Kamis, 15 Maret 2012

Misteriusnya Sphinx di Mesir

Cover of "The Message of the Sphinx: A Qu...
Cover via Amazon
Benarkah Sphinx di Mesir menyimpan misteri? Para Egyptolog dan sejarawan Mesir percaya kalau Sphinx di Mesir adalah hasil karya peradaban Mesir kuno, yang dibangun pada masa kekuasaan pharaoh Cheops, sekitar 2,500 SM.

Namun demikian, dalam buku "The Message of The Sphinx" karya Graham Hancock dan Robert Bauval, terungkap beberapa hal yang mengundang tanda-tanya mengenai sejarah sebenarnya dari Sphinx, antara lain:
  1. Pendapat mengenai dibangunnya Sphinx di Mesir oleh Cheops (Khafre/Khafra), disimpulkan berdasarkan fakta bahwa Sphinx di Mesir berada di area berdekatan dengan piramida-piramida besar , sehingga ia pasti dibangun pada masa yang berdekatan 
  2. Tidak terdapat satupun referensi catatan pada masa dinasti Cheops yang menyatakan mereka membangun Sphinx di Mesir. Satu-satunya referensi tertulis adalah tanda pada bagian Sphinx yang memuat syllabyle "Khaf", yang kemudian diartikan sebagian Egyptologist berasal dari kata "Khaf-re". Berdasar kondisi ini, terdapat sebagian sejarawan yang keberatan, karena bentuk penulisan tersebut tidak mengikuti pola standar atribusi pada jaman tersebut, dimana nama Pharaoh yang berkuasa selalu dikemas dalam tanda elips yang dikenal sebagai "cartouche"
  3. Memang betul terdapat catatan-catatan yang menyatakan Sphinx di Mesir dan kuil-kuil terkait pernah digunakan dalam prosesi pemakaman para pharaoh, namun ini tidak berarti secara otomatis bahwa struktur-struktur tersebut dibuat untuk keperluan ini, atau untuk tujuan ini saja. --  Ini seperti menyatakan kalau gedung Manggala Wanabakti di dekat gedung DPR, Jakarta, dibangun untuk resepsi pernikahan, semata-mata karena para pejabat tinggi negara memilih untuk menggelar pesta pernikahan anak-anak mereka di sini (penulis)
  4. Ada pendapat yang menyatakan kalau Sphinx di Mesir sebenarnya dibuat pada masa yang jauh lebih tua dari perkiraan saat ini, berdasar pada jelasnya jejak-jejak erosi hujan pada bagian Sphinx yang lebih tua. Sedangkan berdasar perkiraan diketahui bahwa terakhir kalinya Mesir memiliki musim hujan adalah pada sekitar 7000 - 5000 SM, dengan demikian adalah mungkin Sphinx di Mesir dibuat oleh peradaban tak dikenal, yang hidup pada masa lebih tua dari 7000 SM
  5. Salahsatu blok dari kuil The Valley Temple of Khafre di sebelah utara Sphinx, yang para ahli perkirakan dibangun pada periode yang sama, dibuat dari blok batu berukuran 10 X 4 X 3 meter, dengan berat hingga 200 ton. Adapun peralatan paling canggih di dunia modern yang mampu mengangkat beban seberat ini pernah dibangun di Long Island, AS, untuk menempatkan sebuah boiler bagi instalasi nuklir. Bagaimanakah caranya peradaban Mesir kuno berhasil memindahkan batu seberat itu dengan kekuatan manusia semata? Dinyatakan bahwa tugas ini bisa dikerjakan dengan 1,800 orang menarik tali secara bersamaan. Namun secara realistis, tidaklah mungkin memposisikan blok batu tersebut ke tempatnya jika mengandalkan pada 36 baris yang masing-masing memuat 50 orang; barisan orang 36 meter panjangnya untuk menarik satu bongkah batu. Jikapun betul itu yang terjadi, pertanyaan berikutnya adalah, kenapa? Kenapa repot-repot menggunakan blok batu sedemikian besar, berat, dan membutuhkan sedemikian banyak tenaga, jika mereka bisa menggunakan blok batu berukuran normal yang memiliki berat hanya beberapa ton dan memiliki penampilan lebih menarik? Hal semacam inilah yang menimbulkan kecurigaan kalau desain dari  The Valley Temple of Khafre itu sendiri tidak berasal dari manusia.
Bagaimana menurut anda? (byms)

Enhanced by Zemanta

Senin, 12 Maret 2012

Jendela berderet teramati di balik menara air dan menghilang cepat

Kemarin malam sekitar jam 21:00 WITA sewaktu nungguin tukang delivery makanan datang, saya berjalan ke luar kontrakan ke halaman depan, dan bergerak ke arah pagar gerbang masuk karena mendengar suara motor mendekat.

Waktu tahu si tukang delivery ternyata belum datang, cuma motor tetangga lewat, saya pun balik badan kembali ke arah dalam halaman.

Saat itulah di balik menara air di sudut halaman, tampak sekelebat ada barisan cahaya berwarna kuning redup agak oranye bergerak cepat dari Selatan ke Utara (kanan ke kiri kalau dari posisi saya). 

Awalnya saya pikir ini sekedar ilusi cahaya di kacamata saya, tapi waktu saya melangkah mundur kembali ke gerbang masuk, dan coba rekonstruksi kejadiannya sambil geleng-geleng kepala mencari posisi supaya si pantulan cahaya yang sama muncul, ternyata si cahaya ternyata tidak muncul lagi. Lagipula setelah diingat-ingat, cahayanya sendiri seperti menghilang di balik tiang menara air secara berbaris, sementara kalau refleksi di kacamata biasanya tidak akan hilang terhalang pohon.

Dugaan awalnya jendela dari rumah tetangga, terlebih karen penampakan cahayanya sendiri mirip seperti deretan jendela persegi dengan ukuran jendela rumah standard dari jarak yang sama, hanya saja jumlahnya ada sekitar empat atau lima buah, dan terlihat bergerak dengan cepat, hilang satu-persatu ke balik pohon di sebelah tiang menara air rumah tetangga. Sesudah cek lokasi di foto, di bagian penampakan itu sendiri memang seharusnya cuma ada langit, bukan rumah tetangga. 

Kalau itu sesuatu, maka sesuatu itu terbang sangat rendah tadi malam, dan relatif dekat. Silakan lihat gambar untuk ilustrasi, berdasar pada foto yang saya ambil pas Tahun Baru 2012 kemarin. (byms)

Dua cahaya melintas cepat tanpa suara di Serdang, Sumatera Utara, Januari 2011

No. 1101xx-01-u-serdang-sumut
Timestamp:  8/3/2011 14:41:14
Nama Pelapor: Fitra Surya Perdana
Profesi: Karyawan Swasta
Deskripsi penampakan:  Saat itu malam bulan purnama , ketika keluar dari rumah saya lihat dibawah bulan  ada dua cahaha sebesar lampu pijar dengan kecepatan seperti pesawat jet tempur melintas dari arah barat menuju ketimur yang mengherankan , kedua cahaya tersebut tidak bersuara. 
Bentuk UFO:  Dua bola cahaya yang besar lalu semakin jauh makin mengecil
Lokasi penampakan:  Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin Lorong Dua Kelapa Sawit, Sumatera Utara
Waktu penampakan: 21.00 WIB
Lama penampakan: 30 detik
Tanggal penampakan: Januari 2011
Saksi Mata: Sendiri
Pengalaman pertama: Ya

Jumat, 09 Maret 2012

Berburu Penampakan UFO dengan Pena Laser

Fun with an Argon-ion and a He-Ne laser. Most ...
Image via Wikipedia
Salah satu hal yang kadang teramati pada saat terjadi penampakan UFO adalah reaksi mereka terhadap sinar laser. Pada beberapa kesempatan, UFO bereaksi dengan mengubah kecepatan mereka, atau malah menghilang, ketika mendapati ada sinar laser yang diarahkan mengenai mereka. Dari informasi tersebut maka diketahui kalau sinar laser merupakan salahsatu media dimana manusia bisa berinteraksi dengan UFO. Terkait hal ini, maka apakah sinar laser bisa dijadikan juga sarana kita untuk memancing kemunculan mereka?

Menurut Google, kata Laser berasal dari singkatan dalam Bahasa Inggris yaitu "Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation", dan merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren.

Teknologi laser yang baru ditemukan pada 1960 ini, dianggap termasuk dalam salahsatu temuan paling berpengaruh dalam Abad ke-20, dan banyak dipakai dalam aplikasi elektronik canggih, misalnya DVD player dan recorder, dimana pembacaan data dengan berkas sinar laser telah memungkinkan manusia menciptakan media penyimpanan data optik, dengan kualitas, ketepatan, dan ketahanan yang jauh lebih baik (dan harga lebih murah) dibanding media penyimpanan data magnetik. Atau dalam aplikasi yang lebih taktis, karena berkas sinar laser yang terpusat dan lurus, maka teknologi ini diaplikasikan juga dalam keperluan pengukuran jarak, bantuan pembidik senjata api, hingga ke alat bantu mengarahkan peluru kendali ke sasaran tembaknya. Sedangkan berkas laser dengan kekuatan yang lebih rendah, dipakai di dunia bisnis maupun pendidikan sebagai alat bantu presentasi dalam bentuk pena laser (atau bahkan kini gantungan kunci), serta di dunia hiburan sebagai efek visual dalam pagelaran-pagelaran, atau dalam pembuatan film.

Adapun teknologi ini sendiri, jika mengacu pada kesaksian Colonel Phillip Corso dan informasi yang didapat dari forum Ufolog semisal Above Top Secret, merupakan hasil retro engineering dari reruntuhan pesawat UFO yang jatuh di Roswell, pada 1947; suatu teknologi yang sebenarnya belum akan manusia Bumi temukan jika mengikuti alur pertumbuhan sains dan teknologi secara normal. Dilihat dari sisi sejarah alterantif ini, maka sebenarnya tidaklah mengherankan jika UFO akan berinteraksi dengan teknologi yang berasal dari dunia mereka yang memiliki pencapaian teknologi jauh lebih maju tersebut.

