

Dua orang nelayan penduduk Kampung Sindanglaut Desa Darmasari, Jumroni (19) dan Enuy (26) melaporkan adanya benda jatuh empat kilometer dari pantai Bayah, Selasa (28/4) kemarin.

Laporan kedua nelayan kepada Polsek Bayah ini didasarkan pada penglihatannya adanya benda di angkasa yang oleng, menyala dan jatuh ke laut.
"Secara samar-samar saya melihat ada pesawat di atas Samudra Indonesia yang oleng dan jatuh ke laut. Warnanya hijau," ujar Jumroni. 
Keterangan Jumroni ini dibenarkan pula oleh Enung yang merupakan rekan Jumroni saat menangkap ikan di laut.

Mendapat laporan dari dua orang warganya, aparat di Polsek Bayah segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lebak. "Saya memang menerima laporan dari Polsek Bayah tentang adanya pesawat jatuh itu dan sudah memerintahkan untuk segera melakukan pengecekan," ujar Kapolres Lebak Letkol Pol. Drs. Neddy Yuriadi ketika dikonfirmasikan adanya laporan ini. Selain menerjunkan anggotanya, Kapolres juga telah meminta bantuan para petugas dari Satpol Air dan pihak Koramil setempat, untuk melakukan pengecekan dan pencarian. Sampai saat ini, para petugas kesulitan untuk mencari benda yang jatuh itu. Selain karena kedalaman laut yang mencapai 45 meter dan ombaknya yang setinggi dua meter, di lokasi yang ditunjukkan oleh kedua orang nelayan itu, tidak ditemukan bercak-bercak minyak sama sekali.

Meski demikian kegiatan pencarian tetap terus dilakukan. "Kami pun sudah menghubungi beberapa pangkalah udara untuk menanyakan kemungkinan ada armadanya yang jatuh. Tapi sampai sekarang belum ada yang melaporkan adanya pesawat jatuh," ujar Neddy. Ditanya tentang kesaksian para pelapor yang menyatakan melihat dengan jelas adanya pesawat berwarna hijau, Neddy menyatakan bahwa di laut kemungkinan salah melihat bisa saja terjadi.
"Banyak kejadian aneh di luat. Bisa saja ikan lumba-lumba sedang meloncat yang dikira pesawat. Lagipula, masa ada pesawat berwarna hijau," guraunya.
(bay)

Minggu, 04 November 2007

Sejarah Singkat Penampakan UFO

Penyelidikan UFO mendetail pertama di dunia, bisa dibilang terjadi diawal abad ke-13, tepatnya pada 1235 ketika pasukan Jendral Jepang Yoritsume's mengamati fenomena cahaya yang tak dapat dijelaskan di angkasa. Jendral lantas menugaskan sekelompok penyelidik untuk mempelajadi kasus ini, dan akhirnya menawarkan kesimpulan bahwa yang mereka lihat saat itu adalah sekedar bintang, yang bergoyang-goyang karena angin.

Di dunia modern, penelitian serius mengenai fenomena penampakan UFO telah dimulai pada sekitar tahun 1933 terhadap fenomena “Ghost Plane” di Skandinavia dan negara-negara lain di daratan Eropa . Di Australia sendiri, penelitian ini telah dimulai lebih awal lagi yaitu pada tahun 1920, ketika kapal laut SS Amelia J. menghilang di Selat Bass. Hilangnya kapal laut ini, ternyata terjadi bersamaan dengan banyaknya laporan mengenai munculnya sinar-sinar misterius di selat tersebut . Di Amerika Serikat, penelitian dimulai pada tahun 1947 atas kasus perjumpaan UFO yang dilaporkan Kenneth Arnold dalam penerbangannya di Gunung Rainier, AS. Sedangkan di Indonesia, semenjak J.Salatun semenjak J.Salatun menerbitkan buku  “Menjingkap Rahasia piring terbang” pada tahun 1960.

Namun walaupun telah puluhan (bahkan ratusan) tahun berlalu, tetap tidak ada penjelasan memuaskan yang dapat diberikan dari rangkaian penelitian atas fenomena UFO. Dan ternyata, dengan semakin canggihnya teknologi saja, fenomena UFO ini masih tetap menyimpan banyak misteri.

Pada masa abad pertengahan, fenomena penampakan UFO seringkali dikaitkan dengan hal religius, atau superstitius. Tak jarang penampakan UFO di langit dianggap sebagai pertanda dari Tuhan atau dewa-dewa atas musibah yang akan datang, atau menyertai suatu kejadian khusus. Terrmasuk dalam hal ini misalnya beberapa lukisan abad pertengahan yang menggambarkan Yesus atau figur Kristen sakral lainnya, dengan latar belakang benda terbang misterius dilangit.

1561: One of most famous early UFO case, where the citizens of the N├╝rnberg got into abashed witnesses of strange phenomena above the city. Strangeness of this phenomenon meant lot of cross and saucer like flying objects. Case had noticed by the local media and artist.

