Pada banyak kasus, penampakan UFO baru diketahui setelah selang beberapa waktu dari kejadian, berdasar kemunculannya dalam berkas foto. Dalam kejadian seperti ini, pemotretnya tidak menyadari ada hal yang aneh pada saat ia mengambil gambar tersebut, dan baru mengetahuinya ketika UFO ternyata terlihat di foto yang sudah ia proses.
Salahsatu kasus terkenal rekaman foto penampakan UFO seperti ini diambil pada 9 April 1971 di atas Lago de Cote (danau Cote), di daerah Arenal, Alajuela province, Costa Rica. 10.583 LU - 84.916 BB. Foto ini diambil oleh pesawat terbang tim pemetaan pemerintah Costa Rica, dan disimpan di Instituto Geográfico Nacional de Costa Rica (lihat gambar).
Kamis, 09 Februari 2012
Bintang Berjalan Merah Redup di atas Pulau Serangan, 6 Feb 2012
Senin 6 Feb 2012 lalu, saat itu pulang kantor sekitar jam 7an, dan udara jarang-jarang cerah. Dari pelataran parkir belakang kantor di dekat Pulau Serangan, Bali ini, terlihat sang rembulan menyala gagah menerangi langit malam di atas Pulau Serangan. Sedikit disayangkan, adalah kondisinya yang belum purnama sempurna karena berdasarkan penanggalan Hijriah, malam itu baru tanggal 13 Rabiul Awal, sehari setelah Maulid Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.
Sesuai juklak, maka jika kondisi "malam hari" bertemu dengan "langit cerah", maka hasilnya adalah: waktunya berburu UFO! Segera sayapun keluarkan dari tas ransel, bagian-bagian dari pena laser 200 mW (mili Watt) untuk disusun. Sengaja saya simpan terpisah karena ternyata perangkat ini terus menerus memakan baterai saat tidak dipakai sekalipun jika disimpan dalam keadaan utuh. Dengan cara ini, saya bisa berhemat penggunaan baterai AAA dari sekitar 1 mingguan ke berbulan-bulan.
Segera setelah pena siap, sayapun mengarahkan laser ke beberapa awan yang terbang rendah. Di kejauhan tampak titik kuning redup dengan iringan flashing dari lampu-lampu merah dan hijau: pesawat terbang komersil. Bukan ini yang saya cari. Sinar lasernya sendiri, ternyata bisa menjangkau hingga ke awan rendah, terbukti dari adanya bulatan (spot) teramati di awan yang kena tembak laser.
Setelah secara acak menembakkan laser ke berbagai penjuru langit, sayapun fokus ke bagian langit di atas kepala dan mulai membiasakan mata terhadap kondisi langit yang gelap ini.
Kamis, 29 September 2011
Panduan Identifikasi UFO: Layang-Layang Berlampu
Salahsatu masalah dalam identifikasi penampakan UFO secara visual, adalah semakin banyaknya benda terbang buatan manusia yang entah disengaja atau tidak, memiliki penampilan mirip UFO. Karena itu sebagai seorang pengamat UFO, merupakan hal yang sangat penting untuk selalu memperbarui pengetahuannya dengan perkembangan terkini, terutama terkait benda terbang buatan; baik itu yang dibuat dengan teknologi tinggi, maupun dengan teknologi relatif sederhana, dan bisa dibuat dengan mudah sehingga populer di masyarakat umum.Salahsatu benda terbang yang masuk kategori terakhir tersebut, dan seringkali diduga oleh pengamat sebagai UFO, adalah layang-layang/layangan/wau berlampu.
Seiring mudahnya dan murahnya memperoleh lampu LED beserta sumber listriknya, maka melengkapi sebuah layang-layang dengan sumber cahaya bukanlah lagi masalah sekarang. Terlebih dengan ukuran layang-layang yang kadang bisa mencapai rentang tiga meter, maka sumber cahaya yang lebih kuat, sekaligus rangkaian elektronik untuk memanipulasi pola tampilan cahayanya, bisa juga dipakai.
Namun demikian, walaupun dari penampilan di waktu malam sama-sama misterius seperti UFO sungguhan, ada beberapa karakteristik yang konsisten teramati pada layang-layang berlampu ini, terutama karena ketergantugannya pada adanya tali pengikat ke bumi, dan cara terbangnya yang sepenuhnya memanfaatkan hembusan angin.
Secara umum, penampakan layang-layang berlampu ini marak di sekitar mulainya musim kemarau, hingga berakhirnya, yaitu antara bulan Juli hingga Desember. Di beberapa tempat, semisal di Bali, malah bulan-bulan ini dimanfaatkan untuk mengadakan lomba layangan, memanfaatkan kondisi langit cerah tak berawan, dan besarnya angin yang berhembus.
Karena besarnya layang-layang yang diperlombakan di ajang seperti ini, maka seringkali untuk menerbangkannya pun perlu usaha ekstra keras menggunakan bantuan seperti kendaraan bermotor, atau orang banyak, sehingga umumnya jika telah terbang maka akan dibiarkan terbang selama beberapa hari tanpa diturunkan.
Berikut ini beberapa karakteristik khas penampakan layang-layang berlampu:
- Pola pergerakannya monoton, tidak ada perubahan dalam waktu relatif lama
- Bentuk pola lintasan antara ellips, lingkaran, atau lingkaran ganda/angka 8
- Tidak ada perubahan kecepatan yang mendadak ataupun ekstrim, misalnya dari bergerak lincah ke diam, atau sebaliknya
- Arah pergerakan relatif mulus, tidak zigzag ataupun acak
- Posisi relatif stasioner, alias di bagian langit yang itu-itu saja, tidak berkelana ke bagian langit lain yang jauh
- Teramati secara konstan dalam waktu relatif lama
- Sumber cahaya berupa titik, ukuran relatif kecil (bukan layang2nya sendiri yang bercahaya)
- Intensitas cahaya relatif lemah
- Perubahan intensitas warna relatif konstan, antara tidak meredup atau menerang sama sekali, atau meredup dan menerang dalam jarak waktu yang sama
- Warna cenderung "mentah"; merah murni, hijau murni, biru murni, dll.
Apakah anda pernah menyaksikan penampakan serupa? Atau memiliki komentar terkait karakteristik-karakteristik yang diungkapkan di sini? Silakan berbagi komentar. (byms)
Labels:
analisis,
elektronik,
indonesia,
lampu,
layang-layang,
layangan,
led,
panduan,
penampakan,
referensi,
ufo
Jumat, 12 Agustus 2011
Grup diskusi UFO Islami
Sehubungan dengan semakin meningkatnya ketertarikan masyarakat umum terhadap bidang kajian Ufologi, khususnya dalam keterkaitan nya dengan Islam, maka sekarang telah dibuka satu grup diskusi di facebook untuk memfasilitasi pertukaran pikiran, ide, dan diskusi Ufologi dalam lingkup bahasan Islami.
Kepada rekan-rekan yang tertarik silakan bergabung di http://www.facebook.com/groups/islamicufo/
Kepada rekan-rekan yang tertarik silakan bergabung di http://www.facebook.com/groups/islamicufo/
Published with Blogger-droid v1.6.9
Rabu, 10 Agustus 2011
Alien dalam Qur'an; "Dabbatin" dan petunjuk dalam Surah As-Syuura ayat 29 (42:29)
Sebelum melangkah lebih jauh, satu atau dua hal harus kita perhatikan; kata "sama" diterjemahkan sebagai "surga", adalah juga merupakan bahasa Arab untuk "langit".
Orang mungkin beranggapan bahwa bahwa ayat tersebut mengacu pada adanya makhluk-mahluk di langit (yang mana berarti burung), bukan di Surga. Namun demikian, dalam surah 24:41 burung-burung disebutkan secara terpisah dari makhluk langit: "Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan"
Dalam catatan 42:29, Muhammad Asad menyatakan "Dalam Quran, ungkapan "surga dan bumi" selalu menunjukkan alam semesta secara keseluruhan". Al-Quran juga menyebutkan bahwa benda mati juga menyembah Allah: "Apakah mereka tidak melihat ciptaan Allah, (bahkan) di antara benda (mati)-bagaimana bayangan mereka berputar, dari kanan ke kiri, bersujud diri kepada Allah. .. "(16:48). Oleh karena itu, tidak mungkin makhluk yang dibicarakan dalam 42:29 di langit, adalah benda mati ciptaan Tuhan, tidak.
Ayat berikutnya, 16:49 menyatakan "Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi da
n (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Adapun kata yang diterjemahkan sebagai "makhluk melata" di sini adalah sama dengan yang di 42:29 yaitu دَابَّةٍ "Dabbatin" (atau "Dabbatun"), bentuk jamak dari kata "dabbah".
Komentar Asad, "Kata 'dabbah' mencakup setiap makhluk, dengan bentuk fisik yang mampu bergerak secara spontan dan dibedakan dengan mahluk non-fisik, spiritual, yang dikenal sebagai "malaikat". Dengan kata lain, 42:29 mengacu secara khusus kepada jenis mahluk hidup yang ilmu pengetahuan cari-cari, bukan sesuatu entitas metafisik.
Yusuf Ali mengatakan, "Dabbatun: binatang, hidup, makhluk melata dari semua jenis". Ini adalah kata yang sama digunakan dalam 2:164 ,"... dalam segala macam jenis binatang yang Dia sebarkan di bumi ... adalah tanda-tanda bagi orang-orang yang bijaksana, " dan 24: 45, "Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"
Mengomentari 42:29, Allama Shabbir Ahmad Usmani mengatakan, "Dari ayat ini tampak bahwa seperti di bumi, ada beberapa jenis hewan - makhluk hidup - di langit juga"
Dari komentar seperti itu, pembaca akan menyadari bahwa cendekiawan Muslim sangat menyadari fakta bahwa 42:29 jelas menyebutkan adanya Alien, mahluk cerdas di luar angkasa sana. (diterjemahkan oleh bayuamus)
Langganan:
Postingan (Atom)


