Senin, 18 Juni 2012

Beberapa Kemungkinan Identitas dan Asal-Usul UFO & Alien dalam Islam

Seiring ketertarikan mengenai kemungkinan terdapatnya informasi mengenai identitas dari UFO & Ufonaut di dalam sumber-sumber literatur Islam, terutama Al-Qur'an dan Hadist, penulis menggagas berdirinya grup Islamic UFO di Facebook untuk mendukung proses pengkajian ini. Sebagai anggota awal ditarik anggota-anggota diskusi dari grup BETA-UFO yang memiliki ketertarikan dalam topik UFO & Islam.

Alhamdulillah, dalam waktu relatif singkat sudah tersusun beberapa hipotesa awal mengenai identitas UFO seperti terurai di bawah ini. Hipotesa-hipotesa ini ini diambil dengan berasumsi bahwa fenomena UFO adalah nyata, UFO bukan buatan Manusia Bumi, dan Ufonaut (pengendara UFO) adalah mahluk cerdas yang berasal dari luar planet Bumi, sehingga sejajar dengan istilah "Aliens" dalam terminologi populer.

Hipotesa Identitas dan Asal-Usul UFO & Alien dalam Islam

01. Bani Adam Hypothesis (BAH)

BAH menduga bahwa Aliens adalah manusia keturunan Adam AS yang pada suatu masa di jaman silam memperoleh teknologi perjalanan luar angkasa, kemudian mengkolonisasi planet lain di luar angkasa dan berevolusi di sana. Dugaan ini sendiri muncul dengan banyaknya ditemui Alien yang memiliki wujud mirip manusia, terutama dari jenis "Nordic".

Hipotesa ini muncul dengan axiom bahwa Adam AS adalah manusia cerdas pertama di alam semesta, bukan hanya di planet Bumi, dikaruniaiNya rahasia teknologi sejak masa awal diciptakan, mahluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, juga mengartikan status Islam sebagai "rahmat bagi segenap alam" sebagai indikasi bahwa Islam diturunkan di Bumi, namun berlaku universal hingga ke planet-planet lain.

Hipotesa ini menduga bahwa pada suatu masa di masa lampau Manusia Bumi telah menguasai teknologi penjelajahan angkasa, dan sebagian dari mereka sekarang telah menjadi ras yang mampu bepergian antar galaksi.

02. Pre Human Hypothesis (PHH)

PHH menduga bahwa Aliens adalah mahluk mirip manusia yang Allah SWT telah ciptakan sebelum Adam AS, mengacu diantaranya pada QS 02:30 dimana Malaikat terlibat dialog dengan Allah SWT, dengan indikasi seakan-akan pada masa tersebut telah ada stereotyping untuk mahluk dengan desain mirip Manusia yang hendak Allah SWT ciptakan sebagai khalifah di Bumi tersebut.

Hipotesa ini muncul dengan penafsiran bahwa QS 02:30 secara spesifik mengkisahkan penciptaan Manusia sebagai manusia pertama di planet Bumi, namun bukan di alam semesta, dan menyempitkan arti dari "Manusia" dalam kosmologi Islam sebagai Homo Sapiens (manusia modern). Adapun pemahaman dari hipotesa ini mengenai kesempurnaan manusia adalah lebih terkait kepada desain dan proses penciptaan, namun diluar dari itu manusia sangat bergantung pada ikhtiar untuk mencapai kemajuan, termasuk dalam hal penguasaan teknologi.

Hipotesa ini beranggapan adanya jejak penguasaan teknologi tingkat rendah oleh ras-ras manusia selain Homo Sapiens (Cro Magnon, Homo Neandethal, dll.) sebagai indikasi bahwa Adam AS bukanlah Manusia cerdas (bisa berpikir) pertama di Bumi sekalipun, namun suatu ras manusia baru yang disempurnakan, yang didaulatNya untuk menjadi khalifah (pemimpin, pengelola) dari planet Bumi.

03. Dabbah Hypothesis (DH)

DH menduga Aliens adalah salahsatu jenis "dabbah" yang Allah SWT sebutkan beberapa kali di dalam Al-Qur'an, namun tidak dijelaskan lebih spesifik karakteristiknya, serta termasuk dalam jenis ciptaan Allah SWT yang kita hanya diberikanNya sedikit saja informasi mengenai keberadaannya.

04. Man Hypothesis (MH)

MH menduga Aliens adalah "man" dalam bahasa Al-Qur'an sebagaimana tercantum salahsatunya dalam QS 13:15. Walaupun "Man" kemungkinan besar termasuk "dabbah", namun ia memiliki pengertian yang lebih spesifik, yaitu mahluk cerdas yang diberikan Allah SWT akal pikiran, tuntunan Dien (Agama), kewajiban beribadah, serta kemampuan untuk memilih.

05. Jin Hypothesis (JH)

JH menduga Aliens adalah kalangan Jin yang memiliki teknologi tinggi, sebagaimana tersirat dalam tafsir dari ayat-ayat Al-Qur'an mengenai kemampuan kaum ini dalam menuntaskan beragam pekerjaan canggih pada masa kerajaan Nabi Sulaiman AS.

06. Permanent Ghaib Hypothesis (PGH)

PGH menduga kalau fenomena UFO & Alien adalah satu dari apa yang Allah SWT firmankan bahwa Allah menciptakan apa yang manusia ketahui, dan tidak ketahui; dan dalam hal ini akan tetap tidak manusia ketahui, hingga akhir masa nanti.

07. Satanic Trick Hypothesis (STH)

STH menduga fenomena Alien & UFO itu sebenarnya tidak nyata, dan keseluruhan fenomena UFO adalah sekedar tipu-daya Iblis dan Setan.

Hipotesa ini muncul karena tidak adanya ayat-ayat Al-Qur'an yang secara spesifik menyatakan adanya mahluk cerdas lain selain manusia di luar angkasa sana.

Hipotesa ini juga dipengaruhi kuat oleh karya-karya penulis Islam yang banyak mengkaitkan fenomena UFO dengan Jin, Segitiga Bermuda, dan bahwa kerajaan Iblis terletak di Segitiga Bermuda, sehingga muncul anggapan bahwa keseluruhan fenomena UFO tak lain adalah tipuan Iblis dengan kaki-tangannya para Setan, untuk menyesatkan ummat manusia dengan beragam informasi tak benar yang terkait dengan fenomena ini.

Penutup


Secara umum BAH, PHH, DH, MH, JH, mengartikan "samaa" dan "samawaat" bukan sebagai "langit (surga)" dan "bumi (dunia)", namun lebih kepada "langit (atmosfer)" dan "planit berpenghuni", sedangkan PGH dan STH keduanya bersifat pro-status-quo yang mendukung tidak perlunya fenomena UFO ini dipelajari.

Adapun keseluruhan hipotesa ini masih merupakan "Work in Progress (WIP)", alias pekerjaan yang masih dalam proses, dan belum merupakan hasil akhir. Sebagaimana fitrahnya pengembangan suatu hipotesa dalam suatu penelitian ilmiah, maka sebagian dari hipotesa ini akan gugur, sedangkan sebagian lainnya mungkin akan bisa dikembangkan menjadi suatu teori, atau postulat; atau semuanya salah total. (byms)

Sumber tulisan: https://www.facebook.com/groups/islamicufo/326654534062682/

Rabu, 25 April 2012

Keaslian foto UFO di Kebumen Selatan, 26 February 1932

Sudah beberapa waktu ini beredar gambar diantara situs-situs yang memuat artikel mengenai pemunculan UFO di Indonesia, yang konon berasal dari Kebumen Selatan, 26 February 1932 sebagai berikut:



Adapun saya, selama aktif di BETA-UFO merasa tidak pernah menemukan foto serupa dari penampakan-penampakan UFO di Indonesia yang lebih tua dari penampakan UFO di Gunung Agung, Bali, 17 Agustus 1973, tergerak untuk mencari tahu mengenai keabsahan dari foto tersebut.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ketahuanlah bahwa ternyata foto tersebut bukan berasal dari Kebumen Selatan, 16 February 1932, melainkan dari Trindade Island, Brazil, 16 January 1958 (sumber).

Kerancuan yang muncul sendiri, rupanya terjadi karena banyaknya situs-situs blog yang menulis mengenai sejarah penampakan UFO di Indonesia, namun seringkali hanya saling copy satu sama lain tanpa ada upaya untuk melakukan verifikasi lebih lanjut, atau sekedar pilih acak foto UFO yang tidak terkait, namun dianggap sebagai foto dari salahsatu penampakan UFO di Indonesia oleh penyalin konten berikutnya.

Jika anda tertarik untuk mengetahui foto-foto penampakan UFO terkini dari Indonesia, silakan kunjungi bagian gallery dari situs web BETA-UFO di alamat berikut ini: http://www.beta-ufo.org/foto-ufo. (byms)
Enhanced by Zemanta

Jumat, 23 Maret 2012

Berburu UFO: Malam Sebelum Nyepi 1934 Saka

Seperti yang sudah pernah saya posting sebelumnya, Hari Raya Nyepi di Bali menawarkan suatu kondisi yang sangat ideal bagi para pemburu UFO untuk meningkatkan kemungkinan mereka mendapatkan penampakan UFO. Hal ini terkait dengan nol-nya gangguan cahaya dari oermukaan Bumi pada saat malam hari, sehingga jika langit sedang cerah maka segala macam penampakan benda angkasa bisa dengan jelas teramati, tanpa harus jauh-jauh mengasingkan diri menyingkir dari peradaban.

Di ajang Hari Raya Nyepi tahun 2012 ini sebenarnya kami rencanakan untuk menginap di lokasi yang berdekatan dengan gunung atau tepi pantai dengan harapan memperoleh pandangan yang luas ke langit terbuka, sekaligus malam yang cerah. Namun karena keterbatasan sarana transportasi maka niatan ini terpaksa kami urungkan. 

Adapun untuk menginap di hotel di dalam kota Denpasar sendiri tidak menawarkan kelebihan khusus, selain dari kebebasan berkeliaran di dalam kompleks hotel, plus fasilitas yang bisa dinikmati; tidak berbeda jauh dengan menyepi di kediaman kami sendiri. Beberapa hotel dengan akses roof-top sempat menjadi incaran kami, namun karena tidak menemukan paket yang sesuai harapan maka rencana inipun kami batalkan. Rencana berburu UFO pun kembali dilakukan dari pekarangan kediaman kami sendiri saja.

Malam sebelum Nyepi, saat masyarakat Bali sebagian masih asik berkumpul di jalan-jalan protokol untuk menyaksikan ajang langka setahun sekali; pawai Ogoh-Ogoh, saya dan isteri justru meluangkan waktu untuk mengamati langit, mencari-cari penampakan yang diharapkan.

Dan benar saja... pada sekitar pukul 8 malam WITA, di ketinggian langit malam yang malam itu luar biasa cerah, kembali kami saksikan obyek cahaya tunggal mirip bintang putih kemerahan bersinar redup dan berkelana dengan karakteristik penampakan, jalur, maupun kecepatan yang tidak seperti pesawat terbang komersial yang sering melintas di langit Denpasar.

Obyek teramati pada posisi langit tegak di atas kepala, bergerak dengan kecepatan sedang ke arah utara, dengan agak berkelok. Pada posisi sekitar 1/4 dari puncak langit, obyek meredup dan menghilang, namun kembali tampak dengan kecerahan semula pada posisi agak ke timur, kemudian teramati berkelana kembali ke arah selatan, ke arah pertama kalinya ia teramati. 

Sayangnya setelah kami masuk ke dalam rumah untuk mengambil pena laser, untuk mencoba memancing reaksi dari bintang berjalan tersebut, obyek sudah tidak teramati lagi di langit. Upaya kami untuk mencari obyek sama di jam-jam berikutnya pun tidak membuahkan hasil.

Sasaran waktu berikutnya adalah menjelang dan sesaat setelah matahari terbenam di malam Nyepi hari ini (peralihan terang ke gelap), mencoba mengulang keberhasilan malam Nyepi 2010 lalu saat kami mendapati setidaknya tiga penampakan obyek asing di angkasa. 

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1934. (byms)
Enhanced by Zemanta

Senin, 19 Maret 2012

Lingkaran merah biru memutar teramati di Karanganyar, Jawa Tengah, Oktober 2011

No. 1110xx-01-u-karanganyar-jateng
Timestamp:  11/2/2011 22:53:22 (mm/dd/yy)
Nama Pelapor: Rahasia
Profesi: Rahasia
Deskripsi penampakan:  Lingkaran berwarna biru merah dengan merah memutar, sering terlihat tiap subuh. kadang bergerak dari timur jauh ke barat terus belok ke utara dan bergerak jauh. dan  pernah menemui hanya muter2 di atas langit saja. berada di langit agak tinggi. cahaya dari jauh birunya sangat terang. tp masih ragu apa itu layang2 atau bukan, soalnya bergerak dari timur jauh ke barat terus belok ke utara dan jauh.
Bentuk UFO:  Piringan, Lingkaran
Lokasi penampakan:  Palur, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah
Waktu penampakan: 04:00 Pagi (subuh)
Lama penampakan: cepat (bergerak) & lama (muter2)
Tanggal penampakan: Minggu2 akhir bulan oktober 2011
Saksi Mata: Dua
Pengalaman pertama: Ya
Data pendukung:
Informasi lainnya:  Anehnya di langit tinggi dan muncul tiap subuh, ada perkiraan ada 2 benda.. yg pertama dan bergerak dari timur dan belok saya aneh, cz seperti pesawat bergerak tp bentuk lingkaran. sedangkan yang muter2 kyk layang2.. 2 penampakan itu berada dihari yang berbeda tp seringnya yang bergerak

Jumat, 16 Maret 2012

Benarkah Bulan pernah terbelah dua?

Dalam sebuah thread diskusi di FB group BETA-UFO, pertanyaan benarkah Bulan pernah terbelah dua ini sempat terlontar. Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata pertanyaan ini termasuk pertanyaan populer di Internet, dan telah beredar selama beberapa waktu.

Pertanyaan ini sendiri muncul akibat adanya desas-desus yang menginformasikan telah ditemukannya bukti ilmiah oleh tim ekspedisi Apollo bahwa Bulan pernah terbelah hingga ke perutnya, yang mana berarti mengkonfirmasi kebenaran dari salahsatu mujizat Nabi Muhammad SAW, yaitu terbelahnya Bulan menjadi dua:
"Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW bersabda: Saksikanlah oleh kalian". ~ HR Abdullah bin Masud ra, Shahih Muslim No.5010.
Peristiwa terbelahnya Bulan ini disinggung pula dalam Al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 1:
 اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
“Telah dekat (datangnya) Kiamat dan telah terbelah bulan.” (QS. Al Qamar: 1)
Polemik muncul ketika apa yang dianggap sebagai bukti ilmiah yang membuktikan mujizat Rasulullah SAW ini benar pernah terjadi, dan bahwa Kiamat telah dekat, dianggap oleh sebagian pihak sebagai hoax, atau tipuan yang disengaja untuk memberikan persepsi yang salah.

Untuk mencegah disinformasi, dan malah berbalik merugikan ummat muslim, maka ada baiknya kita telaah kebenaran dari klaim ini dengan menjustifikasi kebenaran dari klaim yang dibuat tersebut.

Asal-muasal isyu: Artikel mengenai cerita Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, atas kesaksian Daud Musa Pitkhok

Dari beragam artikel di internet yang bisa dilacak via Google, semuanya merujuk pada suatu kisah yang diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, atas cerita Al-Hizb Al-Islamy atau Daud Musa Pitkhok, mengenai suatu acara perbincangan di TV BBC Inggris yang diikuti oleh pewawancara, beserta tiga narasumber ahli Astronomi dari Amerika Serikat. Salahsatu dari tiga ahli Astronomi AS ini kemudian konon menyatakan bahwa dana luar biasa yang mereka (AS) keluarkan untuk misi ke Bulan menghasilkan temuan berharga yaitu adanya bukti ilmiah mengenai terbelahnya Bulan.

Berikut ini cuplikannya:

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati.”
Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah....
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi di antara presenter, seorang Inggris, dengan 3 orang pakar ruang angkasa AS.
Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal pada saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”.
Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia."
Di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dolar.
Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, ”Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”
Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dolar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun."
Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?"
Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!"
Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?”
Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah, terpotong, di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, 'Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali'."
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dolar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin!" [1]

Walaupun seperti cukup meyakinkan dan menggugah semangat keimanan, sayangnya klaim ini muncul dan kemudian dipercaya kaum muslim secara luas hanya berdasarkan good faith dan husnudzon atau sifat berbaik sangka, namun menyisakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Tidak jelas siapa ahli Astronomi AS yang dimaksud
  2. Tidak jelas apa bukti yang dimaksud
  3. Tidak jelas data apa yang dianalisa
  4. Tidak jelas alat pendeteksi apa yang dipakai (untuk mendeteksi adanya bekas patahan di Bulan)
  5. Tidak jelas metode analisa yang dipakai
Jadi kalau digambarkan melalui skema, runutannya adalah sebagai berikut:

Adapun bukti yang dikatakan ilmiah ini, sayangnya tidak dinyatakan secara eksplisit berupa apakah ia, juga tidak ada keterangan yang jelas. Padahal untuk bisa dinyatakan sebagai bukti ilmiah maka identitasnya harus jelas, teruji bebas dari kesalahan penafsiran dan asumsi, serta dapa di cross-check oleh peneliti lainnya.

Tulisan yang di copy-paste ratusan kali di Internet itu sendiri ternyata bersumber hanya dari sebuah blog luar negeri tanpa kredibilitas yang jelas: http://www.aulia-e-hind.com/Prophet.htm, dan kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh seseorang bernama Sukmayana, di blog nya http://sukmayana.blog.com/Moon/, yang kini sudah tutup [2].

Jadi betulkah terdapat bukti ilmiah telah terbelahnya Bulan? Bagaimana dengan foto-foto yang banyak beredar di Internet yang menggambarkan Bulan dengan apa yang nampak seperti bekas patahan?

Bukti foto terbelahnya Bulan

Pada beberapa artikel mengenai topik yang sama, memang ada ditampilkan gambar permukaan Bulan yang sepertinya terbelah, namun demikian foto yang dimaksud sebenarnya adalah gambar dari sebuah fitur geografis Bulan yang dikenal sebagai Rilles [3], namun tidak ada pernyataan spesifik juga bahwa bukti inilah yang dimaksud.

Adapun Rilles, sejauh yang para peneliti ketahui, bukanlah suatu fenomena yang membuktikan terbelahnya Bulan, atau terdapat hanya khusus di Bulan saja:
Rille (German for 'groove') is typically used to describe any of the long, narrow depressions in the lunar surface that resemble channels. Typically a rille can be up to several kilometers wide and hundreds of kilometers in length. However, the term has also been used loosely to describe similar structures on a number of planets in the Solar System, including Mars, Venus, and on a number of moons. All bear a structural resemblance to each other. [3]

 Ariadaeus Rille dipotret pada misi Apollo X [y]

Jikapun betul Rilles yang dimaksud sebagai "bukti ilmiah", maka klaim ini adalah bukti Bulan pernah terbelah otomatis gugur, karena berdasarkan pengamatan dan penelitian diketahui bahwa rata-rata Rilles hanya memiliki kedalaman yang relatif dangkal, tidak sampai jauh ke kedalaman Bulan seperti yang di-klaim oleh ilmuwan misterius dalam acara talkshow BBC UK tersebut.

Penekanan bahwa Rilles bukanlah bekas terbelahnya Bulan, juga dijelaskan juga oleh T. Djamaluddin, yang pada tahun 2007 menjabat sebagai Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, LAPAN Bandung, dalam blog nya sebagai berikut:
Gambar itu hanyalah salah satu kanal sempit (disebut rille) yang dinamakan Ariadaeus Rille. Kanal seperti itu banyak terdapat di permukaan bulan dan bentuknya bermacam-macam, ada yang hampir lurus (seperti Ariadaeus Rille tersebut), ada juga yang berkelok-kelok (seperti Hadle Rille). Panjangnya bisa ratusan km, lebarnya beberapa kilometer, dan dalamnya bisa ratusan meter. Pembentukannya dari proses aktivitas geologis permukaan bulan, bukan karena celah bekas bulan terbelah. Jadi, anggapan bahwa kanal itu adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah sangat mengada-ada. [2]
Adapun T. Djamaluddin sendiri semenjak bulan Mei 2011 menjabat sebagai Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN.

Jika foto Rilles tersebut bukanlah bukti yang dimaksud, maka adakah bukti lain yang bisa mendukung klaim telah ditemukannya bukti ilmiah telah terbelahnya Bulan ini?

Hal ini bisa kita telusuri dengan mengidentifikasi teknik dan instrumen apa sajakah yang para astronot Apollo gunakan kala mereka menjelajah dan meneliti Bulan? Dan apakah instrumen ini bisa melakukan penginderaan patahan hingga jauh ke kedalaman Bulan?

Eksperimen Thumper

Sayangnya selain dari dugaan bahwa Rilles lah yang dimaksud, tidak ada bukti lain yang dianggap cukup kuat untuk mendukung klaim pernyataan ilmuwan tersebut. Adapun jenis eksperimen yang para astronot dari misi Apollo lakukan di permukaan Bulan adalah eksperimen seismik buatan yang diberi nama "Thumper" [5] . Eksperimen ini melibatkan peledakan terkendali bahan peledak kekuatan kecil, dalam skala kecil, di permukaan Bulan, dimana data seismiknya kemudian direkam untuk dipelajari.

Berikut ini skema dari perlengkapan yang dipakai dalam eksperimen Thumper ini:

Sumber: Wikipedia [6] .

Berdasarkan keterangan NASA, hasil dari Thumper ini pun tidak mendukung klaim spektakuler seperti yang diutarakan ilmuwan tersebut, karena eksperimen Thumper ini hanya dapat mengindera hingga kedalaman ~460 meter saja, sehingga sangatlah tidak mungkin bisa digunakan untuk mendeteksi adanya bekas patahan Bulan hingga ke intinya. [7]

Berdasarkan kondisi ini pulalah maka sepertinya "bukti ilmiah" yang dimaksud dalam desas-desus mengenai kebenaran Bulan pernah terbelah, tidak pernah ada.

Berarti Bulan tidak pernah terbelah dua?

Kalau berpegang pada keimanan terhadap Al-Qur'an dan Hadist mengenai salahsatu mujizat Rasulullah SAW ini, maka jawabannya adalah Bulan betul pernah terbelah. Hanya saja bukti ilmiah yang diklaim ada pada kasus ini, ternyata tidak jelas keberadaannya, dan belum tentu pula akan ditemukan. (byms)

Referensi:
[1] http://www.tnol.co.id/id/spiritual-psychology/5947-ketika-bulan-terbelah-dua.html
[2] http://tdjamaluddin2.wordpress.com/2007/06/
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Rille
[4] http://apod.nasa.gov/apod/ap021029.html
[5] http://www.hq.nasa.gov/alsj/a16/a16.thumper.html
[6] http://en.wikipedia.org/wiki/Apollo_Lunar_Surface_Experiments_Package
[7] http://ares.jsc.nasa.gov/humanexplore/exploration/exlibrary/docs/apollocat/part1/ASE.htm
[8] http://mutoha.blogspot.com/2007/07/bulan-pernah-terbelah.html