Pertanyaannya, jika UFO diketahui bereaksi terhadap sorotan sinar laser, maka apakah kita bisa memancing kehadirannya juga dengan cara serupa? Dan jikapun iya, apakah hal ini hanya bisa dicapai dengan perangkat laser berkekuatan sangat tinggi dan berharga mahal? Pertanyaan ini terjawab dengan tidak sengaja ketika Brian Fahey, dan Neil, dari Amerika Serikat, yang menceritakan pengalamannya menyaksikan fenomena penampakan misterius di langit setelah Neil secara iseng menyorotkan laser dari perangkat pena laser nya ke arah Bulan, dalam sebuah artikel di situs UFO Digest:

"Brian recalls that the weather was cold and the sky was about 90% clear. "Neil pointed the laser at the moon which was a little to the left of straight ahead and above the horizon about 30 or 40 degrees. He pointed it at the moon and suddenly there was a point at which the laser had excited something and that something looked like it was a large sparkler in the sky", added Brian"
"Neil again lit the laser and focused it at the moon but no sparkler, then he swept it across the sky and it again excited an object traveling towardRochester (now to their right). At this point they were both spooked and turned off the light and continued enroute"
Adapun penulis, berbekal ketertarikan tinggi pada gadget jenis pena laser ini (dan tentunya pada fenomena UFO), kemudian memutuskan untuk memiliki juga seperangkat laser pena seperti yang digunakan Neil dan mencoba sendiri hasilnya. Penulis pun membeli seperangkat laser pena dengan pancaran sinar hijau dan kekuatan tertera pada label adalah 200 mW (mili Watt), yang konon cukup kuat untuk memancarkan pancaran laser lurus dan terfokus hingga jarak 3 Km, dan mulai melakukan eksperimen dengan menyoroti daerah langit berbeda-beda pada malam hari.

Catatan dan perhatian!
Walaupun pena laser dijual bebas dan bisa diperoleh dengan mudah, hal ini tidak berarti pena laser adalah mainan! Harap awasi pemakaiannya dan patuhi petunjuk keamanannya, sadarilah bahwa laser memiliki muatan energi yang bisa membahayakan, termasuk laser dari sumber pena laser, maupun gantungan kunci sekalipun. 

Banyak kasus kecelakaan melibatkan sinar laser bisa berakibat cacat permanen pada retina mata dan berujung pada kebutaan; hal ini biasanya menimpa mereka yang masih berusia anak-anak dan baik secara sengaja maupun tidak sengaja menyorotkan sinar laser ke mata mereka atau mata anak lainnya. Bagi mereka yang matanya terkena laser berkekuatan sedang, kemungkinan akan kembali pulih penglihatannya setelah beberapa bulan, sedangkan bagi mereka yang matanya terkena laser berkekuatan tinggi atau dalam waktu lama, bisa jadi menghadapi resiko kebutaan permanen karena retina nya terbakar. 

Menurut artikel tentang bahaya laser di situs go4healthylife.com, Health Protection Agency di Inggris menyarankan batas aman kekuatan laser yang aman untuk digunakan secara umum adalah 1mW (mili Watt), itupun harus disertai informasi keamanan yang jelas. Adapun pena laser/laser pointer yang beredar di Indonesia rata-rata memiliki kekuatan 5mW, yang artinya sudah jauh di atas batas aman; apalagi yang berkekuatan > 100 mW. Gunakan dengan sangat berhati-hati! (byms)

Catatan: dulu (2010/2011) tulisan ini saya post di beta-ufo.org, namun hilang pada saat server crash jadi saya publikasi ulang di sini.
Enhanced by Zemanta

Senin, 05 Maret 2012

Bintang zigzag teramati di Muara Ule Lheu, Banda Aceh, Januari 2007


No. 0701xx-01-u-banda aceh-aceh
Timestamp:   1/25/2011 7:07:32  (mm/dd/yy)
Nama Pelapor: Firman S.
Profesi: Swasta

Deskripsi penampakan:  Maaf, saya baru dapat link pelaporan ini, kejadiannya diawal tahun 2007, penampakan 2 (dua) cahaya yang tingginya setara dengan ketinggian bintang, dengan warna dan ukuran serupa bintang, terlihat bergerak sangat kencang dari selatan ke utara. yang didepan berjalan lurus, sementara yang satunya mengikuti  dibelakang zigzag sangat cepat. kejadian itu tengah malam, saat langit sangat cerah di Muara Ule Lheu (pelabuhan penyebarangn Banda Aceh-Sabang)

Bentuk UFO: Segitiga
Lokasi penampakan: Muara Ule Lheu, Banda Aceh
Waktu penampakan: Tengah malam
Lama penampakan: Sekitar 10 menit
Tanggal penampakan: Awal januari 2007
Saksi Mata: 2 - 5 orang
Pengalaman pertama: Ya