Jumat, 09 Maret 2012

Berburu Penampakan UFO dengan Pena Laser

Fun with an Argon-ion and a He-Ne laser. Most ...
Image via Wikipedia
Salah satu hal yang kadang teramati pada saat terjadi penampakan UFO adalah reaksi mereka terhadap sinar laser. Pada beberapa kesempatan, UFO bereaksi dengan mengubah kecepatan mereka, atau malah menghilang, ketika mendapati ada sinar laser yang diarahkan mengenai mereka. Dari informasi tersebut maka diketahui kalau sinar laser merupakan salahsatu media dimana manusia bisa berinteraksi dengan UFO. Terkait hal ini, maka apakah sinar laser bisa dijadikan juga sarana kita untuk memancing kemunculan mereka?

Menurut Google, kata Laser berasal dari singkatan dalam Bahasa Inggris yaitu "Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation", dan merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren.

Teknologi laser yang baru ditemukan pada 1960 ini, dianggap termasuk dalam salahsatu temuan paling berpengaruh dalam Abad ke-20, dan banyak dipakai dalam aplikasi elektronik canggih, misalnya DVD player dan recorder, dimana pembacaan data dengan berkas sinar laser telah memungkinkan manusia menciptakan media penyimpanan data optik, dengan kualitas, ketepatan, dan ketahanan yang jauh lebih baik (dan harga lebih murah) dibanding media penyimpanan data magnetik. Atau dalam aplikasi yang lebih taktis, karena berkas sinar laser yang terpusat dan lurus, maka teknologi ini diaplikasikan juga dalam keperluan pengukuran jarak, bantuan pembidik senjata api, hingga ke alat bantu mengarahkan peluru kendali ke sasaran tembaknya. Sedangkan berkas laser dengan kekuatan yang lebih rendah, dipakai di dunia bisnis maupun pendidikan sebagai alat bantu presentasi dalam bentuk pena laser (atau bahkan kini gantungan kunci), serta di dunia hiburan sebagai efek visual dalam pagelaran-pagelaran, atau dalam pembuatan film.

Adapun teknologi ini sendiri, jika mengacu pada kesaksian Colonel Phillip Corso dan informasi yang didapat dari forum Ufolog semisal Above Top Secret, merupakan hasil retro engineering dari reruntuhan pesawat UFO yang jatuh di Roswell, pada 1947; suatu teknologi yang sebenarnya belum akan manusia Bumi temukan jika mengikuti alur pertumbuhan sains dan teknologi secara normal. Dilihat dari sisi sejarah alterantif ini, maka sebenarnya tidaklah mengherankan jika UFO akan berinteraksi dengan teknologi yang berasal dari dunia mereka yang memiliki pencapaian teknologi jauh lebih maju tersebut.

Pertanyaannya, jika UFO diketahui bereaksi terhadap sorotan sinar laser, maka apakah kita bisa memancing kehadirannya juga dengan cara serupa? Dan jikapun iya, apakah hal ini hanya bisa dicapai dengan perangkat laser berkekuatan sangat tinggi dan berharga mahal? Pertanyaan ini terjawab dengan tidak sengaja ketika Brian Fahey, dan Neil, dari Amerika Serikat, yang menceritakan pengalamannya menyaksikan fenomena penampakan misterius di langit setelah Neil secara iseng menyorotkan laser dari perangkat pena laser nya ke arah Bulan, dalam sebuah artikel di situs UFO Digest:

"Brian recalls that the weather was cold and the sky was about 90% clear. "Neil pointed the laser at the moon which was a little to the left of straight ahead and above the horizon about 30 or 40 degrees. He pointed it at the moon and suddenly there was a point at which the laser had excited something and that something looked like it was a large sparkler in the sky", added Brian"
"Neil again lit the laser and focused it at the moon but no sparkler, then he swept it across the sky and it again excited an object traveling towardRochester (now to their right). At this point they were both spooked and turned off the light and continued enroute"
Adapun penulis, berbekal ketertarikan tinggi pada gadget jenis pena laser ini (dan tentunya pada fenomena UFO), kemudian memutuskan untuk memiliki juga seperangkat laser pena seperti yang digunakan Neil dan mencoba sendiri hasilnya. Penulis pun membeli seperangkat laser pena dengan pancaran sinar hijau dan kekuatan tertera pada label adalah 200 mW (mili Watt), yang konon cukup kuat untuk memancarkan pancaran laser lurus dan terfokus hingga jarak 3 Km, dan mulai melakukan eksperimen dengan menyoroti daerah langit berbeda-beda pada malam hari.

Catatan dan perhatian!
Walaupun pena laser dijual bebas dan bisa diperoleh dengan mudah, hal ini tidak berarti pena laser adalah mainan! Harap awasi pemakaiannya dan patuhi petunjuk keamanannya, sadarilah bahwa laser memiliki muatan energi yang bisa membahayakan, termasuk laser dari sumber pena laser, maupun gantungan kunci sekalipun. 

Banyak kasus kecelakaan melibatkan sinar laser bisa berakibat cacat permanen pada retina mata dan berujung pada kebutaan; hal ini biasanya menimpa mereka yang masih berusia anak-anak dan baik secara sengaja maupun tidak sengaja menyorotkan sinar laser ke mata mereka atau mata anak lainnya. Bagi mereka yang matanya terkena laser berkekuatan sedang, kemungkinan akan kembali pulih penglihatannya setelah beberapa bulan, sedangkan bagi mereka yang matanya terkena laser berkekuatan tinggi atau dalam waktu lama, bisa jadi menghadapi resiko kebutaan permanen karena retina nya terbakar. 

Menurut artikel tentang bahaya laser di situs go4healthylife.com, Health Protection Agency di Inggris menyarankan batas aman kekuatan laser yang aman untuk digunakan secara umum adalah 1mW (mili Watt), itupun harus disertai informasi keamanan yang jelas. Adapun pena laser/laser pointer yang beredar di Indonesia rata-rata memiliki kekuatan 5mW, yang artinya sudah jauh di atas batas aman; apalagi yang berkekuatan > 100 mW. Gunakan dengan sangat berhati-hati! (byms)

Catatan: dulu (2010/2011) tulisan ini saya post di beta-ufo.org, namun hilang pada saat server crash jadi saya publikasi ulang di sini.
Enhanced by Zemanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar