Jumat, 07 Mei 2010

Fakta Ilmiah di Balik Segitiga Bermuda (berita)

"Segitiga Bermuda dilingkupi aura mistis, seperti UFO, Altantis, dan bahkan iblis Dajal."


VIVAnews - Misteri melingkupi sebuah wilayah laut di dalam garis  imajiner yang menghubungkan  tiga wilayah yaitu  Bermuda, Puerto Riko, dan Miami di Amerika Serikat.

Ada yang menyebutnya 'Segitiga Setan', 'Limbo the Lost', 'Twilight Zone', dan yang paling tenar adalah sebutan 'Segitiga Bermuda -- terinspirasi dari artikel Vincent Gaddis di Majalah Argosy.

Meski, dalam peta Amerika Serikat, The U. S. Board of Geographic, tak ada tempat bernama 'Segitiga Bermuda'.

Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor, dan menakutkan di muka Bumi. Apalagi, dalam sejarahnya, banyak kapal dan pesawat yang tertelan di lokasi itu.

Legenda Segitiga Bermuda makin ramai diperbincangkan ketika  pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat, lima pesawat yang dipiloti para penerbang  terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang di segitiga itu. Padahal cuaca sedang cerah.

Para pilot sempat meminta pertolongan lewat radio, namun, mereka tiba-tiba raib. Pesawat yang ditugasi mencari mereka juga raib misterius. Dilaporkan enam pesawat dan 27 orang hilang dalam peristiwa itu.

Juga peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Berbagai macam dugaan aneh muncul, ada yang mengatakan alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Namun, ada juga penjelasan ilmiah yang lebih layak dipertimbangkan untuk menjawab misteri ini

***
Seperti di muat laman LiveScience, ada jawaban logis untuk menjelaskan hilangnya kapal atau pesawat di Segitiga Bermuda itu.

Daerah Segitiga Bermuda rentan terhadap badai tak terduga. Ada gelombang -- Gulf Stream -- yang sangat cepat dan turbulen -- menelan serpihan kapal, pesawat, beserta penumpangnya.  Menghapus bukti-bukti terjadinya bencana.

Tak hanya itu, Laut di Segitiga Bermuda memiliki kedalaman hingga 30.000 meter atau lebih dari 9.000 meter dengan kondisi topografinya bisa 'menelan' kapal sehingga  tak pernah ditemukan.

Laman Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, www.history.navy.mil, menjelaskan bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal  di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat disebut Gulf Stream.

Sebelum telegraf, radio dan radar ditemukan, pelaut tidak tahu ada badai atau angin topan berada di dekatnya.Bencana itu baru ketahuan setelah ada perubahan di cakrawala. Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut  hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.

Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena  badai di seluruh dunia -- secara mendadak. Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua  lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'.

***
Faktor cuaca juga ikut berperan mengapa kapal dan pesawat hilang di Bermuda. Pola cuaca Karibia-Atlantik sangat ekstrim. Badai lokal yang mendadak menimbulkan cipratan air kencang yang bisa jadi bencana bagi pelaut maupun pilot.

Penelitian satelit bahkan membuktikan, adanya gelombang dahsyat setinggi 80 kaki atau bahkan lebih,  terjadi di wilayah laut terbuka, seperti halnya Segitiga Bermuda.

Gelombang ini bisa menghancurkan kapal besar dan membuatnya berkeping-keping.

Ada juga faktor topografi dasar laut di Segitiga Bermuda. Dari benting [gundukan pasir tengah laut], pulau di bawah laut, hingga palung yang luar biasa dalam. Dengan kombinasi arus kuat, kapal atau pesawat bisa terjebak di dasar laut untuk selamanya.

Sementara, seperti dimuat laman Pattayadailynews, 6 Mei 2010, ahli geokimia, Richard McIver pada 1981 memperkenalkan teori peran gas metan hidrat dalam misteri Segitiga Bermuda. Kata dia, longsor di dasar Segitiga Bermuda besar kemungkinan mengakibatkan lumpur dan batu besar meluncur dengan cepat -- yang akhirnya merobek dasar laut dan membuka selubung lapisan gas. Gas itu lalu pecah dan mengeluarkan metana yang menyebabkan gelombang besar.  Gas itu meledak di permukaan air tanpa peringatan dan menyulitkan setiap kapal atau pesawat yang lewat di lokasi itu.

Yang juga menyebabkan kecelakaan adalah faktor mnusia. Banyak pelaut dengan pengetahuan seadanya nekat menyeberangi daerah serawan Segitiga Bermuda. Penjaga laut Amerika Serikat selama ini telah mengabaikan faktor mitos atau fiksi di Segitiga Bermuda. Menurut pengalaman mereka, gabungan kekuatan alam dengan segala ketidakpastiannya adalah biang keladi 'kekalahan' manusia di Segitiga Bermuda. (wm)

Sumber :
Viva News


Enhanced by Zemanta

Rabu, 24 Maret 2010

UFO Bandar Lampung Jan 2009

Video penampakan UFO di atas kota Bandar Lampung, 17 januari 2009



Gambar diambil pada sore hari, dengan tambahan detail saksi sebagai berikut:

  • kecepatan terbang yg tinggi
  • sempet menghilang dan nongol lagi padahal langit cerah
  • posisi hilang dan nongol laginya sangat jauh makanya gw bilang mungkin teleporting gitu kali ya
  • kalo emang ini pesawat jet mana asep nya
  • mana sayap nya

Analisis

Obyek berbentuk lonjong, dengan kecepatan standar dan laju tetap. Tidak teramati adanya sayap atau ekor, atau lampu, atau elemen lainnya yang biasanya nampak pada pesawat terbang konvensional.

Yang cukup menarik, obyek terlihat sempat menghilang dari pandangan, untuk kemudian muncul kembali sela beberapa saat kemudian.

Obyek berhenti teramati kala pandangan saksi terhalang antena TV di atas bangunan, padahal menurut perkiraan arah dan kecepatan, obyek mestinya akan masih teramati setelah pandangan ke arah langit tidak terhalang lagi.

Kemungkinan UFO: B (Skala A to D)

Sumber video: YouTube
(bay)





Jumat, 19 Maret 2010

UFO Buatan Manusia Bumi

Dr. Hermann Oberth, penggagas desain roket untuk Jerman semasa Perang Dunia II, dan setelahnya teknologi roket tingkat maju untuk wahana antariksa berawak milik Amerika, pernah secara misterius menyatakan: 

“Kami tidak dapat sendirian menerima penghargaan atas catatan kemajuan di beberapa bidang sains tertentu; kami telah menerima bantuan.” 
Ketika ditanyakan dari siapa, ia menjawab;
“Penduduk dari dunia lain.”


Sejawat pioneer antariksa Oberth, yang juga mengabdi pada the Third Reich, Werhner Von Braun, mengemukakan pengetahuan yang sama atas kenyataan tentang hal extra-terrestrial (berasal dari luar Bumi) ketika ia menyatakan di tahun 1959: 

“Kami mendapati diri kami berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari yang sejauh ini diasumsikan, dan yang mana basis posisinya saat ini tidak kami ketahui. Saat ini saya tidak bisa mengatakan lebih banyak. Saat ini kami sedang dalam upaya memasuki hubungan yang lebih dekat dengan para kekuatan tersebut, dan dalam waktu enam atau sembilan bulan mungkin masalah ini bisa dibicarakan dengan lebih rinci.” 

Dari "Above Top Secret" karya Timothy Good, William Morrow and Company, Inc. 1988.

Diterjemahkan dari http://www.jimnicholsufo.com/aldebaran-mystery/

Apakah pernyataan para ilmuwan mahsyur ini mengindikasikan kalau Jerman pada masa Perang Dunia II mungkin saja telah mencapai tingkat teknologi yang cukup tinggi untuk menciptakan pesawat terbang berteknologi UFO? Terlepas dari pro-kontra mengenai keberadaan "UFO Jerman" semisal Haunebu, pernyataan Oberth dan Von Braun mengindikasikan cukup jelas kalau negara Jerman dan Amerika pada saat itu telah mengetahui adanya peradaban asing dengan pencapaian teknologi sangat maju dibanding manusia, dan usaha kearah komunikasi dengan peradaban asing ini sudah berlangsung setidaknya sejak tahun 1950-an lalu.

Apakah ini berarti, sejak saat itu Amerika telah berhasil mengadakan semacam proses alih teknologi dengan penduduk dunia lain ini? Sehingga mungkin saja sebagian UFO yang muncul saat ini adalah sudah asli buatan manusia Bumi? (bay)

UFO di Indonesia

Banyak diantara kita menyangka, UFO hanya muncul di belahan dunia Barat saja, atau tepatnya di Amerika Serikat. Betulkah ini yang terjadi? Pada kenyataannya UFO bisa muncul dimana saja; dimanapun ada orang tertarik mengenai UFO, dan ia mencari tahu ke sekitarnya, maka akan ada satu atau dua orang yang mengaku pernah melihat sesuatu yang asing di langit, walaupun di Indonesia, pemahaman mereka akan peristiwa tersebut mungkin lebih terkait kepada hal mistis atau spiritual, bukan teknologi asing.


Menurut organisasi tertua pengamat UFO di AS, MUFON (Mutual UFO Network), eksklusivitas kemunculan UFO di Amerika Serikat adalah salahsatu pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat kepada mereka.

Dan faktanya dari hasil banyak penelitian, UFO telah teramati dimanapun disana ada manusia. Setiap benua memiliki sumbangsihnya masing-masing, sebagaimana terjadi di seluruh negara, walaupun ketertarikan warga setempat turut berperan kepada kejelasan akurat mengenai aktivitas UFO di daerah tersebut. Dimanapun ada seseorang yang tertarik untuk menyelidiki laporan penampakan UFO, maka mereka akan menemukannya; walaupun tidak otomatis berarti si peneliti tersebut hidup di daerah pusat aktivitas UFO.

Beberapa dari laporan pertama penampakan UFO datang dari Eropa dan Pasifik. Sejak saat itu, penampakan UFO telah dilaporkan dari semua benua dan bisa jadi semua negara. Dari catatan sejarah, telah terjadi gelombang besar penampakan tidak hanya di AS, melainkan juga di Inggris, Perancis, Belgia, Rusia, dan negara-negara lainnya. Organisasi resmi dan pribadi telah didirikan di banyak negara untuk mempelajari penampakan mereka, dan hasilnya adalah terdapat kemiripan antara penampakan UFO di suatu negara dengan negara lainnya. Jenis dan variasi yang sama dari UFO telah dilihat di banyak tempat, dan ini telah berubah sedikit saja selama bertahun-tahun.

Penampakan UFO di Jerman

Pada akhir 1944, menyusul meningkatnya aktifitas Perang Dunia II, laporan penampakan "Foo Fighters" meningkat tajam. Pilot dari persawat pembom AS dan UK dan peterbang malam di daerah pendudukan Perancis dan Jerman menggambarkan munculnya bola-bola bercahaya yang terbang dalam formasi bersama mereka dalam kurun waktu lama, untuk kemudian sekedar terbang menjauh dan menghilang. Penjelasan pertama atas fenomena ini adalah mereka ini pastinya sejenis senjata anti pesawat terbang buatan Jerman, yang sedang di-tes sebelum diterjunkan untuk beraksi; namun perang berakhir tanpa satupun "foo-fighter" yang menunjukkan aktivitas tidak bersahabat.

Para peneliti lalu mencoba untuk menyalahkan pesawat tempur jet dan roket Jerman yang beroperasi di malam hari. Namun kemudian diketahui bahwa selama masa penampakan "Foo Fighters" berlangsung, bisa jadi hanya ada satu penerbangan malam oleh pesawat tempur jet Jerman, dan tidak ada penerbangan pesawat tempur bertenaga roket.

Penampakan UFO di Indonesia


Pada waktu yang kurang lebih sama di Teater perang Pasifik, pesawat pembom AS seringkali diikuti selama berjam-jam oleh cahaya terang yang kemudian berbalik arah dan menjauh. Seperti diulas dalam tulisan "UFO - Senjata Rahasia Perang", pada masa ini Indonesia pun telah menjadi salahsatu tempat penampakan UFO, seperti terekam dalam catatan pihak Sekutu sebagai berikut:

Dalam suatu misi pengeboman Palembang tanggal 10 Agustus 1944, pilot pembom B-29 Sekutu Kapten Alvah M. Reida yang berpangkalan di Kharagaphur, India, dikejutkan oleh munculnya piringan metalik bercahaya oranye di samping kanan sayap ketika pesawat telah meninggalkan sasaran [8]. Pilot lalu mencoba melakukan manuver menghindar namun ternyata bisa diikuti piringan asing begaris tengah 1,5 - 2 meter tersebut dengan mudah. Setelah delapan menit mengikuti, benda asing tersebut tiba-tiba berbelok tajam dan menghilang dalam waktu sangat cepat.