Sedangkan pada masa yang lebih kuno, yaitu pada masa prasejarah, penampakan UFO ini seringkali memang dipercayai sebagai peristiwa kedatangan dewa yang mereka sembah, dewa yang pada jaman dahulu mengajarkan kebudayaan dan teknologi pada cikal bakal manusia modern.

Di Amerika Selatan, terdapat beberapa patung kuno peninggalan suku Indian yang menggambarkan dewa mereka yang turun dari langit. Uniknya, dewa yang mereka rupakan ini jika dilihat dengan sudut pandang modern ternyata sangat mirip dengan gambaran seseorang astronot! Astronot yang digambarkan berpakaian antariksa, komplet dengan helm bulatnya, sedang menunggangi roket dengan menghadapi serangkaian panel pengendali!

Pendapat mengenai penampakan dan identitas UFO ini kemudian berkembang seiring dengan mundur dan majunya peradaban-peradaban besar dunia, perkembangan teknologi, dan terutama dengan timbulnya kemampuan manusia untuk melakukan hal yang sama; terbang.

Ketika manusia memiliki kemampuan untuk menjelajah langit, tingkat pertemuan antara manusia dengan UFO pun makin meningkat. Keberhasilan Wright bersaudara untuk menunggangi angin dan membuat pesawat terbang, membuktikan bahwa terbang bukanlah hak eksklusif bangsa burung dan unggas. Dari pencapaian prestasi ini manusiapun lalu melihat fenomena UFO sebagai suatu hal yang lebih terukur dan lebih "membumi", bukan sebagai dewa yang turun dari langit, namun sebagai hasil teknologi maju dari mahluk yang mungkin mirip seperti manusia.

Dari serangkaian penelitian yang kemudian dilakukan terhadap fenomena penampakan UFO, baik oleh pihak militer maupun sipil, maka dapat diambil beberapa anggapan umum mengenai asal-usul dari UFO serta teknologi dan peradaban yang berada dibelakangnya. Adapun pendapat yang berkembang saat ini mencakup asal-usul dan keberadaan UFO sebagai:
  1. Senjata Rahasia Perang
  2. Peradaban Asing Luar Angkasa
  3. Kendaraan Para Dewa
  4. Sisa Peradaban Kuno Canggih
  5. Produk Peradaban Tersembunyi
  6. Eksperimen Militer Negara Adikuasa
  7. Hasil Peradaban Evolusi Alternatif
  8. Penjelajah Waktu Dari Masa Depan
  9. Penjelajah Dari Dunia Paralel
  10. Spesies Biologis Aerial
  11. Jin
(bay)

Penelitian UFO di Indonesia

Indonesia sebagai negara berkembang sebenarnya telah memiliki pencapaian yang cukup berarti dalam penelitian UFO dengan munculnya Marsekal Muda (purn.) J.Salatun, seorang pengamat UFO yang telah diakui dunia internasional. Selama bertugas di militer, Salatun mendapat dukungan dari AURI untuk melakukan penyelidikan atas fenomena UFO lokal dan global. Komandan AU yang menjabat saat itu, Roesmin Nurjadin, 1967 menganggap fenomena UFO sebagai suatu hal nyata dan terjadi pula di Indonesia

"UFOs sighted in Indonesia are identical with those sighted in other countries. Sometimes they pose a problem for our air defense and once we were obliged to open fire on them."

J.salatun sendiri berpendapat penelitian akan fenomena penampakan UFO sebagai suatu hal yang penting terkait masalah keamanan nasional dan dunia.

"The study of UFOs is a necessity for the sake of world security in the event we have to prepare for the worst in the space age, irrespective of whether we become Columbus or the Indians."

Salatun yang sempat menjabat sebagai Ketua LAPAN, hingga saat inipun masih terlibat dalam kegiatan penelitian UFO diantaranya dalam "Sign Historical Group", sebuah workshop internasional yang bertujuan mengumpulkan ahli-ahli Ufologi terkemuka untuk menyusun daftar kejadian dalam sejarah penelitian UFO dunia. Salatun juga merupakan orang yang memiliki ide untuk memberikan istilah dalam bahasa Indonesia yang khas untuk UFO yaitu, "BETA" (Benda Terbang yang Aneh), dan kemudian dikoreksi menjadi "Beterbedi" (Benda Terbang Belum Dikenal). Namun sayangnya, kurangnya perhatian dari pihak pemerintah dalam masa-masa setelahnya, telah membuat penelitian di bidang ini terhenti, dan Indonesia kembali bergabung dengan negara-negara lain dalam ke tak-peduliannya (dan ketidaktahuannya) atas fenomena UFO.

Namun kondisi ini lambat-laun berubah, kala penyebaran informasi terjadi dengan lebih cepat, dan warga Indonesia banyak yang bepergian ke negara lain. Dari buku-buku dan majalah terbitan luar, para peneliti UFO lokal secara tertatih-tatih berusaha mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia Internasional.

Lalu berkaitan dengan imbas dari serial “The X-Files”, setelah disiarkannya film seri ini di salahsatu stasiun TV nasional, serta semakin mudahnya untuk mendapatkan akses internet, animo masyarakat akan fenomena UFO pun kembali meningkat pesat.

Atas dasar kondisi ini, di Indonesia pun kemudian bermunculan kelompok pengamat UFO independen. Salahsatunya, “BETA-UFO”. BETA-UFO didirikan untuk menyelidiki dan mendata fenomena UFO di Indonesia, atas prakarsa beberapa pengamat UFO amatir dari beragam kota di Indonesia.

Pemakaian istilah “BETA” disini merupakan penghormatan kepada istilah yang dimunculkan oleh J.Salatun, untuk menunjukkan identitas kelompok yang berasal dari Indonesia. (bay)

Penelitian Fenomena UFO

Fenomena penampakan UFO dan teori yang berkembang dibaliknya merupakan topik yang misterius. Walaupun setelah berpuluh tahun fenomena ini dipelajari, tidak banyak kesimpulan yang bisa diambil. Hal ini terjadi karena miskinnya data penampakan atau perjumpaan dengan UFO yang bisa dijadikan acuan, serta kecenderungan reaksi negatif dari pihak yang berwajib, masyarakat ilmiah, maupun masyarakat umum.

Jangankan berbicara soal melihat penampakan UFO, kepercayaan bahwa UFO itu sendiri ada, seringkali sudah cukup untuk dijadikan bahan olok-olokan. Pihak berwajibpun tak jarang mendiskreditkan saksi yang melaporkan telah melihat UFO, dengan menganggap mereka hanyalah mengalami halusinasi, memiliki masalah penglihatan, salah mengidentifikasikan hal sederhana (burung terbang, planet Mars, dll.), atau alasan-alasan lainnya yang terkesan dipaksakan (gas rawa, lumba-lumba melompat tinggi, dll.). Hal-hal seperti ini tak jarang membuat ciut nyali saksi mata perjumpaan UFO untuk menceritakan pengalaman mereka, hingga memilih untuk bungkam atau pura-pura tak peduli. Kondisi ini tentu saja menyulitkan peneliti dalam mendapatkan laporan berharga dari kasus-kasus perjumpaan yang benar-benar terjadi.

Kondisi yang buruk ini seringkali ditambah runyam lagi dengan reaksi dari beragam UFO-believer yang kadang melakukan hal-hal ganjil atas nama UFO. Di negara AS misalnya, pada tahun 28 Maret 1997 muncul kegemparan atas aksi bunuh diri yang dilakukan 39 orang pengikut sekte “Heaven’s Gate”, yang mengaku telah mendapat wangsit dari tuhan. Mereka percaya jiwa mereka akan dibawa meninggalkan dunia menuju surga dalam sebuah pesawat ruang angkasa pada waktu yang ditetapkan. Kejadian semacam ini telah menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat umum dan khususnya pihak berwajib. Secara otomatis hal semacam ini juga telah membuat suasana penelitian serius di bidang Ufologi semakin mengeruh.

Bagaimana situasinya di Indonesia? (bay)

Fenomena UFO


"UFO" adalah akronim dari "Unidentified flying Object", atau diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia menjadi "Benda Terbang Tak Dikenal". Istilah ini sendiri baru muncul pada tahun 1954, dalam suatu press release resmi oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (untuk selanjutnya kita singkat menjadi “AU AS”) di Pentagon atas prakarsa Edward Ruppelt, Direktur pertama “Project Blue Book”. Project Blue Book sendiri adalah proyek pertama penyelidikan UFO yang dibentuk oleh AU AS dalam meneliti fenomena penampakan benda-benda terbang Asing di Amerika Serikat, dan di negara-negara lain. Sebelum press release tersebut keluar, media massa lebih gemar mempergunakan istilah "Flying Saucer" (atau "Piring Terbang"), mengacu pada pengalaman Kenneth Arnold di Gunung Rainier, Amerika Serikat, tujuh tahun sebelumnya.

Istilah “UFO encounter” atau “perjumpaan dengan UFO” sebenarnya mencakup secara luas seluruh peristiwa perjumpaan dengan segala macam benda terbang yang tak dikenal, tanpa harus mengacu semata-mata kepada “Piring Terbang”, atau “kendaraan dari luar angkasa”. Suatu benda terbang tak dikenal sudah sewajarnya mendapat istilah “UFO” sebelum berhasil diidentifikasi.

Namun untuk menghindari kerancuan, maka dalam situs ini penulis akan membahas UFO lebih dalam konteks sebagai “Benda terbang terkendali dengan asal-usul yang misterius”. Definisinya;

"Segala macam benda yang terlihat bisa terbang dengan terkendali (tidak sekedar hanyut terbawa angin), serta tidak diketahui asal-usulnya, atau diduga tidak termasuk dalam jenis benda terbang yang diketahui dibuat oleh manusia". (bay)