Rabu, 08 Juni 2011

Kemungkinan Nikel sebagai kunci untuk memahami Crop Circle Sleman, DI Yogyakarta, 2011

Setelah membaca buku "Menguak Misteri Crop Circle di Indonesia", yang dieditori oleh Muhammad Nur, ahli Fisika Plasma dari FMIPA UNDIP, terkait hasil penelitian dari tim FMIPA UNDIP, bisa diketahui kalau karakteristik-karakteristik khas dari Crop Circle (CC) yang asli, teramati juga pada CC yang terjadi di Sleman ini (CC1-2011 Sleman) sebagai berikut:

  • Batang padi membengkok pada ruasnya, tidak patah
  • Terjadi kerusakan dalam level mikroskopis terhadap sel epidermis padi
  • Hancurnya amilum padi
  • Menggembungnya ruas batang padi yang dibengkokkan
  • Adanya bekas kecoklatan pada batang padi yang menunjukkan adanya pemanasan
  • Melonjaknya kadar Nitrogen pada batang padi dan tanah di lokasi CC
  • Berubahnya bentuk sel dari silinder menjadi lonjong pada bagian padi yang membengkok
  • Kerusakan sel pada permukaan daun padi
  • Ditemukannya jejak partikel nikel di tanaman padi dalam lokasi CC
  • Dll.

Dari hasil penelitian laboratorium tersebut maka bisa disimpulkan kalau CC Sleman ini bukanlah buatan manusia dengan menggunakan papan, tali, dan pasak; walaupun pola yang terbentuk sendiri sangat mungkin dirancang oleh manusia biasa karena tidak melibatkan perhitungan yang terlalu rumit.

BUKAN BUATAN UFO?

Kesimpulan yang tertuang dalam buku ini sendiri menyatakan kalau CC tersebut terbentuk karena "angin ion dan vortex plasma". Walaupun ini terkesan mengeliminasi keberadaan UFO sebenarnya tidak juga, karena pertanyaan berikutnya yang pasti akan muncul adalah:

"Siapakah di Indonesia yang memiliki teknologi (penciptaan), pengendalian, dan pemanfaatan angin ion dan vortex plasma untuk membengkokkan tanaman padi secara selektif, dan membentuk pola yang kompleks?"

Dalam buku tersebut dinyatakan pula bahwa ada kemungkinan kuat kalau CC ini terbentuk oleh perangkat yang terbang melayang di udara, di atas terbentuknya formasi CC, karena jika dilakukan dengan alat berat yang dipancang di tanah maka akan menimbulkan jejak yang jelas, sedangkan perangkat yang mereka miliki di laboratorium untuk menciptakan petir buatan saja sangat rumit dan memiliki ukuran yang tidak kecil.

Adapun komentar buku ini mengenai kemungkinan CC dibuat oleh UFO adalah "Keberadaan UFO belum bisa diterima oleh dunia akademis".

Jadi sebenarnya buku ini sudah memaparkan dengan cukup pintar bahwa:

  • Teknologi pembuatan CC tidak dimiliki manusia (sejauh yang mereka ketahui)
  • Namun untuk bisa menyatakan kalau CC ini dibuat oleh UFO mereka tidak bisa, karena kurangnya data untuk penelitian ke arah ini, dan didukung pula oleh kondisi dimana keberadaan UFO belum diakui oleh dunia akademis, termasuk di Indonesia.


Jadi dalam hal ini bisa dibilang bahwa ini adalah jawaban yang "aman" namun kritis dan berbobot.

MENGAPA NIKEL?

Adapun faktor yang kemudian membedakan dari CC lainnya di dunia adalah sebagai berikut:

  • Terjadi di lahan padi (walaupun bukan satu-satunya kejadian di dunia)
  • Mengandung partikel nikel, sementara biasanya besi

Jika faktor lahan padi dianggap keterbatasan tempat dan pilihan (karena di Indonesia tidak terdapat lahan gandum atau jagung dalam skala besar?), maka faktor pembeda yang khas, bisa jadi adalah adanya kandungan partikel nikel ini; yang mana menimbulkan pertanyaan, mengapa nikel?

Apakah dalam kemunculan partikel Nikel, bukannya Besi, terdapat suatu unsur kesengajaan, yang bisa diartikan sebagai pesan? Inikah kunci pemecah teka-teki kemunculan Crop Circle di Sleman ini? (byms)

Gambar buku dari: http://www.grahailmu.co.id/index/buku/detil/0/1/2/29/buku759.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar