Senin, 27 Februari 2012

Cerutu hijau terbang mendesis di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Agustus 2010

No. 1008xx-01-u-banjarmasin-kalsel
Timestamp:  10/3/2010 21:35:02 (mm/dd/yy)
Nama Pelapor: Rahasia
Profesi: Rahasia

Deskripsi penampakan:  Sebuah cerutu sekitar 1 atau 2 meteran lah berwarna hijau dan mendesis wessssss dari posisi saya lihat dia terbang dari kiri menuju kanan.. awalnya saya duduk dikursi diteras lantai dua waktu itu mau magrib saya waktu itu juga sedang berdoa semoga Tuhan kasih saya sesuatu yang membuktikan keESAAN-NYA(minta dilihatkan ufo) dan tidak lama saya dilihatkan betulan ufo itu saya tercengan melihatnya.. awalnya saya kira itu rudal yang ditembakan karena yang saya lihat itu nyata bukan awang2 atau fikiran atau hayalan.. saya sangat gugup, saya kira itu rudal,, benda itu tepat melintasi sebuah antena yang pajang menjulang (mungkin antena orari) karena dibawah antenaitu memang markasnya pemadam kebakaran yang ada diwilayah saya.. saya melihat dengan nyata dan mendengar benda itu berdesis.. benda itu bergerak tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.. benda itu lewat saja lalu saya lihat dari arak kiri kearah kananlalu saya lihat lagi kearah awal bendaitu bergerak karena saya kira ada yang menembakannya dan setelah saya lihat kekiri arah benda terbang itu bergerak benda itu sudah hilang..

Bentuk UFO:  Cerutu
Lokasi penampakan:  Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Waktu penampakan: Menjelang maghrib
Lama penampakan: Sekitar 20 detik
Tanggal penampakan: Pertengahan Agustus 2010
Saksi Mata: Sendiri
Pengalaman pertama: Ya

Data pendukung: Saya juga pernah iseng melihat langit diatas rumah saya,, saya masih bingung dengan yang ini karena saya melihat ada 2 benda warna putih terbang diatas awan,,waktu itu sudah malam tapi padang bulan.. saya melihat 2 benda putih terbang lurus menuju selatan dari arah utara saya tidak pasti itu bintang, kan aneh kok bintang terbang atau bergerak berbarengan seperti kejar2an dan setelah masuk awan yang paling besar mungkin awan yang mau hujan karena diselatan memang ngumpul awan yang banyak mau hujan benda itu sudah hilang dan tidak ada lagi..

Informasi lainnya:  catatan: di banjarmasin sering terlihat benda yang aneh2 dan teman saya dan neneknya dulu juga bilang pernah melihat ufo yang ada ditv sedang melayang diatap rumah tetangga dan kebetulan saya dan teman saya satu kampung..

Kala para Malaikat melakukan Stereotyping

Al-Baqarah ayat 30 sepertinya memuat indikasi kuat telah terjadinya stereotyping, dan stereotyping tidak terjadi pada suatu hal yang benar-benar baru melainkan terhadap hal yang dianggap sudah pernah ada.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا1 أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٣٠ 
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa/apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS 02:30)
Dari Wikipedia:
Stereotipe adalah pendapat atau prasangka mengenai orang-orang dari kelompok tertentu, dimana pendapat tersebut hanya didasarkan bahwa orang-orang tersebut termasuk dalam kelompok tertentu tersebut. (Wikipedia)
Jadi kala para Malaikat berujar "orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah", ada kemungkinan kuat kalau mereka memang mengacu kepada "sesuatu lain serupa manusia" (kita), yang saat itu sudah pernah/masih ada, bukan karena mereka bisa melihat ke masa depan, sebab Malaikat tidak memiliki kemampuan sedemikian. 

Kemudian kalau "sesuatu lain serupa manusia" ini adalah mereka yang Alloh SWT singgung dalam ayat-ayat Nya mengenai ummat terdahulu yang telah diberikan kekayaan dan kekuatan jauh lebih tinggi daripada manusia sekarang, apakah ini berarti termasuk penguasaan ilmu pengetahuan? Termasuk pembuatan UFO? (byms)
Enhanced by Zemanta

Senin, 20 Februari 2012

Lima piramida teramati terbang di atas Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan

No. 980101-01-u-palembang-sumsel
Timestamp:  5/7/2010 12:22:48
Nama Pelapor: Rahasia
Profesi: Rahasia
Deskripsi penampakan:  5 berbentuk piramida dari timur ke barat
Bentuk UFO:  Piramida
Lokasi penampakan:  Di atas Jembatan Ampera, Palembang
Waktu penampakan: 00:00
Lama penampakan: 5 menit
Tanggal penampakan: 1 Januari 1998
Saksi Mata: 2-5 orang
Pengalaman pertama: Ya

Rabu, 15 Februari 2012

Siluet segi delapan raksasa teramati terbang di Curug, Tangerang, Banten, 1995

No. 950000-01-u-tangerang-banten
Timestamp:  5/4/2010 23:03:36
Nama Pelapor: Rahasia
Alamat e-mail Pelapor: Rahasia
Profesi: Rahasia
Deskripsi penampakan:  Siluet, diam di tempat, bentuk'y seperti pesawat segi delapan raksasa
Bentuk UFO:  Segi delapan
Lokasi penampakan:  Curug, tangerang, banten
Waktu penampakan: Siang hari
Lama penampakan: Lupa
Tanggal penampakan: Antara 95/96
Saksi Mata: Sendiri
Pengalaman pertama: Ya
Data pendukung:
Informasi lainnya:  Stahu saya dr artikel yg saya baca, penampakan ufo kyak gni itu bnyak'y d'daerah yg mmpunya potensi sumber barang tambang serta mineral yg banyak, nah d'tmpat saya ini terkenal sbgai tmpat'y pengolahan gas alam...(tmpat saya dket ama pertamina)

Sabtu, 11 Februari 2012

Benarkah Neil Armstrong Mendengar Adzan di Bulan?


Salahsatu pembicaraan masa kini yang spektakuler mengenai Bulan & Islam, selain dari kisah bahwa telah ditemukan bukti Bulan pernah terbelah, adalah mengenai terdengarnya suara Adzan di Bulan oleh Neil Armstrong, sewaktu ia menjejakkan kakinya di Bulan pada misi peluncuran Apollo XI yang legendaris itu.

Alkisah pada saat mendarat, Neil mendengarkan suatu suara asing namun tidak bisa mengerti maksudnya. Baru ketika beberapa tahun kemudian Neil berkunjung ke Mesir, dan mendengar suara Adzan di sana, barulah ia teringat kalau itu adalah suara yang ia dengar sewaktu mendarat di Bulan dulu. 

Berita ini beredar selama belasan tahun, dan seringkali dipercayai ummat Muslim tanpa penelaahan yang lebih mendalam mengenai kebenaran dari berita ini. 

Bagaimanakah kebenarannya? Mari kita simak satu cuplikan dari berita yang dibuat dalam harian "The Star" Malaysia, terkait kehadiran Neill Armstrong pada acara Global Leadership Forum pada tahun 2005 lalu:

Wednesday September 7, 2005
Armstrong recalls moon landing
KUALA LUMPUR: Man’s landing on the moon is no hoax, said Neil Armstrong, the first person there.
Denying such claims, he said that the world loved a conspiracy theory.
The moon mission was a very difficult, big and expensive project, said the commander of Apollo 11 who touched down on the moon on July 20, 1969.
MY HERO: Zaid greeting Armstrong at the KLCC in Kuala Lumpur Tuesday. Armstrong is here for the two-day Global Leadership Forum.
“The only thing that might be more difficult than the Apollo programme was trying to fake it,” he said during a question-and-answer session at the Global Leadership Forum here yesterday.
Asked by Malaysian astronaut candidate Zaid Zahari, 32, which he considered to be his greatest achievement – landing on the moon or getting back to Earth safely – Armstrong said it was a “superior moment” when he set foot on the moon.
This was because he believed the Apollo 11 had only a 50% chance of a successful landing in its first attempt.
The final approach, he said, was a very difficult part of the flight and no computer software had demonstrated this flight before.
“When we touched down on the surface, recognising that that was the goal of one-third of a million people working for nearly a decade, and all that people sharing in the satisfaction of reaching that goal, was a superior moment.”
Armstrong said he was “elated, ecstatic and extremely surprised that we were successful.”
Armstrong, 75, also denied he had heard the Muslim call to prayer on the moon and had converted to Islam.
He said he believed that going to Mars was “technically do-able,” but it would take about another 20 years for it to happen. 
Sumber: The Star Online.
Jadi benarkah Neil Armstrong pernah mendengar Adzan di Bulan? Kalau menurut apa yang terekam oleh The Star Malaysia, Neil menyatakan sendiri bahwa ia tidak pernah mendengar suara Adzan di Bulan, dan tidak pernah berpindah agama ke Islam. (byms)