Para petinggi militer menyatakan mereka adalah pesawat bunuh diri Jepang, dan inilah keterangan yang muncul di laporan-laporan resmi. Namun pesawat jenis tersebut tidak pernah terbang di waktu malam, dan mereka tidak pernah membuntuti pesawat pembom dalam waktu lama tanpa melakukan apapun. Perang berakhir dengan ratusan laporan penampakan yang masih tidak bisa dijelaskan hingga kini. (bay)

Rabu, 17 Maret 2010

Panduan Identifikasi UFO: Cahaya di malam hari

Untuk berburu penampakan UFO, malam hari adalah saat yang terbaik. Hal ini terutama karena pada malam hari seringkali UFO memancarkan cahaya terang, sehingga kemunculan UFO akan terlihat kontras dengan latar belakang malam yang gelap. Namun demikian perlu diperhatikan juga, sebelum kegirangan menyangka telah menemukan UFO, karena ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kesalahan identifikasi UFO di malam hari. Apa sajakah hal tersebut? Berikut ini beberapa hal yang sering disalah identifikasikan sebagai UFO:
  1. Pesawat Terbang Komersial Pesawat jenis ini biasanya memiliki empat sumber cahaya, minimal; masing-masing berwarna redup dan berukuran kecil, dengan formasi belah ketupat, dan terdiri dari warna-warna berikut ini: putih kekuningan, hijau, atau merah. Beberapa cahaya menyala konstan, tapi sebagian lagi menyala berurutan. Pada saat mendarat, akan ada lampu sangat terang berwarna kuning terang, yang tampak seperti stasioner. Arah terbang pesawat jenis ini selalu garis lurus, dan selalu diikuti gelombang suara gemuruh.
  2. Meteor atau Bintang Jatuh Walaupun berupa sumber cahaya tunggal, namun karena kecepatannya dan terbakarnya, bintang jatuh umumnya terlihat sebagai garis cahaya yang muncul sekelebat untuk kemudian menghilang. Umumnya muncul di puncak langit, lintasan garis lurus, dan teramati dalam hitungan kurang dari satu detik saja.
  3. Jejak Lampu Sorot Sejak beberapa tahun lalu, banyak gedung menggunakan lampu sorot berkekuatan tinggi yang mampu meninggalkan jejak di awan. Jejak yang ditimbulkan biasanya berupa lingkaran kabur, sangat redup, dan umumnya terdapat lebih dari satu jejak yang bergerak dalam pola spiral, merapat dan merenggang hingga ke area langit yang luas. Lampu sorot jenis ini biasanya teramati kalau dalam jarak pandang ada bangunan yang memasang lampu sorot jenis ini, atau night club, atau keramaian semisar konser musik.
  4. Jejak Lampu Mobil Pada lingkungan yang khusus, lampu mobil bisa menimbulkan jejak cahaya yang tinggi di langit; hal ini biasanya terjadi di daerah pengunungan dimana terdapat jalan-jalan di sisi gunung tinggi tempat mobil melintas. Cahaya jenis ini biasanya tidak memiliki titik cahaya atau perwujudan bentuk yang jelas, dan bergerak dengan lambat dan terkadang pola yang sangat acak namun memiliki arah yang konstan. Teramati kadang dalam waktu cukup lama, tapi seringkali menghilang setelah teramati "membelok".
  5. Ilusi pergerakan akibat perbedaan kerapatan udara Umumnya teramati seperti bintang yang sedikit bergerak-gerak acak, tidak diam di tempatnya, namun setelah sekian lama teramati, sumber cahaya tersebut relatif tidak berubah posisi, atau mendadak menghilang.
Beberapa ciri positif penampakan UFO:
  1. Sumber cahaya tunggal, berwarna putih atau kemerahan, atau transisi antara keduanya
  2. Kecepatan jelajah tinggi, atau berubah-ubah; mampu melambat hingga stasioner kemudian bergera kembali
  3. Arah lintasan tidak lurus, berubah-ubah, kadang hingga berbalik arah
  4. Sumber cahaya tiba-tiba muncul atau menghilang
  5. Terjadi perubahan terang dan warna cahaya sesuai perubahan kecepatan
  6. Memiliki cahaya yang "berdenyut"
  7. Memiliki cahaya sangat terang yang berkedap-kedip dengan sangat cepat
(bay)